Special Chapter 6 : Liburan Bersama

102 4 2
                                        

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Rena pada yang lainnya yang sedang menyiapkan barang bawaan yang mereka butuhkan selama liburan.

"Semua sudah siap Onee-chan" kata Jurina setelah selesai memasujkan semua barang bawaan ke bagasi mobil.

"Rena-chan apa kamu sering liburan seperti ini?" tanya Sasshi pada Rena yang sedang memastikan bahwa kondisi mobilnya tak ada kendala sehingga aman saat perjalanan.

"Ya begitulah, aku cukup sering berlibur berdua dengan Jurina, tapi sepertinya ini akan lebih menyenangkan karena lebih banyak orang yang ikut" jawab Rena, setiap liburan Rena pasti mengajak Jurina untuk berlibur, tapi kali ini akan sedikit berbeda karena Sasshi dan Mayu juga ikut liburan mereka.

"Sepertinya menyenangkan"

"Kalau sudah tak ada tertinggal ayo kita berangkat" kata Rena sambil masuk mobil dikursi depan dibalik kemudi dan Sasshi juga duduk dikursi depan disamping Rena sementara Jurina dan Mayu duduk berdua dikursi belakang.

Setelah semua sudah masuk Rena belum juga menjalankan mobilnya seakan menunggu sesesuatu.

"Ada apa Rena-chan, bukannya semua sudah siap?" tanya Sasshi karena setelah ia lihat-lihat semuanya sudah masuk dan tak ada yang tertinggal.

"Masih ada lagi" jawab Rena dan benar saja tak berselang lama terlihat dari kejauhan seseorang yang datang mendekat ke mobil.

"Yuki-san" kata Sasshi melihat siapa yang datang.

Yuki memasukkan barang bawaannya kebagasi mobil dan setelah itu ia langsung membuka pintu depan mobil dan masuk.

"Maaf Rena aku agak terlambat" kata Yuki sambil masuk kekursi depan melewati Sasshi begitu saja sehingga sekarang Yuki duduk ditengan-tengah diantara Rena dan Sasshi.

"Yuki-san kenapa kau ikut disini, disini hanya cukup dua orang dan bukannya dibelakang masih kosong" kata Sasshi karena Yuki yang tiba-tiba nyerobot ketengah.

"Tapi aku sering mabuk kendaraan jika dikursi belakang jadi aku harus duduk didepan" jawab Yuki tanpa rasa bersalah sedikitpun setelah menyerobot tempat duduk.

"Bukannya sama saja, lagipula itu alasanmu saja agar bisa dekat dengan Rena-chan" kata Sasshi karena tau Yuki hanya beralasan saja.

"Kalau iya memangnya kenapa? Apa tidak boleh?" tanya Yuki dengan santainya.

"Tentu saja tidak boleh, Rena-chan adalah kekasihku dan aku lebih berhak duduk disampingnya dan aku tak bisa membiarkan orang lain dekat-dekat dengannya" kata Sasshi dan sepertinya perdebatan akan dimulai.

"Meski begitu aku lebih dekat dan mengenal Rena lebih lama dari kau" kata Yuki tak mau kalah.

"Itu tak mengubah fakta bahwa aku yang lebih berhak duduk disampingnya" kata Sasshi dan mereka berdua terus berdebat seakan tak ada yang mau mengalah.

"Ano,,, apa salah satu dari kalian bisa pindah ke kursi belakakang karena aku tak bisa menyetir jika kalian berdua duduk didepan" kata Rena yang pergerakannya tak bisa leluasa untuk menyetir karena tempat yang sempit.

"Apa kau dengar, kau harus pindah kebelakang"

"Seharusnya kau yang pindah kebelakang"

"Kalau begitu hanya ada satu cara menentukannya" kata Yuki dan Sasshi bersamaan dan mereka terlihat sedang bersiap-siap untuk melakukan sesuatu.

"Jan Ken Pon"

.
.
.
.
.
.
.
.

Selama perjalanan Sasshi hanya diam mengalihkan pandangan kearah luar dengan wajah kesal karena ia kalah janken dengan Yuki sehingga ia yang harus pindah kekursi belakang, selain itu ia berulang kali mendengus kesal karena melihat Rena dan Yuki yang sedang asik mengobrol sedangkan disampingnya ia hanya bisa melihat Jurina dan Mayu yang dari tadi bermesraan.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

GekiWotaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang