Aster membawa nampan berisi dua gelas teh manis dari arah dapur dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia duduk di sofa sebelah Mentari. Sedangkan Mentari masih berkutik dengan ponsel pintarnya. Entah apa yang dilihat oleh Mentari, sampai-sampai ia tidak tahu bahwa Aster sudah duduk di sebelahnya.
Aster mencolek bahu Mentari dan ikut melihat ke arah layar ponsel yang dipegang oleh Mentari.
"Serius amat. Emangnya lagi lihat apa hayo?" tanya Aster sambil mendekatkan wajahnya ke arah layar ponsel pintar milik Mentari.
"Ohh, ini lagi lihat instagram," balas Mentari.
"Instagram? Instagram itu kayak diagram venn ya? Atau pengukuran berat dari suatu benda?" tanya Aster sedikit kurang tahu.
Mentari langsung menepuk jidatnya sambil geleng-geleng kepala.
"MasyaAllah, ini anak kudet banget." Mentari merasa ingin tertawa tapi ia tahan.
Aster yang tidak tahu jadi semakin tidak tahu. Sebenarnya apa sih instagram? Kalau menurut sepengetahuan Aster, instagram itu semacam materi diagram venn di dalam mata pelajaran matematika.
"Kudet apa, sih?" tanya Aster bingung.
"Kudet itu kepanjangan dari kurang update," jelas Mentari.
"Terus apa hubungannya dengan instagram?"
Mentari menghela napas panjang, ia harus berpikir panjang oleh pertanyaan yang dilontarkan oleh Aster.
"Apa ya? Gue juga bingung mau ngejelasinnya."
Mentari bingung untuk mencari kata-kata yang pas untuk menjelaskannya. Dan takut jika penjelasannya kurang dipahami oleh Aster dan membuatnya bertanya lagi.
"Langsung ke intinya aja. Instagram itu apa?" tanya Aster.
"Instagram adalah aplikasi jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi foto dan video dengan teman-teman mereka. Pengguna juga bisa mengambil gambar, filter-filter instagram dan dapat mengubah gambar dengan berbagai macam jenis filter yang tersedia," jelas Mentari.
Akhirnya Aster paham tentang instagram itu adalah aplikasi jejaring sosial, bukan materi diagram venn. Hehe lucu banget ya.
"Ohh, ternyata aplikasi. Gue kira materi diagram venn," ucap Aster sembari menertawakan dirinya sendiri.
"Selama ini lo belum pernah tau tentang aplikasi instagram?" tanya Mentari.
"Bukannya gue nggak tau. Tapi gue nggak punya aplikasinya jadi nggak tau, deh. Gue cuma punya aplikasi facebook doang. Itu pun gue nggak pernah buka aplikasinya," kata Aster.
"Pantesan."
Kemudian Mentari kembali men-scroll beranda instagramnya sampai ke bawah Hingga jari tangannya berhenti men-scroll ketika muncul foto seseorang yang terposting dengan gaya yang cukup keren.
Seseorang yang berada di postingan tersebut mengenakan kostum voli, sambil memegang bola voli di tangan kanan dan menaruhnya di pinggang. Lalu tangan kirinya mengangkat satu jempol.
Mentari menepuk-nepuk paha Aster dengan pandangan masih tertuju pada layar ponselnya.
"Lihat. Ini cowok keren banget kalau memakai kostum voli," puji Mentari ketika melihat postingan tersebut.
"Siapa yang keren?" tanya Aster.
"Ini Samudra."
Aster ikut melihat layar ponsel milik Mentari. Aster merasa biasa saja setelah melihat postingan tersebut.
"Itu kan cowok yang ngelempar bola voli ke kepala gue," ujar Aster sambil mengambil satu gelas teh manis di meja.
"Yang bener lo?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perahu Aster
Teen FictionAster Aleisha Castarica, seorang gadis cantik yang dilahirkan di tengah keluarga yang memiliki segalanya. Setelah kejadian yang menimpanya sepuluh tahun yang lalu, semua kehidupannya menjadi berubah. Aster menjadi anak dari keluarga sederhana dan ti...
