Waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin SeoHwa menikmati libur semester. Namun hari ini dia sudah harus berangkat kembali ke kampus karena perkuliahan sudah kembali dimulai. Mahasiswa baru seperti SeoHwa, EunSang, dan MinHee rasanya tidak terlalu bersemangat karena kebetulan mereka berkuliah di jurusan yang terkenal berat dan sulit. Belum lagi mereka akan kembali merasakan dunia perkuliahan yang memiliki ratusan bahkan ribuan tugas yang rasanya nyaris membuat mereka gila dan memanas.
Tidak hanya SeoHwa dan kedua sahabatnya saja yang semakin sibuk. Kini WooSeok juga semakin disibukkan dengan koassnya yang sudah memasuki tahun terakhir sebelum tahun depan dia mengambil ujian sertifikasi. MinKyu kemarin mengadu kalau dia merasa stress sampai menangis karena banyaknya tugas kuliah, kegiatan organisasi, kemudian dia juga harus belajar untuk olimpiade selanjutnya. Untuk Yohan sendiri sedang fokus latihan karena tujuannya kini adalah olimpiade yang akan diadakan beberapa tahun lagi. Bahkan JinHyuk pun ikut disibukkan dengan kegiatan kuliahnya yang semakin banyak, tak kalah sibuk dengan adiknya.
"Adek buruan kalo mau dianterin ke kampus. Kalo kelamaan mas Yohan tinggal lho. Mas Yohan juga ada latihan pagi," teriak Yohan dari garasi.
"Yohan kebiasaan ya. Masih pagi mulutnya udah berisik banget kaya sound system hajatan kalo malem. Udah tau adeknya kalo siap-siap kuliah lama, bukannya ngalah bangun pagi malah ikutan terlambat. Sekarang adeknya belum beres siap-siap malah ngomel kaya gini," ucap WooSeok menimpali.
"Yohan kan emang nggak bisa bangun pagi mas," balas Yohan mencoba membela dirinya.
"Latian makanya, jangan cuma ngeluh nggak bisa bangun pagi aja kerjaannya. Lagian kamu juga kebiasaan main game sampe malem, nonton tinju malem-malem, udah gitu masih suka nonton drama India juga. Besok kalo diulangi terus terpaksa listriknya mas matiin kalo malem lho," sahut WooSeok.
Keadaan rumah kembali seperti semula. Pagi hari dipenuhi dengan jeritan Yohan dan WooSeok yang saling bersahutan. SeoHwa masih asik di kamarnya, menyiapkan barang-barang yang dibutuhkannya. Teriakan demi teriakan Yohan yang menyuruhnya untuk segera turun tidak sedikit pun mengganggu SeoHwa.
"Ini anak gadisnya mas WooSeok kalo nggak diseret keluar kamar nggak akan keluar ini," ujar Yohan sembari memasuki kamar SeoHwa.
"Sebentar lagi mas. Tinggal pake sunscreen aja," ucap SeoHwa.
"Ayo dek astaga lama banget. Nanti mas Yohan diamuk dosen lagi."
"Jangan bohong, nanti nggak barokah hidupnya. Udah lulus tapi ngomelnya masih kuliah terus. Alasan."
Yohan mencebik kesal, jengkel dengan tingkah SeoHwa. Sudah hampir 1 jam SeoHwa bersiap namun belum siap juga sedari tadi. Bahkan Yohan dan WooSeok sudah adu mulut berkali-kali dengan keras namun tidak sedikitpun SeoHwa mempedulikan atau bahkan sekedar mendengarkannya.
"Ayo kita berangkat," ucap SeoHwa sembari merangkul lengan Yohan.
"Ini kalo bukan anak gadis kesayangannya mas WooSeok udah mas Yohan amuk lho." SeoHwa nampak tidak mempedulikan apa yang Yohan katakan.
Mereka berjalan beriringan menuju lantai satu. Pemandangan pertama yang dilihat ketika sampai di lantai satu adalah WooSeok. Nampaknya WooSeok sedang mencari sesuatu sembari mengomel tidak jelas. Tangannya merogoh saku celana yang dikenakannya kemudian beralih mengobrak-abrik meja makan hingga meja ruang tengah.
"Nyari apa mas?" tanya SeoHwa.
"Penlight. Adek liat nggak?" balas WooSeok.
"Yohan tau kalo mas WooSeok itu lagi stress. Tapi coba sekali-kali curhat ke mas JinHyuk deh. Ngeri banget tau. Penlight dipegang sendiri tapi bingung nyariin," ucap Yohan menimpali.
KAMU SEDANG MEMBACA
In Aeternum Te Amabo
FanfictionKim Seo Hwa. Anak bungsu keluarga Kim ini sangat amat dijaga oleh ketiga kakak laki-lakinya semenjak kecil hingga dewasa. Yang mana hal itu membuat SeoHwa sangat menikmati seluruh perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh ketiga kakaknya. Apala...
