Perahu Aster 4

109 41 105
                                        

Matahari sudah berganti posisi berada di barat. Cahaya yang ia pancarkan sedikit berkurang, tak sepanas tadi siang. Sore mulai menyambut orang-orang untuk pulang dari bekerja.

Saat ini Aster sudah berada di depan rumah yang lumayan sederhana. Tidak terlalu bagus dan tidak terlalu jelek, bisa dikatakan sedang-sedang saja yang bisa melindungi dirinya dari panas dan hujan.

Aster memberikan uang kepada sopir ojek online. Tidak lupa ia melepas helm yang ia pakai dan mengembalikannya kepada sopir ojek online.

"Ini, Pak." Aster memberikan helmnya kepada sopir ojek online dengan sopan.

"Terima kasih, Mbak."

"Iya sama-sama, Pak."

Setelah mengantarkan Aster pulang ke rumahnya, sopir ojek online tersebut langsung beranjak pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yaitu mengantar para penumpang yang sudah menunggunya.

Kemudian Aster langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya. Di ruang tamu sudah ada Nuri yang sedang membaca koran.

"Assalamualaikum Bu," salam Aster.

"Waalaikumsalam. Ehh, Aster udah pulang. Tumben pulang sore?" tanya Nuri.

"Tadi Aster masih belajar dulu di perpustakaan dan membaca buku untuk menambah wawasan, Bu," jawab Aster dengan jujur.

Aster memaksakan senyumnya, ia sedikit takut kalau Nuri akan memarahinya karena pulang sore.

Nuri tersenyum hangat sambil mengelus pundak Aster.

"Rajin banget anak Ibu," puji Nuri.

"Ibu nggak marah kan, kalau Aster pulang sore?" tanya Aster.

"Kenapa harus marah? Kalau alasan kamu pulang sore itu benar dan kamu mengatakannya dengan jujur. Ibu nggak akan marah. Tapi kalau alasan kamu itu nggak benar dan kamu bohong sama Ibu. Ibu akan marah sama kamu," jelas Nuri.

Aster mengangguk mengerti.

"Tapi kamu tadi bilang jujur kan?"

"Aster selalu jujur, Bu. Nggak mungkin Aster bohong," ujar Aster.

"Budayakan bicara jujur ya. Entah ke Ibu atau ke siapapun itu kamu harus selalu jujur ya," pesan Nuri.

"Iya Bu."

Lalu Aster segera beranjak ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Saat Aster meletakkan tasnya di meja belajar, ia teringat akan sesuatu yang penting yang harus ia beritahukan kepada ibunya. Kemudian ia bergegas keluar dari kamarnya.

"Ibu!" teriak Aster.

Aster berjalan ke ruang tamu untuk menemui Nuri. Tetapi Nuri tidak ada.

"Ibu kemana, ya? Tadi ibu masih ada di sini, cepet banget ngilangnya," ucap Aster.

"Ibu!!" teriak Aster memanggil ibunya.

"Iya sebentar!" seru Nuri.

Terlihat wanita paruh baya yang sedang berjalan dari arah dapur, lalu menghampiri Aster yang sedang berdiri di ruang tamu.

"Ada apa Aster? Kenapa kamu teriak-teriak?" tanya Nuri.

"Ada hal penting yang ingin Aster beritahukan kepada Ibu," kata Aster.

"Hal penting apa?"

"Itu Bu, Aster pengen kuliah ke Negeri Sakura," ucap Aster cepat.

Nuri sedikit terkejut dengan apa yang Aster ucapkan barusan. Lalu ia mengorek kedua telinganya, apakah ia memang salah dengar atau tidak.

Perahu AsterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang