Perahu Aster 52

16 1 0
                                        

Suara riuhan tepuk tangan sangat meriah dan saling mendominasi seisi ruangan saat gadis kecil itu meniup lilinnya. Satu potong kue pertama ia berikan kepada Mama yang paling ia sayang.

"Ini kue buat Mama. Aku suapin, ya." Gadis kecil itu menyuapkan sepotong kue ke dalam mulut Mamanya.

Sang Mama tersenyum bahagia setelah memakan kue yang diberikan oleh putri kecilnya. Lalu mengeluarkan sebuah hadiah yang telah ia siapkan untuk putrinya.

"Mama punya hadiah buat kamu, sayang," ucap Mama sembari memegang hadiah di tangan kanannya.

"Wah hadiah. Aku mau hadiahnya, Ma." Gadis kecil itu mencoba mengambil hadiah dari Mamanya. Akan tetapi sang Mama menyembunyikan hadiahnya di belakang punggung.

"Sebelum Mama kasih hadiah ini, kamu cium pipi Mama dulu. Setelah itu baru Mama kasih," pinta Mama.

"Halus ya Ma?"

"Harus dong sayang."

Perlahan gadis kecil itu mengecup pipi kanan Mamanya. Kemudian Mamanya langsung memberikan hadiah berbentuk kotak kecil kepada putrinya. Gadis kecil itu bersorak senang setelah mendapat hadiah dari Mamanya.

"Ini isinya apa Ma? Kok kecil?" tanya gadis kecil itu merasa penasaran.

"Coba kamu buka dulu."

Gadis kecil itu langsung membuka hadiah di dalam kotak.

"Wah bagus banget."

Isi hadiah itu adalah sebuah kalung lontion berbentuk love yang di dalam bentuk love itu ada tulisan tempat tanggal lahirnya juga.

Kemudian Sang Mama memasang kalung itu di leher putrinya. Gadis kecil itu sangat begitu bahagia di hari ulang tahunnya yang ke lima tahun.

"Terima kacih Mama."

Aster langsung terbangun dari tidurnya dengan keadaan ia masih memegang buku dan beberapa buku lainnya masih tergeletak di atas kasur.

Kemarin tanpa sadar Aster langsung terlelap begitu saja saat ia sedang membaca buku hingga menjelang pagi.

Aster menghembuskan napas pelan, lalu melihat di sekitar kamarnya.

"Ternyata cuma mimpi," lirih Aster.

"Dalam mimpi tadi gue sangat bahagia banget. Kalung lontion .... Kalung itu."

Aster langsung beranjak dari kasurnya untuk mencari kalung. Dulu waktu Aster masih kecil pernah diberi sebuah kalung lontion.

Aster membuka lacinya satu persatu. Kemudian ia menemukan sebuah kotak berukuran kecil dari dalam laci tersebut. Lalu ia kembali duduk di pinggir kasur.

Kotak kecil itu berisi kalung lontion berbentuk love dan sama persis yang berada di dalam mimpinya.

"Mama," lirih Aster dan matanya mulai berkaca-kaca. "Aster butuh Mama sama Papa sekarang." Aster berharap bisa mengikuti tes beasiswa dengan kehadiran kedua orangtua kandungnya.

Aster membaca tulisan tempat tanggal lahirnya di dalam lontion itu dan mendapat sebuah petunjuk. Ia yakin kedua orangtua kandungnya pasti masih tinggal di kota itu.

******

Hawa kantuk mulai menyerang para siswa-siswi, sebab mata pelajaran yang diajarkan hari ini adalah Bahasa Indonesia.

Apalagi materi hari ini adalah bab materi dongeng. Lengkap sudah langsung tertidur lelap.

"Hoamm." Mentari menguap berkali-kali saat mendengar Ibu guru yang membacakan cerita dongeng Si Kancil.

Perahu AsterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang