Sudah seminggu ini setiap pulang kuliah SeoHwa mampir ke rumah kakak YunSeong untuk bermain dengan keponakannya. WooSeok tentu diberitahu mengenai kegiatan harian adiknya itu selama ini. Dia sendiri tidak mempermasalahkan hal itu karena dia yakin kalau YunSeong dan SeoHwa hanya sebatas bermain bersama anak dari kakak YunSeong saja.
Hari ini rencananya YunSeong dan SeoHwa akan pergi ke kebun binatang bersama. Tentunya dengan mengajak keponakan YunSeong juga. Padahal biasanya YunSeong tidak pernah mau mengajak keponakannya itu untuk pergi bersama karena katanya akan ribet. Tapi kini ada SeoHwa yang senang dengan anak kecil, jadilah dia mengajak keponakannya pergi bersamanya untuk pertama kalinya tanpa kehadiran orangtua HyunKi.
"Papa, kita mau kemana sekarang?" tanya HyunKi.
"Mau ke kebun binatang. Tapi kita jemput bunda dulu ya," balas YunSeong.
"Yeayy bunda ikut juga."
YunSeong tersenyum kecil melihat tingkah menggemaskan keponakannya itu. Tidak biasanya HyunKi bersikap menggemaskan seperti ini karena keponakannya itu tergolong anak pendiam. Setelah mengenal SeoHwa barulah dia mulai menunjukkan lebih banyak eskpresi.
Setelah cukup lama berkendara YunSeong akhirnya sampai di rumah SeoHwa. Sebelum turun dari mobil YunSeong sudah memberi tahu HyunKi untuk tidak memanggilnya dengan sebutan papa karena hidupnya akan terancam kalau Yohan juga ada di rumah. Ini dikarenakan selama ini dia tidak bicara pada Yohan tentang adanya HyunKi.
"Waduh calon staff legislatif pagi bener datengnya. SeoHwa belum bangun nih," ujar Yohan menyambut kedatangan YunSeong.
"Tadi kata mas WooSeok udah bangun kok mas. Makanya gue dateng," balas YunSeong.
"Yeuh, nggak asik mas WooSeok. Nggak bisa diajak kerjasama. Yaudah masuk dulu," ucap Yohan mempersilahkan.
"Itu anak siapa yang lo culik? Pagi-pagi udah dapet mangsa aja," lanjutnya sembari menatap anak laki-laki yang asik berjalan sambil menggandeng tangan YunSeong.
"Mau tau aja," balas YunSeong sembari tersenyum kecil.
Yohan mencebik kesal mendengar jawaban YunSeong. Dia beranjak menuju dapur untuk mengambilkan sekotak susu. Diam-diam dia penasaran dengan identitas anak yang dibawah oleh YunSeong itu, jadi dia berusaha untuk mendekati anak itu dengan cara memberikan sekotak susu dengan harapan bahwa nantinya anak itu mau bicara dengannya.
"Bunda," seru anak tersebut begitu melihat SeoHwa.
Yohan yang baru kembali dari dapur merasa jantungnya berhenti. Sekotak susu yang ada di tangannya terjatuh begitu saja saat dia mendengar bagaimana anak tersebut memanggil SeoHwa dengan sebutan bunda. Ditambah lagi SeoHwa meresponnya dengan gembira. Lengkap sudah kejutan pagi ini yang rasanya hampir membuat jantungnya benar-benar berhenti bekerja.
Yang mengetahui tentang identitas anak tersebut hanya WooSeok saja sebenarnya. Yohan sengaja tidak diberitahu karena SeoHwa sendiri ingin membuat Yohan terkejut ketika anak tersebut memanggilnya dengan sebutan bunda. Dan rencananya tersebut sukses walaupun tadi di mobil YunSeong sudah meminta keponakannya itu untuk tidak memanggil dirinya dan SeoHwa dengan sebutan ayah dan bunda.
"Lebay banget," bisik WooSeok pada Yohan yang masih membeku di tempatnya.
"Itu anaknya kakaknya YunSeong, tenang aja. YunSeong masih bujangan kok, bukan duda anak satu," lanjutnya.
"Kenapa manggil SeoHwa pake sebutan bunda coba. Kan Yohan jadi jantungan gini," gerutu Yohan.
"Anak kecil kalo jarang ketemu bapak ibunya pasti bakal panggil orang-orang yang deket sama dia pake panggilan kaya gitu buat gantiin figur papa mamanya. Ada beberapa kasus yang memang kejadiannya kaya gitu. Salah satunya ya kejadian sama keponakan YunSeong ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
In Aeternum Te Amabo
Fan-FictionKim Seo Hwa. Anak bungsu keluarga Kim ini sangat amat dijaga oleh ketiga kakak laki-lakinya semenjak kecil hingga dewasa. Yang mana hal itu membuat SeoHwa sangat menikmati seluruh perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh ketiga kakaknya. Apala...
