Perahu Aster 23

37 5 0
                                        

Sang surya sedikit condong ke barat. Sinar cahaya yang dipancarkannya sudah sedikit berkurang, tak begitu panas seperti tadi siang.

Di area kebun binatang gembiraloka sudah banyak pengunjung yang berdatangan. Kali ini yang berkunjung bukan para wisatawan ataupun masyarakat sekitar. Melainkan para murid-murid Trijaya Manggala, untuk melakukan pengamatan. Ada juga wisatawan yang berkunjung, namun hanya beberapa saja.

"Wah! Banyak juga ya hewan-hewannya. Ternyata di sini juga ada dinosaurus." Aster berdecak kagum.

"Namanya juga kebun binatang. Ndeso banget lo," sahut Cantika dibalas dengan lirikan oleh Aster.

Aster beserta dua kawannya berjalan mengelilingi kebun binatang untuk mengamati hewan-hewan langka yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Sendari tadi yang paling heboh sendiri adalah Aster, sementara kedua temannya hanya biasa saja sambil mengamati hewan-hewan satwa.

Maklum baru pertama kali ini Aster mengunjungi kebun binatang. Karena sejak Aster SD ia tak pernah liburan ke tempat-tempat wisata. Pernah ia liburan ke tempat wisata di sebuah telaga sarangan waktu kelulusan kelas 6 SD, itupun hanya sekali.

"Wah! Ada singa." Aster menghampiri sebuah kandang yang pagarnya terbuat dari besi dan di dalamnya terdapat seekor singa.

"Woi lo mau nyari mati hah!" teriak Cantika ketika melihat Aster berjalan mendekati kandang singa.

"Gue mau lihat singa," sahut Aster dari kejauhan.

"Lihat dari kejauhan aja emang nggak bisa?"

"Gue mau melakukan pengamatan."

Cantika mendengus kesal. Ia memang sedikit takut dengan hewan singa. Sejak Cantika masih kecil ketika ia diajak oleh keluarganya ke kebun binatang, ia ketakutan ketika melihat singa yang sedang mengaum.

"Heh tangan lo!" teriak Cantika mencegah Aster agar tak menyentuh pagar besi.

"Udahlah Can. Aster itu lagi melakukan pengamatan. Mending kita ke sana aja, yuk," ajak Mentari.

"Ogah gue ke sana. Gue masih sayang sama nyawa gue. Kalau lo mau ke sana ya silahkan," ujar Cantika.

"Kita satu kelompok harus kompak. Ayo ke sana." Mentari menarik lengan Cantika. Sementara Cantika sendiri terpaksa harus berjalan mengikuti Mentari dari belakang.

"Gimana udah lo amati semua?" tanya Mentari.

"Udah kok. Gue udah catat semua hal-hal yang terkait dengan hewan singa ini," kata Aster sembari tersenyum.

"Oke. Sekarang kita foto dulu untuk bukti pengamatan." Mentari menatap Cantika yang sedang berdiri agak jauh darinya. "Cantika, lo yang bawa kamera fotoin kita berdua ya."

"Harus ya?" tanya Cantika.

"Ya haruslah. Buruan fotoin."

Cantika memegang kameranya yang menggantung di lehernya. Lalu mengarahkannya ke arah Mentari dan Aster yang sedang berpose di depan kandang singa.

Setelah selesai memotretnya, Cantika langsung menyimpan foto-foto tersebut.

"Gue mau lihat fotonya Can," ucap Aster sembari berjalan ke arah Cantika.

"Nggak usah. Foto burik aja dilihat." Cantika langsung menjauhkan kameranya.

"Ihh, gue mau lihat." Aster berdecak sebal.

"Udah Ter, nanti aja lihat fotonya. Sekarang kita lanjut lagi pengamatannya. Entar keburu sore," ujar Cantika disertai anggukkan oleh Aster.

******

Perahu AsterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang