Special Chapter 5 : Kekasihku seorang Wotaku part 3

224 6 191
                                        

Sasshi POV

Saat ini aku sedang berada disebuah ruangan yang sudah disiapkan untuk para fans yang akan bertemu dan berkenalan dengan member baru dari group idol AKB48.

Jarang-jarang ada event dimana fans bisa bertemu langsung dengan member baru apalag bisa bekenalan dan ngobrol hanya berdua.

Dengan tak sabar aku menunggu member baru tersebut karena aku penasaran bagaimana member yang akan bertemu denganku karena member yang akan bertemu ditentukan secara acak.

Sasshi POV END

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sementara itu terlihat Rena yang berdiri dikoridor dan dari gerak-geriknya sepertinya ia sedang menunggu sesuatu.

"Ah itu dia, tepat sekali dia lagi sendiri" kata Rena sambil memandang gadis cantik yang sedang berjalan kearahnya, dilihat dari penampilannya gadis itu merupakan salah satu member AKB48 karena ia juga memakai seragam lucu khas seorang idol.

"Dari data yang kulihat gadis itu yang akan bertemu Sasshi" kata Rena sambil membaca kertas yang berisi daftar member baru yang akan bertemu dengan fans, kali ini Rena harus berterimakasih pada sahabat terbaiknya yaitu Nezumi yang membantunya supaya bisa masuk ke backstage dan mendapat salinan data para member, meski tak mudah meminta Mayu agar mau membantunya.

Rena menunggu member idol tersebut melewatinya dan setelah itu Rena memukul tengkuk gadis tersebut hingga pingsan.

Rena memandang kesekeliling memastikan tak ada siapapun yang melihat dan ia langsung menggendong gadis tersebut dan membawanya ke toilet dan disana Rena langsung melepas pakaian gadis terebut dan memakainya sehingga saat ini Rena sedang memakai seragam AKB48 milik gadis tersebut.

"Ternyata aku cocok juga memakai ini" kata Rena melihat penampilannya yang memakai seragam AKB48 yang digunakan untuk lagu Heavy Rotation.

Setelah merasa pakaiannya sudah rapi Rena langsung mengambil wig dengan model rambut sebahu dan memakainya agar nanti Sasshi tak mengenalinya dan tak lupa Rena juga memakai kacamata untuk mendukung penampilannya.

"Semuanya sudah siap" kata Rena melihat penampilannya.

Sebelum pergi tak lupa Rena memakaikan pakaiannya yang sebelumnya ia pakai pada gadis idol yang sedang pingsan itu dan Rena langsung membawa gadis itu keluar toilet dan menidurkannya dikursi panjang.

"Saatnya memulai rencana" kata Rena sambil berjalan menuju ruangan dimana Sasshi sudah menunggu disana.

.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Kenapa dia belum datang juga" kata Sasshi sambil melihat jam tangannya karena member yang akan bertemu dengannya terlambat 15 menit dari waktu yang sudah dijadwalkan.

"Konichiwa, maaf aku datang terlambat" kata seseorang yang baru datang yang ternyata adalah Rena yang menyamar menjadi member baru AKB48.

'Akhirnya dia datang juga dan ternyata dia lucu sekali' batin Sasshi melihat member tersebut yang tanpa ia sadari bahwa member tersebut adalah kekasihnya sendiri.

"Gomenne aku membuatmu menunggu lama" kata Rena dengan nada yang dibuat semanis mungkin bak seorang idol sungguhan.

'Tunggu,,, entah kenapa aku familiar sekali dengan suaranya, tapi mungkin hanya perasaanku saja' batin Sasshi.

"Ah,, iya tak masalah, tak masalah sedikitpun" kata Sasshi sambil tersenyum.

'A-apa? Dengan mudahnya dia berkata seperti itu, padahal dia pasti ngambek kalau aku terlambat menjemputnya berangkat sekolah' batin Rena karena kadang Sasshi akan ngambek jika ia terlambat menjemputnya sekolah.

"Kamu baik sekali" kata Rena masih dengan nada imutnya sambil duduk didepan Sasshi.

"Oh ya namaku Masaki Rina, Yoroshiku" kata Rena sambil menjabat tangan Sasshi.

"Namaku Sashihara Rino, Yoroshiku"

"Terimakasih sudah datang, pasti kamu sangat menyempatkan waktu" kata Rena dan sungguh cara bicaranya seperti idol profesional.

