"Akhirnya aku bisa bertarung melawan anggota Rappapa terkuat" kata Salt sambil tersenyum karena akhirnya ia menemukan lawan yang sepadan.
Rena melancarkan tendangan kearah samping kepala Salt yang masih dapat ditahan dengan mudah oleh leader Rappapa tersebut, tapi tak hanya itu Rena langsung menarik tendangannya dan kembali melancarkan tendangan kearah perut Salt yang masih dapat dengan mudah ditangkisnya.
Salt mencengkram kaki Rena dan dengan sekuat tenaga melembarnya hingga tubuh Rena ikut terlempar dan menabrak tumpukan meja yang tersusun disana.
Dengan perlahan Rena berdiri tapi Salt langsung menghampirinya dan memukul wajahnya beberapa kali.
BUAGHT!!!!
BUAGHT!!!!
BUAGHT!!!!
Salt terus memukuli wajah Rena berkali-kali seperti tak memberi jeda sedikitpun dan Salt seakan tak peduli meski wajah Rena sudah dipenuhi darah, sementara itu Rena hanya tertawa seakan menikmati setiap pukulan yang bersarang diwajahnya.
GREP
Rena menahan pukulan Salt dengan kedua tangannya dan ia langsung menanduk dahi Salt hingga Salt harus terdorong kebelakang dan Rena langsung memegang kepala Salt dan membenturkannya ketanah.
Tes!
Tes!
Tes!
Darah segar menetes dari pelipis Salt setelah Rena membenturkan kepalanya, Salt menyentuh pelipisnya yang berdarah dan tersenyum memandang darah segar ditangannya.
"Baru kali ini ada yang membuatku terluka seperti ini" kata Salt melihat darah ditangannya.
"Pukulanmu lumayan juga" kata Rena sambil mengelap darah disudut bibirnya.
"Sepertinya ini akan menarik hahahahahahaha" kata Rena sambil menjilat darah ditangannya dan tertawa layaknya seorang psikopat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di pabrik kosong terlihat Jurina beserta yang lainnya sedang melakukan pengobatan setelah melalui pertarungan.
"Bagaimana? apa sudah baikan?" tanya Otabe pada Jurina setelah ia mengobati luka Jurina.
"Terimakasih Otabe" jawab Jurina merasa tubuhhya lebih baik setelah menerima pengobatan.
"Mayuyu bagaimana dengan lukamu?" tanya Jurina pada Mayu yang saat ini masih diobati oleh salah satu anggota Rappapa lainnya.
"Aku baik-baik saja" jawab Mayu meski tubuhnya terluka cukup parah.
"Dimana Gekikara?" tanya Mayu.
"Dia pergi bersama leader Rappapa" jawab Jurina.
"Kemana?"
"Entahlah, mungkin mereka sedang bertarung" jawab Jurina.
"Dasar dia itu, padahal dia baru saja bertarung dan lukanya belum disembuhkan bisa-bisanya dia bertarung lagi" kata Mayu tak habis pikir dengan kelakuan calon kakak iparnya itu.
"Aku harus pergi menemuinya" kata Sasshi sambil beranjak dari duduknya meski saat ini kakinya sedang diobati.
"Sebaiknya kita tak mengganggunya" kata Jurina.
"Tapi aku khawatir dengannya, Rena-chan terluka parah apalagi tadi penyakitnya sempat kambuh" kata Sasshi terlihat sekali raut kahawatir diwajahnya, ia tau bahwa Rena kuat tapi keadaanya saat ini sangat mengkhawatirkan.
"Kau tak perlu khawatir, Onee-chan pasti baik-baik saja"
"Tapi,,,"
"Onee-chan sengaja menjauh dari sini agar tidak ada yang mengganggu pertarungannya" kata Jurina sementara Sasshi memilih untuk percaya bahwa Rena akan baik-baik saja meski hatinya tak akan bisa tenang.
