Season 2 : Chapter 4

79 6 27
                                        

Rena POV

Dari kejauhan aku memandang Sasshi yang sedang berjalan bersama Rino-chan digendongannya, aku tersenyum memandang mereka berdua sepertinya Sasshi baru saja menjemput Rino-chan dari sekolah, aku senang melihat anak angkatku telah tumbuh dengan baik meski aku tak bisa melihat pertumbuhannya.

Aku merasakan jantungku berdegup dengan kencang karena aku memutuskan menemui Sasshi, tentu saja aku merasa gugup karena sudah 5 tahun lebih aku tak menatap matanya secara langsung dan kuharap dia tak mencurigai penyamaranku.

Dengan penampilanku seperti ini semoga Sasshi tak mencurigaiku, apalagi penyamaranku semakin nyata setelah Akane dengan seenak jidatnya meminta temannya memotong rambutku.

Ngomong-ngomong soal Akane, entah kenapa dia jadi menempel terus padaku dan selalu menggodaku apalagi dia selalu berkata akan menikahiku, selain itu sekarang dia jadi selalu memanggilku Ren, mungkin ini gila tetapi Akane beberapa kali mau memperkosaku tapi untung saja aku selalu bisa menghindarinya, memikirkan hal itu membuatku ingin segera pindah apartement karena saat ini aku masih tinggal berdua dengan Akane.

Aku mengatur nafasku sebelum aku memutuskan untuk berjalan menemui Sasshi dan menyapanya.

"Sasshi"

Panggilku dan kulihat Sasshi yang langsung meneteskan air mata setelah melihatku dan aku pun juga begitu tapi aku mencoba menahannya dan tersenyum padanya.

"Ada apa Sasshi? Kenapa bengong begitu, apa kau tak merindukanku, sudah lama kita tak bertemu hehehe" kataku sambil tertawa garing sementara kulihat dia tersenyum memandangnku.

"Ren, kenapa kau disini?" tanya Sasshi sambil menghapus air matanya, aku sempat berpikir apakah Sasshi sudah tau identitasku sebenarnya.

"Aku baru pindah kesini dan kebetulan aku melihatmu"

"Begitu ya, kalau begitu bagaimana kalau mampir kerumahku" tawar Sasshi dan tentu saja aku menerimanya.

Rena POV End

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Mereka berdua sampai dirumah Sasshi yang sebelumnya merupakan rumah Rena, Sasshi memutuskan tinggal disana karena orang tuanya sudah pulang, awalnya orang tua Sasshi  tak mengijinkan Sasshi untuk merawat anak angkat Rena dan menyuruh Sasshi untuk membawa anak angkat Rena kepanti asuhan, tapi tentu saja Sasshi menolak dan memilih merawatnya apalagi Rena yang sudah menitipkan padanya dan alhasil Sasshi memilih tinggal sendiri dirumah Rena, beruntung Rena masih punya peninggalan dan aset seperti restoran miliknya sehingga Sasshi tak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya beserta anak angkatnya.

Sebenarnya Sasshi merasa tak enak kalau ia memakai peninggalan Rena karena ada yang lebih berhak memakainya yaitu Jurina, tetapi sekarang Jurina tinggal bersama Mayu di London dan Jurina sendirilah yang meminta Sasshi untuk mamakainya dan meneruskan usaha restoran milik Rena.

"Ren, kau duduk saja dulu aku akan menidurkan anakku dikamar" kata Sasshi sambil menuju kamar untuk menidurkan anaknya yang sudah tertidur.

Rena memandang seisi ruangan dan ia tersenyum saat melihat foto anak angkatnya yang terpajang disana, disana terlihat banyak sekali foto dari bayi hingga saat ini, bahkan disana juga ada Rena saat pertama kalin mengadobsi anak angkatnya.

"Dia adalah anak angkatku dengan Rena-chan, namanya Matsui Rino" kata Sasshi melihat Rena yang memandangi foto tersebut.

"Begitu ya,, "

"Sasshi kau tinggal disini sendiri?" tanya Rena.

"Ya begitulah"

"Lalu dimana Matsui Rena?" tanya Rena meski ia sudah tau jawabannya.

"Dia sudah meninggal karena suatu penyakit" jawab Sasshi yang seketika raut wajahnya menjadi sedih.

'Ren, apa benar kalau kamu adalah Rena-chan' batin Sasshi, dulu ia curiga dan sudah bertanya kepada salah satu juniornya yaitu Sakura mengenai identitas Ren dan Sakura menjawab bahwa Ren adalah seorang wanita yang sedang menyamar menjadi laki-laki dan dia adalah Rena, tetapi Sasshi bingung kenapa Ren bisa muncul dihadapannya padahal Rena sudah meninggal dan ia melihat sendiri saat Rena dimakamkan.

"Ada apa Sasshi?" tanya Rena karena dari tadi Sasshi memandanginya.

"Tak apa Ren, aku hanya masih terkejut bertemu denganmu lagi" jawab Sasshi.

"Begitu ya,, memang sudah sangat lama kita tak bertemu"

"Ngomong-ngomong kau sekarang tinggal dimana?" tanya Sasshi sambil berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman.

"Aku tinggal diapartement yang letaknya tak jauh dari sini" jawab Rena.

"Silahkan dinikmati" kata Sasshi sambil memyuguhkan minuman dan beberapa kue kering.

"Terimakasih"

"Oh ya Ren, ada sesuatu yang ingin kutanyakan" kata Sasshi.

"Apa itu?"

"Apa sebelumnya kau pernah bertemu Rena-chan"

"Eh! Kenapa kau tiba-tiba seperti itu?" tanya Rena yang terkejut.

"Ini hanya mengenai syal yang pernah kuberikan padamu, aku bertanya-tanya kenapa Rena-chan bisa memilikinya" tanya Sasshi.

"Oh,, soal itu ya,," kata Rena dengan santai meski sebenarnya ia terus memutar otak bagaimana menjawabnya, ia terkejut karena Sasshi masih mempermasalahkan mengenai syal tersebut.

"Aku sering makan direstorannya jadi aku tau dia"

"Tapi dari mana kau tau bahwa itu adalah Rena-chan karena aku tak pernah menceritakan padamu mengenai Rena-chan, aku hanya bercerita mengenai Rena-chan yang merupakan mantan kekasihku dan aku tak pernah memberitahumu bagaimana rupanya" kata Sasshi yang membuat Rena tak tau harus menjawab apa, padahal ia sudah lama bertemu dan ia langsung dicerca pertanyaan seperti itu.

"Soal itu ya,,, aku sering mendengarnya bercerita tentangmu, jadi aku tau bahwa orang itu adalah Rena mantan kekasihmu dan ternyata benar" jawab Rena berharap Sasshi percaya.

"Begitu ya,,,"

.
.
.
.
.
.

TBC



Semoga chapter in tak mengecewakan, beneran aku masih bingung mau nulis apa dan belum ada inspirasi sama sekali 😂

GekiWotaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang