Dipemakaman Rena terlihat Sasshi yang sedang mengganti bunga yang sudah layu dengan bunga yang baru.
"Rena-chan, sudah hampir 5 tahun sejak kamu meninggalkanmku, oh ya Rena-chan hari ini Rino-chan mulai memasuki sekolah dasar dan kulihat dia sangat bersemangat sekali, kamu pasti bahagia sekali melihat Rino-chan tumbuh menjadi gadis yang lucu"
Sudah jadi keseharian Sasshi ia akan pergi kemakam Rena untuk menceritakan kesehariannya serta pertumbuhan anak angkat mereka, tak ada bosannya Sasshi setiap hari duduk disana setidaknya satu sampai dua jam untuk menceritakan keluh kesahnya.
Sementara itu tanpa Sasshi sadari dibalik pohon besar yang ada disana terlihat Rena yang bersandar disana bersembunyi dibalik pohon besar.
Selama 3 tahun sejak Rena sadar, ia selalu bersembunyi disana mendengar setiap apa yang Sasshi ceritakan, Rena sudah hafal kapan Sasshi akan mengunjungi makamnya jadi ia akan menunggu disana dan mendengarkan setiap keluh kesahnya.
'Maafkan aku Sasshi selama ini aku hanya bersembunyi disini, aku masih belum bisa bertemu denganmu' batin Rena.
Selama ini tanpa Sasshi sadari Rena selalu berada didekatnya setiap ia mengunjungi pemakaman dan semua pesan yang ia ucapkan sudah didengar oleh Rena sendiri.
'Tapi sebentar lagi kita pasti akan bertemu" kata Rena karena ia sudah bertekad akan bertemu dengan Sasshi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Mau apa kita kesini?" tanya Rena karena Akane mengajaknya ke salon kecantikan.
"Kau ingin menyamar kan? Jadi kau harus merubah penampilanmu, tenang saja ini salon langgananku jadi hasilnya pasti bagus" kata Akane sambil memasuki salon yang diikuti Rena dibelakangnya.
"Tapi aku tak pernah ketempat seperti ini" kata Rena karena ia memang tak pernah menginjakkan kaki di salon kecantikan, kalau rambutnya sudah terlalu panjang ia hanya meminta Jurina memotong rambutnya dan terkadang ia memotong rambutnya sendiri.
"Apa kau becanda? Gadis macam apa yang tak pernah ke salon" kata Akane.
"Aku memang tak begitu mengerti mengenai penampilan"
"Aku tau kau seorang Yankee, tapi kau tetap seorang gadis yang harua memperhatikan penampilan" kata Akane meski ia akui kalau Rena tetap cantik meski dengan penampilan seadanya.
Setelah memasuki salon Akane langsung disambut oleh pemilik salon tersebut karena sepertinya Akane sudah mengenalnya.
"Churi-chan lama kau tak kemari" kata pemilik salon tersebut menyambut Akane.
"Sebenarnya aku hanya mengantar temanku kemari" kata Akane.
"Oh ya Rena, dia Shibata Aya pemilik salon ini, aku memintanya khusus untuk merubah penampilanmu" kata Akane memperkenalkan pemilik salon yang bernama Shibata Aya.
"Kalau begitu silahkan duduk" kata Aya mempersilahkan Rena duduk ditempat yang sudah disiapkan sementara Rena hanya menurut saja.
"Buat dia menjadi pria yang tampan" kata Akane lalu membisikan sesuatu pada Aya yang tak diketahui Rena.
"Begitu ya,,, serahkan padaku" kata Aya sambil mengelus dan menyisir rambut Rena.
"Rambutmu indah sekali" kata Aya sambil menyisir rambut Rena.
Setetelah beberapa saat Aya berhenti menyisir rambut Rena dan mengambil sebuah pemotong rambut.
SRET!
SRET!
tanpa diduga dengan cepat Aya langsung memotong hampir 3/4 rambut panjang Rena hingga kini rambut Rena menjadi pendek.
"Oii!! Apa kau gila memotong rambutku sebanyak ini" protes Rena melihat rambutnya menjadi pendek seketika.