"Ya begitulah, meski aku cukup kesulitan saat kemari" jawab Sasshi karena ia harus sembunyi-sembunyi saat berangkat kemari.

"Eh,, kesulitan? Nande?" tanya Rena sambil memiringkan kepalanya yang menambah kesan imut.

"Sebenarnya kekasihku melarangku untuk kemari, tapi demi untuk bertemu denganmu aku berbohong padanya sedikit sehingga aku bisa kemari" jawab Sasshi dengan entengnya berkata seperti itu tanpa sadar ia bicara dengan kekasihnya sendiri.

"Oh begitu ya,, aku sangat tersanjung sekali dan aku senang sekali" kata Rena tersenyum manis kearah Sasshi.

"Terimakasih, aku ikut senang jika kamu senang"

"Oh ya ngomong-ngomong katanya kakakmu datang berkunjung, apa kau tak menemaninya" tanya Rena masih dengan senyuman khas idolnya.

"Kakakku tak berkunjung jadi-" kata Sasshi langsung menghentikan perkataannya karena menyadari seauatu.

'Tunggu,, kenapa dia tiba-tiba berkata kalau kakakku akan berkunjung, bukankah itu alasanku untuk membatalkan kencan dengan Rena-chan' batin Sasshi karena ia berkata pada Rena jika kakaknya berkunjung agar ia bisa membatalkan kencannya.

Menyadari itu seketika tubuh Sasshi pans dingin dan keringat dingin langsung mengalir deras didahinya.

"Kenapa kamu diam saja?" kata Rena dengan senyuman malaikat tapi yang dilihat Sasshi hanyalah senyuman iblis yang siap menghukum.

"Anoo,,, aku harus pergi, aku lupa kalau kakakku berkunjung" kata Sasshi sambil beranjak pergi tapi tentu saja Rena menahannya.

"Mau kemana kau Sasshi" kata Rena dengan nada yang awalnya imut kini berubah menyeramkan dan Rena langsung melepas kacamata dan wig yang ia pakai melepaskan penyamarannya.

"Re-rena-chan kenapa kamu disini?" tanya Sasshi dengan wajah penuh keringat dingin merasakan hawa membunuh yang sangat kuat dari sang kekasih.

"Kenapa buru-buru sekali bukannya eventnya belum selesai" kata Rena dengan senyuman iblisnya.

"Re-rena-chan maafkan aku,,,, "

.
.
.
.
.
.
.
.

Dibelakang rumah terlihat Sasshi yang sedang diikat dipohon besar dan didepannya terlihat Rena yang denga membakar-bakar berbagai koleksi milik Sasshi seperti poster dan photobook miliknya.

"Rena-chan kumohon jangan lakukan itu, itu semua koleksiku, aku berjanji tak akan mengulanginya lagi" kata Sasshi yang hanya bisa memandang semua koleksinya yang sedang dibakar Rena.

"Nee,, bukannya kau sudah bilang seperti itu sebelumnya" kata Rena sambil terus memasukkan koleksi Sasshi ke kobaran api.

"Tapi kali ini aku akan menepatinya Rena-chan, jadi jangan bakar semuanya"

"Hahahaahahahaaa"

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

'Mungkin aku berlebihan tapi semoga setelah ini dia kapok' batin Rena sambil menidurkan Sasshi dikamarnya, sepertinya Sasshi pingsan tak kuat melihat semua koleksinya hangus dibakar.

Setelah memberi kecupan dikening Rena langsung berjalan pergi meninggalakan Sasshi yang terlelap.

"Apa ini" kata Rena saat ini menendang sebuah box.

'Sepertinya aku lupa membakar ini juga' batin Rena mengambil box yang bersisi beberapa CD milkk Sasshi.

"Aku penasaran kenapa Sasshi begitu menyukai mereka" kata Rena sambil menyalakan laptop dan memainkan CD tersebut satu persatu.

Setelah beberapa saat sepertinya Rena terlihat mulai menyukainya terlihat ia juga mulai ikut bersenandung menyanyikan lagu yang sedang diputar.

"Ternyata bagus juga, apalagi lagu yang berjudul Maenomeri, yang menjadi center sangat cantik dan menawan" kata Rena menikmati apa yang sedang ia lihat.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

GekiWotaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang