Chapter 2

295 18 6
                                        

"Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa?" tanya Sashihara pada dirinya sendiri berkali-kali sambil mengguling-gulingkan tubuhnya diatas kasur empuknya.

"Kenapa? Kenapa? Kenapa aku tak bisa berhenti memikirkannya" kata Sasshi yang tak bisa berhenti mikirkan seseorang entah siapa.

"Kenapa Rena selalu memenuhi pikiranku?" tanya Sasshi pada dirinya sendiri karena dari tadi ia terus memikirkan Rena sampai ia tidak bisa tidur.

"Aku jadi tak bisa tidur" kata Sasshi sambil melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

Sasshi meraih handphonenya dan ia tersenyum melihat fotonya bersama Rena yang ia jadikan wallpaper.

"Apa aku menelponya saja ya" kata Sasshi sambil mencari nomor kontak Rena di hanphonenya.

"Tapi,,,, apa aku tak mengganggunya ya" kata Sasshi yang ragu jika harus menelpon Rena malam-malam karena takut mengganggunya.

"Aku coba saja, mungkin dia juga sedang tak bisa tidur" kata Sashi memutuskan untuk menelpon Rena.

Setelah beberapa saat Rena belum juga menerima panggilanya sehingga Sasshi berpikir bahwa mungkin Rena sudah tidur dan memutuskan panggilannya, tapi baru saja ia akan menekan tombol merah dihandphonenya untuk membatalkan panggilan tiba-tiba Rena menerima panggilannya.

"Moshi-moshi" kata Rena yang sudah terhubung dengan Sasshi.

"Mo-moshi-moshi" jawab Sashi yang terkejut karena ternyata Rena menjawab panggilannya.

"Maaf aku menelponmu malam-malam begini, apa kau sedang sibuk"

"Tidak, memangnya ada apa?" tanya Rena.

"Tidak ada apa-apa, sedang apa kau sekarang?" tanya Sashi basa-basi.

"Aku baru saja selesai mandi" jawab Rena.

"Mandi malam-malam begini?"

"Ya begitulah, aku baru saja pulang jadi mandi dulu sebelum tidur" jawab Rena.

"Maaf menggagumu, sebenarnya aku sedang tak bisa tidur jadi aku memutuskan untuk menelponmu"

"Sepertinya kau butuh teman mengobrol?" tanya Rena.

"Ya begitulah"

"Mau jalan-jalan sebentar" ajak Rena tiba-tiba.

"Eh! Jalan-jalan? Tapi bukannya ini terlalu malam"

"Gimana? apa kau mau?" ajak Rena lagi.

"Gimana ya,, " kata Sasshi sambil berpikir sejenak, ia senang jika Rena mengajaknya keluar tapi bukannya ini terlalu malam.

"Baiklah aku mau" kata Saaahi yang akhirnya menerima ajakan Rena.

"Baiklah kalau begitu sebentar lagi aku akan menjemputmu" kata Rena sebelum memutuskan panggilan teleponnya.

Lima belas menit kemudian Sasshi merasakan hpnya berdering tanda telepon masuk yang ternyata panggilan dari Rena.

"Sasshi aku sudah didepan rumahmu" kata Rena yang ternyata sudah sampai.

'Cepat sekali' batin Sasshi sambil melihat keluar jendela dan ia dapat melihat Rena yang sedang menunggu didepan rumahnya.

"Baiklah aku datang" kata Sasshi sambil bersiap-siap lalu langsung meluncur keluar rumah untuk menemui Rena.

.
.
.
.
.
.

"Mau kemana kita hari ini?" tanya Rena melihat Sasshi yang baru saja datang.

GekiWotaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang