⚠️Ciee ku ghosting yaa?? Hehehe maaf yaa ayang²ku 🤗 nih biar kalian gak galau nunggu Mulu, ku kasih epilog yang panjangggg...
Tapi belum lupa alur kan ya?? Atau udah lupa? Kalo udah boleh baca part sebelumnya dulu Sebelum kesini yaa
***
"Faiz, masuk kamar terus istirahat. Adik-adik kamu mungkin menginap di rumah teman mereka," kata Devan kepada putra sulungnya yang sedari tadi bingung mondar-mandir di kamar kedua adik kembarnya. "Papi naik dulu, Mami kamu juga pasti capek."
Faiz hanya bisa mengangguk, ia berjalan ke arah sofa lalu mencari kontak adik perempuan satu-satunya. Hari ini ia ingin memberikan kejutan untuk Kenzi karena pulang lebih awal daripada yang diberitahukan tadi.
Berkali-kali ia menekan tombol panggil tetapi tak ada satupun panggilannya yang di jawab, mungkinkah adik kecilnya ini sedang tidur? Tetapi rasanya tidak mungkin, Faiz tau tipe Kenzi. Gadis itu sangat suka begadang apalagi jika besok adalah hari libur, tetapi kenapa panggilannya tak di jawab. Ia berusaha sekali lagi untuk menelepon Kenzi, dan beruntungnya kali ini panggilannya diangkat.
"Halo Ken, lo dimana? Lo gak dirumah? Cepet pulang gue punya kejutan," ujar Faiz dengan antusias bahkan senyumannya tak pudar-pudar dari bibir manisnya.
"Bang ini Lya, kita lagi di jalan mau pulang. Kenzo juga sama kita," balas orang tersebut dengan suara serak khas orang menangis.
"Kenzi-nya mana Ly? Gue mau ngomong sama dia, gue kangen nih sama adek gue," ucap Faiz pada orang di sebrang.
"Bentar lagi sampe gue matiin aja ya bang." Bukannya mendapatkan jawaban, panggilan tersebut malah diputuskan sepihak oleh Lya.
Faiz bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi, suara Lya tadi sangat parau ia yakin jika ada sesuatu yang terjadi, tetapi apa, Faiz benar-benar tidak bisa mengerti.
Lama bergulat dengan pikirannya, tiba-tiba saja terdengar banyak motor suara motor yang mendekat. Faiz bangkit dengan semangat, ia benar-benar akan mengejutkan Kenzi malam ini.
Tidak lama pintu terbuka dan menampakkan Kenzo dengan wajah sembabnya, ia dibantu oleh Brian untuk berjalan masuk. Setelah itu beberapa teman Kenzi juga masuk dengan mata bengkak mereka.
Faiz berjalan menghampiri adik lelakinya yang tampak memprihatinkan itu, "Lo kenapa kaya gini? Kenzi mana?" tanya Faiz dengan menatap Kenzo dan Lya secara bergantian.
Air mata Kenzo kembali mengalir, tangannya terulur menunjuk ke arah pintu. Di sana terlihat sosok gadis yang penuh dengan lumuran darah sedang di gendongan oleh remaja laki-laki. Mata Faiz memanas, ia menatap tak percaya ke arah pintu.
"Itu bukan Kenzi 'kan?" tanya Faiz lirih, ia menatap ke arah adik lelakinya dan juga teman-temannya Kenzi. "Bilang ke gue kalo itu bukan Kenzi!" Teriakan Faiz menggema di seluruh penjuru rumah, semuanya hanya dia terisak.
Ia berjalan ke arah gadis tersebut, dirinya bersimpuh di samping tubuh tak bernyawa Kenzi. Buliran air mata mengalir dengan deras begitu saja.
Ia kira Kenzi yang akan terkejut dengan kedatangannya, akan tetapi rasanya itu tidak benar. Karena nyatanya Faiz lah yang terkejut dengan semua ini.
"Kenzi bangun dek, lo masih punya janji ke gue. Ayo bangun, lo pasti cuma bercanda."
Faiz mengguncangkan tubuh adik perempuannya ini, berharap agar gadis itu mau terbangun. Tetapi semuanya hanya sia-sia, Kenzi benar-benar tidak ingin bangun lagi. Ia sangat menikmati tidur panjangnya, gadis itu enggan membuka matanya lagi. Ia terlalu lelah untuk menghadapi dunia yang kejam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leader Girl (END)
Teen FictionTentang sebuah kisah yang melibatkan banyak hati dan perasaan, tentang lingkaran takdir yang selalu membelenggu manusia. Tentang permainan takdir yang entah bagaimana maunya. Tentang misteri takdir yang selalu mengikat manusia, bagaimana tuhan menja...
