ARAKA CHANDRA DINATA

102 13 4
                                        


Dalam hidup hidup ini, tidak banyak hal yang Raka inginkan.

Ia ingin menikah setelah memiliki pekerjaan, lalu hidup bahagia bersama. Itu saja!

Keinginan itu benar-benar terkabul saat Raka berusia 24 tahun, ia menikah dengan Nisa. Perempuan baik hati yang selalu menerima semua kekurangannya. Menemani Raka bahkan sejak Raka belum memiliki apapun.

Raka kira, semua kebahagiaan itu sudah cukup untuknya. Raka tidak memerlukan apapapun lagi, toh bersama Nisa ia bisa melakukan semua hal yang ia inginkan. Nisa adalah partner terbaiknya.

Sampai pada tahun-tahun ke tiga pernikahan, Raka sadar orang tuanya tidak merasa cukup hanya dengan itu. Berawal dari ketidakcukupan orang tuanya, kegelisahan Nisa pun mulai menjadi-jadi. Pertengkaran demi pertengkaran selalu menghampiri mereka, tak jarang Nisa sampai memutuskan pergi dari rumah untuk beberapa hari. Lalu Raka akan mencarinya, meminta maaf, kemudian mereka kembali berbaikan.

Raka tidak keberatan dengan permasalahan-permasalahan itu, meski beberapa kali merasa frustasi, Raka anggap ini ujian untuk pernikahan mereka. Raka tidak pernah tertarik untuk pergi atau sekedar berpaling sedikit saja dari Nisa. Hanya ada Nisa di hatinya.

Lalu... Hari itu tiba.

Rencana ceroboh Nisa yang sengaja melibatkan Tara dalam kehidupan pernikahan mereka.

Tara! Tarasha Athena! Satu-satunya perempuan yang pernah Raka gilai setengah mati. Satu-satunya perempuan yang berhasil membuat Raka pantas diberi gelar lelaki mesum, lelaki gila dan... bodoh.

Bagaiaman jika kalian bertukar dengan Raka? Diberi akses secara cuma-cuma untuk memiliki orang yang sangat kalian inginkan padahal dulu sudah bersusah payah melakukannya.

Satu kali, Raka mencoba tetap waras. Berusaha sebisa mungkin menjaga jarak maupun hati dengan Tara. Tapi dua kali? Raka tidak bisa lagi mempertahankan kewarasannya. Tidak peduli apapun tujuan utamanya bersama Tara, Raka kembali gila. Keinginannya kian bertambah, bukan hanya tentang anak, kini Tara pun telah menjadi arah tujuannya.

Tara nya yang ketus namun bukan pemarah, Tara si pemalu, Tara si polos, Tara si bijak,  banyak  hal-hal baru yang sialnya baru ia temukan kembali membuat Raka terpesona.

Katakan Raka sinting, karena saat ini pun Raka masih menginginkan kehangatan Tara. Ia benci pura-pura tidak rindu, ia benci tidak bisa menemui wanita itu semaunya. Ia benci harus memiliki alasan saat ingin menemui Tara.

Terserah kalau sampai kapanpun Tara tidak membalas cintanya, yang pasti Raka sudah menyiapkan rencana matang dibalik diamnya.

Raka sudah pernah mengalah, saat mengira Tara sudah berbahagia dengan pernikahannya bersama Tama. Tapi lagi-lagi Raka mengetahui itu semua hanyalah kebohongan. Lihat saja, takdir Tara hanya akan bersamanya. Bukan Tama!

Raka tersenyum miring melihat titik lokasi seseorang di ponselnya. Sejak beberapa jam yang lalu, ia telah memantau pergerakan wanita itu. "Feeling mu memang bagus sayang, sepertinya kita bernar-benar telah terkoneksi tanpa perlu berkomunikasi." Kekehnya geli.

Sembari menunggu wanita pujaannya tiba, Raka sengaja mematikan lampu sehingga kamar ini  terlilhat seolah tidak berpenghuni.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara seseorang masuk ke dalam apartement. Kemudian,  Lampu kamar yang semula gelap berubah terang benderang. Tanpa suara karena memang Raka tidak menutup pintunya.

Tara terkejut bukan main mendapati Raka berbaring manis di ranjangnya.

"Hai sayang? Gimana liburannya kemarin? Mana oleh-oleh untukku?"

Tara menelan salivanya susah payah. Sungguh, ia masih shock mendapati Raka di kamar apartementnya. Tadinya, Tara datang hanya untuk mengambil beberapa barang penting yang masih tertinggal disini, karena kedepannya ia berencana pindah ke rumah Tama.

SALAH RASATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang