Chapter 22

103 11 4
                                        

Sasshi PoV.

'Sial, kenapa aku malah jadi seperti ini' batin ku yang saat ini sedang tiduran sambil menatap langit-langit kamar.

Sudah hampir seminggu aku tak sekolah karena aku merasa tak sanggup jika harus bertemu dengan Rena-chan, aneh bukan? Padahal sebelumnya aku dengan susah payah mencari keberadaanya tapi saat sudah bertemu dengannya aku malah tak sanggup menampakkan wajahku didepannya.

Hubungan kami yang sekarang menjadi antara guru dan murid menjadikan jarak antara kami semakin jauh, selain itu aku masih tak menyangka jika Rena-chan akan menjadi guru di Majijo. Setiap kali Rena-chan berbicara padaku aku langsung menjadi salah tingkah dan aku bingung harus berkata apa.

Aku semakin tak sanggup menemuinya setelah mengetahui sebuah fakta, fakta bahwa Rena-chan sudah menikah dan mempunyai anak.

Flashback ON

Saat ini aku sedang berada disebuah cafe bersama Team Hinabe, sepulang sekolah tiba-tiba mereka mengajakku nongkrong dicafe, karena aku sedang tak ada kerjaan jadi aku ikut saja.

"Bukankah itu Matsui-sensei" kata salah satu anggota team hinabe itu sambil menunjuk keluar dan aku langsung melihat arah yang ditunjuk anak itu.

Seketika aku langsung menyemburkan minuman yang baru saja kuminum karena terkejut saat aku melihat Rena-chan yang sedang berjalan sambil menggendong bayi bersama pria disampingnya entah siapa itu.

"Wota-san, bajuku jadi basah" kata salah satu anggota team hinabe karena semburanku tadi mengenai bajunya.

Aku terus memandangi Rena-chan sambil berkali-kali mengucek mataku berharap bahwa yang kulihat salah, tapi hasilnya nihil yang kulihat memang benar-benar Rena-chan yang sedang menggendong bayi didampingi pria disampingnya.

"Ada apa Wota-san? Kau terlihat terkejut sekali"

"Apa benar kalau Ren-, maksudmu Matsui-sensei sudah menikah?" tanyaku membutuhkan kepastian.

"Entahlah aku tak tau, tapi sepertinya Matsui-sensei memang sudah punya anak karena beberapa kali aku melihat Matsui-sensei membawa anaknya kesekolah" jawab salah satu anggota Team Hinabe itu yang seketika langsung membuat tubuhku lemas.

'Sial, berakhir sudah semua harapanku'

Flashback off.

'Aaaaa,,,, kenapa menjadi seperti ini' batinku sambil menjambak rambutku sendiri frustasi.

TOK!
TOK!
TOK!

Seseorang mengetuk pintu rumah beberapa kali, aku yang sedang malas hanya menghiraukanya saja.

TOK!
TOK!
TOK!

"Akhh,,,, siapa ini berisik sekali" kataku sambil menutup wajahku dengan bantal karena seseorang tersebut terus mengetuk pintu.

TOK!
TOK!
TOK!

"Iya,,, sebentar aku kesana" kataku sambil ogah-ogahan turun untuk menemui seseorang yang menggangguku yang sedang mencoba menenangkan diri ini.

"Ada perlu ap-" kataku yang langsung terhenti setelah melihat siapa yang datang.

"Rena-chan!" kataku terkejut melihat siapa yang datang.

"Ma-maaf maksudku Matsui-sensei, ada perlu apa sensei kemari?" tanyaku pada Rena-chan yang saat ini berstastus sebagai guruku.

"Boleh aku masuk?" tanya Rena-chan dan aku langsung mempersilahkannya masuk.

Sasshi POV End.

"Ada perlu apa sensei kemari?" tanya Sasshi setelah mempersilahkan Rena duduk.

"Aku hanya ingin melihat keadaanmu" jawab Rena.

"Melihat keadaanku?"

"Iya, sudah hampir seminggu kau tidak masuk sekolah, jadi sudah sudah kewajibanku sebagai guru untuk melihat keadaan muridnya yang sudah lama tak masuk sekolah" jawab Rena yang membuat Sasshi kecewan karena ternyata Rena mengunjunginya hanya karena tugasnya sebagai guru.

"Maaf aku hanya sedang tak enak badan" jawab Sasshi.

"Kau terlihat sedang tak bersemangat, bagaiman kalau kita keluar sebentar agar kau bersemangat kembali" kata Rena.

"Eh! Tapi-"

"Sudah tak apa, cepat ganti pakaianmu aku akan menunggu diluar" kata Rena sementara Sasshi hanya bisa menurut saja.

"Baiklah kalau begitu" kata Sasshi sambil menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

.
.
.
.
.
.
.
.

Rena mengajak Sasshi keberbagai tempat untuk bersenang-senang seperti ketaman hiburan dan lain-lainnya, terlihat Rena dan Sasshi sedang tertawa bersama saat sedang memainkan salah satu game di Game Center, terlihat keduanya sangat menikmati apa yang mereka lakukan.

Dan hal ini mengingatkat Sasshi pada saat pertama kali keluar bersama dulu, bahkan Rena mengajak Sasshi ketempat yang sama seperti saat pertama keluar dulu dan kejadiannya sama persis seperti dulu, Rena juga membelikan Sasshi CD single dari grup idol favoritnya, sama seperti yang Rena belikan dulu.

"Nee,,, Sashihara-san?" tanya Rena.

"Iya Matsui-sensei?" tanya Sasshi.

"Bagaimana menurutmu hari ini?" tanya Rena.

"Aku sangat menikmatinya, terimakasih Rena-, maksudku Matsui-sensei" jawab Sasshibyang masih belum terbiasa untuk memanggil Rena dengan sebutan sensei.

"Aku senang kau menyukainya" kata Rena sambil tersenyum.

"Karena kau sudah bersemangat, jangan lupa kau besok harus masuk sekolah" kata Rena sementara Sasshi hanya mengangguk mengerti.

"Dan jangan sampai ketinggalan, karena besok jam pertama adalah jam pelajaranku" kata Rena dan setelah itu suasana menjadi hening, hanya ada suara langkah kaki mereka yang sedang berjalan.

"Rena-chan" kata Sasshi tiba-tiba sambil menghentikan langkahnya.

GREP!

Tiba-tiba Sasshi langsung memeluk tubuh Rena dengan erat.

"Sashihara-san" kata Rena yang terkejut karena Sasshi tiba-tiba memeluknya.

"Aku sangat merindukanmu Rena-chan" kata Sasshi sambil mengeratkan pelukannya.

"Ada apa Sasshihara-san?"

"Jangan panggil aku seperti itu Rena-chan, kau tau aku sangat sedih jika kau memanggilku seperti itu karena jika kau memanggilku seperti itu aku merasa adalah orang asing bagimu" kata Sasshi sementara Rena hanya diam saja.

"Maafkan aku Rena-chan, aku tau aku sudah meninggalkan dan menyakitimu dulu, tapi aku sadar bahwa aku tak bisa jika tanpamu dan aku berharap hubungan kita bisa seperti dulu" kata Sasshi mengutarakan semua isi hatinya.

"Sudah Sasshi" kata Rena sambil melepaskan pelukan Sasshi.

"Kau tak perlu minta maaf karena aku juga sudah sadar bahwa hubungan kita dulu salah" kata Rena.

"Tapi aku benar-benar tak bisa jika tanpamu, selama dua tahun ini aku selalu memikirkanmu"

"Tapi maaf Sasshi, sepertinya hubungan kita tak bisa seperti dulu" kata Rena yang membuat Sasshi terkejut.

"Kenapa Rena-chan?"

"Karena hubungan kita salah, lagipula sekarang kau adalah muridku, kau tau kan kalau hubungan guru dan murid dilarang" kata Rena tersenyum sambil mengelus pelan pucuk rambut Sasshi.

"Lebih baik kita segera pulang Sashihara-san, karena besok kita harus berangkat pagi" kata Rena sambil tersenyum kearah Sasshi lalu berjalan pergi meninggalkan Sasshibyang masih terdiam.

'Apa hubungan kita tak bisa kembali lagi Rena-chan' batin Sasshi sambil memandang punggung Rena yang perlahan menjauh.

.
.
.
.
.
.

TBC


GekiWotaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang