2.7

22 5 0
                                        

Tamu yang semalam datang menemui SeoHwa adalah YunSeong yang kini sedang asik menjadi bahan percobaan SeoHwa. Dengan telaten SeoHwa mulai merias YunSeong sedari tadi tapi kelinci percobaannya itu justru bergerak kesana-kemari karena katanya kurang nyaman dan merasa gatal di matanya. Tentu saja hal itu membuat SeoHwa kesal yang mengakibatkan YunSeong mendapat cubitan dari SeoHwa.

"Jangan gerak-gerak mulu," protes SeoHwa.

"Ujung matanya gatel tau," balas YunSeong.

"Kenapa nggak nyoba ke MinKyu aja sih? Kan lebih cocok dicoba ke MinKyu," protes YunSeong. Dia sedari tadi asik protes tapi tetap saja menuruti SeoHwa.

"Mas WooSeok, mas Yohan, mas MinKyu itu udah pernah semua jadi kelinci percobaan kaya gini. Mas YunSeong kan baru beberapa kali. Udah jangan banyak protes deh," balas SeoHwa.

YunSeong nyaris tertidur. Apalagi SeoHwa sekarang sedang asik membubuhkan eyeshadow di matanya yang mana hal itu membuatnya semakin mengantuk. Dari arah ruang makan ketiga kakak SeoHwa masih asik menonton adik mereka dan YunSeong yang masih belum selesai juga.

"Udah selesai," seru SeoHwa.

YunSeong membuka matanya. Dia nampak terkejut begitu SeoHwa memberinya sebuah cermin yang menampilkan wajahnya yang sudah penuh dengan riasan hasil karya SeoHwa. YunSeong sendiri terkejut bukan karena hasil riasan SeoHwa jelek tapi dia merasa semakin hari SeoHwa semakin pintar merias.

"Ini kalo gue keluar kaya gini ketuker sama lo gimana?" celetuk YunSeong yang masih asik memandangi pantulan dirinya di cermin.

"Ini belum selesai tau," balas SeoHwa kemudian.

"Kurang apa?"

SeoHwa menunjukkan sebuah lipstick yang dipegangnya. YunSeong menghela napas pasrah. Detik berikutnya SeoHwa asik memoles bibir tipis YunSeong dengan lipstick merah miliknya. Dia tertawa ketika melihat betapa mengerikannya bibir YunSeong yang kini sudah berubah warna.

"Buset. Merah banget kaya habis minum darah," protes YunSeong.

"Yang beli ini lipstick siapa? Mas YunSeong kan? Udah jangan protes. Salah sendiri beli lipstick milih warnanya ngaco," balas SeoHwa.

"Ya gue mana paham soal begituan," balas nya tak mau kalah.

Setelah riasannya selesai YunSeong menggigit bibirnya, matanya mengedip genit pada SeoHwa. SeoHwa menatapnya dengan tatapan yang bercampur aduk antara ngeri dan jijik. Detik berikutnya dia meninju pelan perut YunSeong yang membuat lawannya itu tertawa geli. YunSeong benar-benar puas jika berhasil menggoda SeoHwa hingga gadis itu melawan seperti tadi.

Bagi YunSeong sendiri SeoHwa nampak berbeda dengan perempuan kebanyakan yang pernah dia temui. Biasanya perempuan yang bertemu dengan YunSeong akan berpura-pura malu agar bisa mendapat perhatian lebih dari YunSeong. Tapi SeoHwa benar-benar menjadi perempuan pertama yang berhasil menjambak rambut YunSeong, bahkan dia juga menjadi perempuan pertama yang berhasil meruntuhkan tembok kaku yang YunSeong bangun selama ini.

"Pilih yang mana?" tanya SeoHwa sambil menunjukkan dua buah anting baru yang dibelinya khusus untuk YunSeong.

Beberapa bulan yang lalu YunSeong melakukan piercing di telinganya yang mana hal itu membuat YunSeong sering menggunakan anting-anting. Yohan yang merasa tersaingi dengan YunSeong juga turut melakukan piercing.

"Ini mah anting cewe," protes YunSeong.

"Protes mulu kaya mas Yohan deh. Heran," balas SeoHwa yang dengan paksa menarik bahu YunSeong mendekat supaya dia bisa memasangkan anting-anting pilihannya di telinga YunSeong.

"Yang ini aja boleh nggak?" YunSeong menunjuk anting-anting yang SeoHwa pakai.

"Gaboleh," balas SeoHwa sambil menutupi kedua telinganya.

In Aeternum Te AmaboCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang