Sekumpulan tim voli sedang berkumpul di dekat lapangan. Mereka semua duduk-duduk di bawah pohon yang rindang sambil merundingkan sesuatu.
"Dra, gimana keputusan lo?" tanya Apip.
Samudra menyenderkan bahunya di batang pohon. Ia masih mempertimbangkan keputusan dari teman-temannya.
Samudra menarik napasnya lalu menghembuskannya secara perlahan. Kemudian menegakkan tubuhnya kembali.
"Gue setuju dengan keputusan kalian semua. Nanti sore kita latihan di stadion dan kalian harus datang tepat waktu. Jangan sampai ada yang terlambat. Jika ada yang terlambat maka latihannya nggak akan bisa full time."
"Siap komandan!" seru para timnya secara bersamaan.
"Gue mau usul sesuatu," sahut Ogi sambil mengangkat tangannya.
"Usul apa?" tanya Samudra.
"Latihannya nanti kan butuh konsumsi juga. Dan pastinya setelah latihan pasti pada lapar dan haus kan. Nah, gimana kalau kita ngumpulin dana buat beli minuman dan makanan? Biar nggak ke sana ke sini buat beli," usul Ogi.
"Nanti akan gue atur dan gue informasikan saat pulang sekolah," kata Samudra.
Semua timnya hanya mengangguk-angguk saja. Kemudian setelah musyawarah itu selesai, Samudra langsung kembali ke kelasnya.
Saat perjalanan menuju ke kelasnya, tiba-tiba Samudra mendapat ide cemerlang tentang usul dari temannya tadi. Dan kebetulan saja ada orang yang bisa ia mintai pertolongan.
Samudra menghampiri seorang gadis yang sedang duduk di taman sekolah sambil membaca bukunya.
"Aster," panggil Samudra.
Lalu gadis tersebut langsung menoleh ke arah Samudra yang sedang berdiri di sampingnya. Dan agak sedikit kaget karena Samudra memanggil namanya.
"Ada apa?" tanya Aster.
"Gue mau minta tolong sama lo."
"Minta tolong apa?"
"Tolong belikan gue satu kardus botol aqua," pinta Samudra.
Saat itu juga Aster langsung membulatkan kedua matanya.
"Apa? Satu kardus botol aqua? Gue nggak salah dengar, nih," tanya Aster memastikan.
"Iya."
"Buat apa beli botol aqua sekardus?"
"Lo nggak usah banyak tanya. Pokoknya lo harus cepat beliin di supermarket."
Aster langsung berdiri lalu meletakkan bukunya di kursi taman.
"Permintaan lo kan udah selesai, dan gue udah nggak punya urusan lagi sama lo," ucap Aster.
"Gue cuma minta tolong bukan untuk memenuhi permintaan," tegas Samudra.
"Lo punya dua tangan dan dua kaki. Seharusnya lo bisa beli sendiri."
Samudra merogoh saku celananya dan mengambil beberapa lembar uang. Lalu menyodorkannya kepada Aster.
"Cepetan lo beli aqua pakai uang gue."
"Tapi...."
"Nggak ada penolakan," sahut Samudra.
Aster menghembuskan napas pasrah. Kenapa harus dirinya yang disuruh beli?
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan bentuk tubuh yang sempurna. Punya dua tangan dan dua kaki yang gunanya untuk mengambil sesuatu dan berjalan.
Tidak ada angin dan tidak ada hujan, datang-datang langsung nyuruh orang tanpa alasan yang jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perahu Aster
Ficção AdolescenteAster Aleisha Castarica, seorang gadis cantik yang dilahirkan di tengah keluarga yang memiliki segalanya. Setelah kejadian yang menimpanya sepuluh tahun yang lalu, semua kehidupannya menjadi berubah. Aster menjadi anak dari keluarga sederhana dan ti...
