Sasshi POV
Sudah satu bulan lebih sejak aku pindah ke Fukuoka dan disini tentu saja aku masuk kesalah satu sekolah Yankee yaitu Shekarashika Jyogakuen, meski disana aku tak terlalu banyak berkelahi dan aku lebih banyak menyendiri disana.
Saat ini aku sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah, disini aku tinggal berdua dengan kakakku meski sebenarnya aku tak terlalu akrab dengannya tapi apa boleh buat.
Meski sudah satu bulan lebih aku pindah tapi tetap saja pikiranku tak pernah lepas darinya, siapa lagi kalau bukan Rena-chan, orang yang paling kusayangi meski dia bukan siapa-siapaku lagi, sudah beberapa kali aku sempat berpikir untuk kembali padanya tapi aku mengurungkan niatku karena aku sudah bertekad untuk melupakannya demi kebaikan kita berdua meski rasanya sangat menyakitkan.
Perjalananku tiba-tiba terganggu saat aku melihat dua gadis yang sedang menghajar pria terlihat lemah, dari seragamnya sepertinya dua gadis itu masih SMP.
Melihatnya entah kenapa membuatku ingin menolongnya, padahal biasanya aku tak peduli dengan hal seperti ini, mungkin karena aku kasihan padanya.
"Apa kalian bisa menghentikan perbuatan kalian itu" kataku menghentikan dua gadis yang sedang menghajar pria tersebut.
"Kau mengganggu saja" kata salah satu gadis itu yang terlihat kesal karena aku menggangunya dan aku juga merasa kesal karena mereka tak ada sopan santunnya pada orang yang lebih tua.
Karena aku juga sedang merasa kelas aku langsung menghajar mereka, butuh waktu yang cukup lama untuk mengalahkan mereka karena aku harus melawan mereka berdua sekaligus dan mereka ternyata cukup kuat juga, meski begitu aku bisa mengalahkan mereka berdua tanpa mendapat luka yang berarti.
"Kau tak apa?" tanyaku sambil membantu pria tadi berdiri, kulihat ia mendapat cukup banyak luka.
"Ya aku tak apa, Terimakasih" kata pria tersebut.
"Apa yang terjadi kenapa mereka menghajarmu?" tanyaku.
"Aku tak tau, tiba-tiba saja mereka datang dan menghajarku" jawab pria tersebut.
"Kenapa kau tak melawan, padahal mereka hanya gadis SMP?" tanyaku.
"Karena aku tak bisa berkelahi" jawab pria tersebut sambil membenarkan letak kacamatanya.
"Begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu, lebih baik kau lebih berhati-hati lagi karena banyak Yankee disini" kataku sambil berjalan pergi.
"Tunggu" kata pria tersebut dan aku langsung menghentikan langkahku.
"Kita belum berkenalan, namaku Kawakami Ren, kalau kau" kata pria yang mengaku bernama Kawakami Ren tersebut memperkenalkan dirinya.
"Namaku Wota" kataku dan sepertinya pria tersebut bingung karena mungkin pria bernama Ren itu merasa aneh dengan namaku.
"Itu hanya nama panggilanku, nama asliku Sasshihara Rino" kataku kembali memperkenalkan diri.
"Sasshihara ya,,, apa aku boleh memanggilmu Sasshi saja" kata pria bernama Kawakami Ren itu yang membuatku terkejut karena perkataannya mengingatkanku saat aku bertemu Rena-chan pertama kali dulu.
Flashback on
"Nama asliku Matsui Rena, jadi kau panggil saja aku Rena" kata Rena meminta Sasshi untuk memanggil nama aslinya.
"Bailklah Rena-san" kata Sasshi.
"Cukup Rena saja" kata Rena.
"Baiklah Rena"
"Begitu kebih baik"
"Kalau kau, siapa namamu?" tanya Rena.
"Namaku Wota"
