Perahu Aster 31

25 4 0
                                        

Malam ini setelah selesai belajar Aster duduk di atas kasurnya sambil menatap ke arah jam dinding yang menempel di tembok kamarnya.

Pukul 08.00 malam.

Gadis itu terdiam dan tak tahu harus melakukan aktivitas apa lagi. Semua kegiatan sudah ia kerjakan. Malam belum juga terlalu larut. Daripada hanya terbengong-bengong saja di atas kasur, Aster beranjak pergi keluar dari kamarnya.

Gadis itu berjalan-jalan untuk menghilangkan rasa bosan di sekitar rumahnya sambil menikmati angin yang berhembus dalam kesunyian malam  

Kebetulan malam itu langit cerah, bulan pun memancarkan sinar dengan terangnya. Setelah berjalan sekian lama, tanpa terasa ia telah melewati gedung-gedung tinggi di kanan kirinya.

"Indah banget jalanan kota ini," kata Aster nampak takjub melihat jalanan kota yang dihiasi oleh lampu-lampu.

"Iya sangat begitu indah, apalagi bulan dan bintang ikut memancarkan sinar benderang," sahut seorang cowok.

Aster sedikit terkejut setelah mendengar suara seseorang. Ia tak tahu cowok itu datang dari mana, tiba-tiba sudah berjalan di sampingnya.

"Sejak kapan lo ada di sini?" tanya Aster.

"Sejak tadi," jawab Samudra singkat.

"Ohh, jadi lo sengaja ngikutin gue ya," tuduh Aster sambil menunjuk Samudra.

Lalu keduanya sama-sama menghentikan langkahnya.

"Enggak kok. Gue nggak ngikutin lo," jawab Samudra.

"Terus kenapa lo bisa jalan di samping gue kalau lo memang nggak ngikutin gue?"

Sudut bibir Samudra tertarik membentuk sebuah senyuman tipis.

"Gue tadi lagi jalan-jalan, dan kebetulan gue lihat lo lagi jalan di pinggiran mall. Gue samperin lo, deh. Dan lo sendiri nggak nyadar dengan kehadiran gue. Lo aja jalan sambil lihat ke atas."

Memang benar. Aster tak terlalu meperhatikan orang-orang di sekitarnya. Karena ia fokus melihat pemandangan kota yang enak dipandang oleh mata.

Kemudian Aster hanya manggut-manggut saja.

"Tapi lo sebenarnya sengaja kan ngikutin gue," ucap Aster lalu melanjutkan langkahnya.

"Kalau iya kenapa? Dan kalau tidak kenapa?" tanya Samudra sambil berjalan menyamai langkah Aster.

Aster menghembuskan napas panjang.

"Entahlah gue nggak tau." Aster menatap setiap langkahnya dengan tangan dilipat di depan dada. "Lo selalu muncul secara tiba-tiba dan bikin gue kaget. Kayak jin aja lo," tambahnya.

Samudra hanya membalas dengan senyum tipis.

******

Tak terasa mereka berdua sudah berjalan sampai di depan alun-alun kota. Di sana banyak anak muda yang sedang jalan-jalan di sekitar alun-alun. Ada yang sedang foto-foto dan ada juga yang sedang membeli makanan di sekitar alun-alun.

Aster berjalan menyusuri taman alun-alun kota, sementara Samudra mengikutinya dari belakang. Kerlap-kerlip lampu berwarna-warni menghiasi alun-alun kota, dan tiang lampu yang berjajar disetiap sudut taman menjadi pelengkap keindahan.

Perahu AsterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang