6.1

18 6 0
                                        

Selama beberapa bulan ini SeoHwa sering datang ke apartemen YunSeong. Entah itu untuk sekedar mampir saja atau untuk menghabiskan waktu bersama dengan kekasihnya. Apalagi di apartemen YunSeong itu SeoHwa sudah memiliki beberapa barangnya sendiri. Bahkan YunSeong sampai membelikan sebuah lemari yang khusus diisi dengan barang-barang milik SeoHwa.

Ketika hari libur atau tidak ada jadwal bekerja biasanya mereka akan memilih untuk menghabiskan waktu seharian di apartemen kemudian malamnya YunSeong baru mengantarkan SeoHwa kembali ke rumahnya. Menghabiskan waktu bersama selama ini benar-benar membuat mereka bisa mengenal satu sama lain dengan lebih baik lagi. Bahkan kini SeoHwa sudah terbiasa mendengar YunSeong yang bicara dengan tidak menggunakan kata 'lo-gue' yang identik dengan gaya bicara anak ibu kota.

Kalau selama ini terbiasa menghabiskan waktu bersama YunSeong selama hari libur maka khusus untuk hari ini dia diminta untuk berada di rumah oleh ketiga kakaknya. Sebenarnya tanpa diminta pun SeoHwa akan berada di rumah pada hari liburnya kali ini karena YunSeong sedang pulang ke Bali untuk mengurus beberapa hal dan baru akan kembali besok atau lusa.

Seperti hari libur biasanya, kondisi rumah akan berubah ramai dengan berbagai macam celotehan dan perkelahian kecil maupun besar yang terjadi diantara ketiga kakaknya. SeoHwa yang memang terbiasa tidak peduli dengan perkalhian ketiga kakaknya pun memilih untuk menonton sambil sesekali mengompori supaya perkelahian yang terjadi menjadi semakin panas.

"Yang mau nikah kan bukan kita. Nggak usah ngeributin hal kaya gini deh mendingan," ujar MinKyu.

"Gabisa," ucap WooSeok dan Yohan bersamaan.

MinKyu yang merasa terkejut dengan jawaban kedua kakaknya itu beringsut mundur menjauhi kedua kakaknya yang masih beradu pendapat itu. Dia merasa enggan jika harus beradu mulut dengan kedua kakaknya itu karena dia pasti akan kalah debat jika dibandingkan dengan kedua kakaknya yang terkenal ganas bukan main kalau sudah berurusan dengan adu pendapat.

"Masih ngeributin baju yang mau dipake buat kondangan?" tanya SeoHwa. MinKyu mengangguk pelan.

"Percuma banget berantem soal baju yang dipake buat kondangan. Padahal tugasnya besok bukan jadi tamu, tapi jadi tukang bersih-bersih," ujar SeoHwa.

"Groomsmen dek. Enak aja bilang tukang bersih-bersih," balas MinKyu tak terima.

"Halah, sama aja. Toh juga tugasnya groomsmen itu buat melayani manten putra to? Apa bedanya sama tukang bersih-bersih coba?"

"Ya tapi jangan tukang bersih-bersih juga dek nyebutnya. Udah keren pake panggilan groomsmen masa sama kamu diubah seenaknya jadi tukang bersih-bersih."

SeoHwa dan MinKyu beranjak menuju halaman depan karena merasa jengah dengan kedua kakak mereka yang masih belum selesai dengan perdebatan mereka. Dari kejauhan mereka melihat JinHyuk datang dengan tampilan yang cukup membuat mereka shock.

JinHyuk datang dengan mengenakan vest yang dibalut dengan kemeja putih yang sengaja tidak dikancing, ditambah lagi jaket kulit yang panjangnya selutut melengkapi penampilannya. Rambutnya sengaja dicat abu-abu di bagian dalamnya, seperti model peak a boo. Bagian yang paling membuat shock mereka adalah JinHyuk datang dengan senjata api palsu yang nampak seperti asli di tangan kirinya.

"Stress," gumam MinKyu. SeoHwa yang berdiri di sampingnya memandang JinHyuk dengan

Kalau orang awam yang melihat JinHyuk berpenampilan seperti ini maka dapat dipastikan bahwa dia akan diseret ke kantor polisi karena dikira berniat melukai seseorang. Untung saja orang-orang di lingkungan ini paham betul kalau putra sulung Lee DongWook yang satu memang kerap kali mengundang banyak perhatian dan tatapan penasaran akan tingkahnya yang ajaib. Apalagi kalau sudah disatukan dengan Yohan maka keduanya akan sangat mudah dikenali.

In Aeternum Te AmaboCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang