4.1

15 6 0
                                        

Setelah selesai berganti pakaian dan membersihkan diri kini mereka bertiga sedang mengantri bersama karena tadi YunSeong bilang kalau dia ingin naik balon udara. Awalnya SeoHwa menolak namun HyunKi nampak sangat gembira begitu mendengar kata balon udara. Jadilah kini mereka mengantri bersama.

"Bunda," panggil HyunKi.

"Kenapa sayang?" SeoHwa berjongkok untuk mensejajarkan dirinya dengan HyunKi.

"Gendong, HyunKi ngantuk."

"HyunKi digendong papa aja yuk," tawar YunSeong.

HyunKi menggeleng pelan sambil menguap. "Mau bunda," ucapnya.

"HyunKi berat. Masa sama bunda, mending sama papa aja yuk."

HyunKi menggeleng pelan. Dia buru-buru melingkarkan tangannya di leher SeoHwa. Baru saja YunSeong akan mengajukan protes lagi SeoHwa sudah berdiri dengan HyunKi yang ada di gendongannya.

"Gapapa mas. Nanti kalo cape bisa gantian mas YunSeong kok," balas SeoHwa.

YunSeong mengangguk pelan kemudian mengambil alih baby bag HyunKi yang tersampir di bahu SeoHwa. Kalau dilihat-lihat mereka memang nampak seperti sepasang suami istri muda. Ditambah lagi YunSeong meletakkan tangannya di pinggang SeoHwa seolah menjaga SeoHwa dan HyunKi yang ada di gendongannya.

"Kita pulang aja yuk mas. HyunKi udah tidur juga. Kan nggak mungkin kita naik balon udara sambil gendong HyunKi. Kalo kelempar ke bawah kan bahaya," ujar SeoHwa.

"Jangan dilempar ke bawah makanya," sahut YunSeong sambil terkekeh.

"Nggak gitu maksudnya mas. Kasian kalo misal HyunKi naik pas kondisi dia tidur. Jatuhnya sama aja dia nggak liat apa-apa dong. Mendingan kita pulang aja yuk."

"Coba yang lebih romantis tus lebih alus gitu bilangnya," pinta YunSeong.

SeoHwa menghela napas dalam-dalam. YunSeong tersenyum sembari menunggu permintaannya dikabulkan oleh SeoHwa.

"Mas YunSeong," panggil SeoHwa.

"Kenapa sayang?" balas YunSeong masih dengan senyumnya.

"Pulang aja yuk," lanjut SeoHwa.

"Oke. Ayo kita pulang."

YunSeong tersenyum lebar. Dia mengambil HyunKi yang masih tertidur dari gendongan SeoHwa kemudian bergantian menggendongnya. Satu tangannya digunakan untuk memegang tubuh kecil HyunKi sementara tangannya yang lainnya menggandeng tangan SeoHwa.

"Mas YunSeong hari ini sumringah banget auranya," ujar SeoHwa.

"Seneng banget. Berasa jadi papa muda gue," balas YunSeong.

"Satu tangan gendong anak. Tangan lainnya pegang istri. Udah gitu HyunKi manggilnya pake sebutan papa sama bunda. Makin mirip sama papa muda deh gue," lanjutnya.

"Kuliah belum lulus juga pake segala ngarep jadi papa muda," ucap SeoHwa menimpali.

"Taun depan gue udah mulai nyusun skripsi ya. Bentar lagi lulus nih."

"Iya deh yang bentar lagi lulus."

YunSeong tersenyum lebar. Hari ini dia benar-benar merasa bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama SeoHwa dan HyunKi selama hampir seharian penuh. Selama ini dia berpikir kalau pergi bersama HyunKi akan terasa merepotkan karena mereka akan berebut perhatian dari SeoHwa tapi hari ini terasa sangat menyenangkan dan membuatnya merasa seperti papa muda idola kaum hawa. Mungkin lain kali dia akan kembali mengajak HyunKi kembali.

"Kalo gue tiba-tiba lamar lo setelah sukses nanti kira-kira lo mau terima nggak?" tanya YunSeong tiba-tiba.

SeoHwa beralih menatap YunSeong. Bibirnya tak terbuka sedikitpun, otaknya berusaha mencerna baik-baik maksud dari perkataan YunSeong. Sementara itu, YunSeong sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dan justru masih menatap lurus ke depan.

In Aeternum Te AmaboCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang