Suasana makan malam kali ini benar-benar ramai. Semua itu karena kehadiran beberapa tamu tak diundang ke rumah mereka. Bahkan teman-teman Yohan dan MinHee berebut untuk bisa duduk di hadapan SeoHwa. Sayangnya mereka semua tidak bisa duduk di hadapan SeoHwa karena YunSeong dengan santainya duduk disana ketika mereka berkelahi.
"Lo si bangke. Gue nggak jadi duduk di hadapan bidadari kan akhirnya," gerutu Yuvin.
"Lo pikir gue berhasil duduk di depan neng SeoHwa? Kaga elah," balas HanGyul tak kalah sengit.
"Lo sih," ucap MinHee sambil menunjuk JungMo.
"Lo juga sih rusuh," balas JungMo dengan santainya.
"Duduk ato gue usir kalian," ancam Yohan.
Dia sudah muak sekali melihat 4 orang lelaki berkelahi dengan bodohnya hanya karena ingin duduk bersama SeoHwa. WooSeok memukul bahu meresahkan satu-satu, tidak begitu keras namun cukup membuat mereka semua meringis menahan sakit. Akhirnya mereka berempat berhenti berkelahi dan memilih duduk di kursi masing-masing.
"Nggak paham gue sama kalian. Badan doang gede tapi sukanya ngeributin orang yang sama sekali nggak peduli sama. kalian," ucap Yohan.
SeoHwa yang sudah selesai memakan makanannya akhirnya beranjak dari ruang makan, menyisakan ketiga kakaknya, MinHee dan teman-teman Yohan. Tak lama kemudian YunSeong turut beranjak dari ruang makan setelah menyelesaikan makanan di piringnya juga.
"Disini nggak boleh ngerokok kak," ucap SeoHwa ketika mendapati YunSeong sedang asik merokok.
"Kata siapa? Tadi gue udah izin mas WooSeok katanya boleh kok. Yang penting nggak di dalem rumah," balas YunSeong.
"Nanti SeoHwa cepet mati kalo hirup asap rokok," ucap SeoHwa.
Bagai mendengar sihir, YunSeong buru-buru membuang rokoknya ke tanah kemudian menginjaknya dengan sepatunya. SeoHwa tersenyum kecil melihat itu.
"Makasih kak," ucapnya kemudian berlalu masuk ke dalam rumah.
"Gue kok nurut aja sih anjir," gumam YunSeong.
***
SeoHwa asik bermain monopoli bersama MinHee di ruang tengah sedangkan teman-teman Yohan menonton film horror bersama Yohan. Telinga SeoHwa dan MinHee rasanya nyaris pecah ketika Yohan dan ketiga temannya itu berteriak keras ketika sosok setan di film itu muncul.
"Badan doang segede babon tapi nonton film horror jerit-jerit," gumam MinHee.
"Emang Minnie nggak takut?" tanya SeoHwa.
"Enggak dong. Di rumah gue banyak setan tus kalo ketemu nggak pernah teriak tuh gue," ucap MinHee menyombongkan dirinya.
"Sombong banget." SeoHwa terkikik geli.
MinHee tersenyum kecil. Mereka kembali melanjutkan permainan monopoli mereka hingga pukul 8 malam.
"Gue pulang dulu ya. Besok gue dateng lagi," pamit MinHee pada SeoHwa.
"Hati-hati ya Minnie." SeoHwa berjalan keluar untuk mengantar MinHee.
"Jangan lupa mimpiin SeoHwa," tambahnya kemudian.
"Gimana neng? Coba ulangi," balas MinHee pura-pura tuli.
"Jangan lupa mimpiin mas Yohan," balas SeoHwa.
"Jangan lupa mimpiin SeoHwa. Oke siap." MinHee memasuki mobilnya kemudian beranjak dari rumah SeoHwa.
Begitu SeoHwa mau kembali masuk ke dalam rumah dia tidak sengaja menabrak seseorang. Hwang YunSeong. Si manusia kaku yang menjadi kakak pendampingnya di Bali dahulu yang ternyata adik tingkat beda fakultas dengan WooSeok.
KAMU SEDANG MEMBACA
In Aeternum Te Amabo
FanfictionKim Seo Hwa. Anak bungsu keluarga Kim ini sangat amat dijaga oleh ketiga kakak laki-lakinya semenjak kecil hingga dewasa. Yang mana hal itu membuat SeoHwa sangat menikmati seluruh perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh ketiga kakaknya. Apala...
