5. SEBUAH KEPUTUSAN
***
Di atap gedung di sebuah rumah sakit, seorang wanita berdiri dengan tatapan kosongnya. Tidak peduli banyak sekali yang berseru padanya agar tidak melompat, atau di ingatkan akan dosa.
Dia adalah Nisa. Bicara soal dosa, ia telah banyak sekali memilikinya. Mungkin itulah alasan tuhan sangat kejam dan berlaku tidak adil pada hidupnya.
Karena ia pendosa, ia lemah, ia begitu buruk.
Dari bawah, Raka menatap putus asa istrinya. Ia tak memiliki tenaga untuk berteriak seperti yang orang-orang lain lakukan. Otaknya buntu, sama seperti Nisa.
"Pak, ayo bujuk isterinya agar tidak berpendek akal. Jangan sampai dia menyesal nantinya pak.." Ujar seorang wanita paruh baya yang sepertinya tidak sengaja lewat.
Raka membisu. Dadanya sangat sakit sekali, ia sungguh telah merasa gagal sebagai suami. Hingga isterinya hendak meninggalkannya seperti itu.
Raka tersedu, ia jatuh berlutut di tanah.
Nisa melihat itu, suaminya menangis sedih karenanya. Tapi ini bukan pertama kalinya, dulu Raka juga pernah menangis saat mereka masih berpacaran. Itu juga karena salahnya, Raka selalu menangis karena ulahnya.
"Raka.. Maaf.."
"Mbakk!! Istifar mbak, turun mbak!"
"Jangan lompat mbak!"
"Mbakkk!"
Nisa mengayunkan satu kakinya di udara. Lalu..
Sret.. Bruggh..
Raut marah Tara tertampang jelas di hadapan Nisa. "Kamu nggak waras haahh? Kamu kira dengan bunuh diri semua masalah selesai gitu aja? Nggak TOLOL!!" Bentak Tara berapi-api.
Nisa menangis tersedu dalam pelukan Tara. Ia tidak tahu bagaimana dan kapan Tara datang, tapi satu hal.. Ia yakin, setelah ini rencananya pasti berhasil.
"Hiks.. Kamu nggak tau rasanya jadi aku, nggak ada yang bisa bantu a-aku.. Aku mau-,"
"Aku akan bantu kamu, Nisa! Aku akan lakukan apapun buat kamu! Hiks.. asal kamu jangan begini..." Bisik Tara disela isakannya. "Kamu punya aku, Nisa. Ayo, aku akan lakukan apapun buat kamu.."
Nisa tersenyum hangat disela isakannya. Terimakasih Tara, aku sangat menyayangimu. Maafkan aku yang egois ini, aku janji akan terus ada buat kamu apapun yang terjadi..
"Mama Ira mau kenalin Mas Raka sama anak temannya, Tara. Hikss.. Aku takut.."
Tara menangkup kedua pipi Nisa, untuk menenangkan wanita itu. "Dengar, Nisa! Aku, akan jaga Raka buat kamu! Aku janji, aku nggak akan biarkan siapapun ambil Raka dari kamu. Aku janji!"
Nisa mulai tenang, ia tersenyum menatap Tara penuh haru. "Kamu janji, nggak akan biarkan perempuan lain ambil Raka?"
Tara mengangguk. "Tentu, aku janji!"
"Kamu janji, akan bantu aku? Kasih anak ke Mas Raka?"
Tara menggertakkan giginya menahan sesuatu yang menyesakkan didada. Ini demi Nisa! Kali ini, aku harus berguna untuk orang lain. Bisiknya pada diri sendiri. "Ya, aku janji."
Nisa tidak bisa menahan rasa bahagianya. "Terimakasih sayangku, sahabatku..."
Tak jauh dari mereka, Raka berdiri menatap keduanya dengan raut tak terbaca.
***
Tatapan tajam Mamanya menyambut Tara ketika gadis itu membuka pintu apartement. Sejak kapan mamanya disana?
KAMU SEDANG MEMBACA
SALAH RASA
RomansaRasa cinta bisa membuat dunia kita lebih berwarna. Tapi kalau jatuhnya pada orang yang salah, apakah cinta akan tetap indah? #27 Oktober 2021
