29 - Membaik

463 23 30
                                        

HAI GUYS! SELAMAT PAGI^^

ALHAMDULILLAH BISA UP LAGI HIHIHI

JANGAN LUPA VOTE AND FOLLOW TERLEBIH DAHULU YA^^ JANGAN SIDERS!

SELAMAT MEMBACA, SEMOGA SUKA❤

****

"Bukan berjanji untuk tidak saling menyakiti, tetapi berjanjilah untuk terus bertahan ketika salah satu tersakiti."

"Hmphtt----udah Kak--"

"Dikit lagi, Cha."

"Emm---udah,"

Devano menghela nafasnya. Saat ini ia tengah menyuapi Caca dengan bubur ayam yang telah di pesannya melalui gofood. Namun, baru saja 3 suap Caca sudah tidak ingin memakan bubur itu lagi dengan alasan mual.

"Kamu baru makan 3 suap Cha,"

Caca menggeleng dengan pelan. Kepalanya masih pusing dan perutnya terasa mual. "Mual Kak," lirihnya dengan mata berkaca-kaca.

"Makan dulu buburnya, abis itu minum obat," ucap Devano. "Sedikit lagi aja, biar perut kamu nggak kosong," katanya lagi dengan nada selembut mungkin agar Caca mau memakan bubur itu kembali.

Caca mengangguk pasrah, ia kembali membuka mulutnya dan menerima bubur yang disuapi Devano.

"Masih sakit perutnya?" tanya Devano.

Caca menggeleng, "Udah nggak, cuma mual aja."

"Pulang aja ya?" tawar Devano menatap khawatir kearah Caca.

Caca tersenyum dengan wajah pucatnya, "Nggak usah Kak, bentar lagi juga membaik kok," ujarnya.

Devano menghela nafas, tatapannya berubah tajam. "Nggak boleh makan pedes lagi!"

Caca terkekeh, "Nggak kok, jarang-jarang. Semalem lagi pingin aja," balas Caca.

Devano menganggukkan kepalanya, ia mengusap puncak kepala gadisnya dengan lembut. "Iya udah dihabisin ya buburnya, abis itu minum obat."

Caca mengangguk sembari tersenyum, membuka mulutnya dan menerima suapan yang diberikan Devano kembali.

Gadis itu mendekatkan wajahnya ke wajah Devano. Pria itu tidak sadar bahwa kini Caca tepat berada dihadapannya. Dengan gerakan cepat, Caca mincium pipi Devano hingga membuat siempunya terkejut dan spontan menoleh kearahnya dengan tatapan linglung-nya.

Caca terkekeh melihat Devano terdiam dengan tatapan terkejutnya. Pipi pria itu memerah setelah menerima perlakuan Caca yang sangat tiba-tiba.

"Disini," gumam Devano. Caca mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa yang dimaksud pria itu.

"Apanya?" tanya Caca bingung.

Devano mengangkat tangannya. Menunjuk bibirnya menggunakan jarinya sendiri, membuat Caca langsung paham apa yang dimaksud pria itu.

Caca tersenyum, ia mendekatkan wajahnya kembali dan mengecup singkat bibir Devano sesuai dengan keinginan pria itu.

"Terimakasih, Kak."

***

"Geseran dikit bisa nggak sih?!"

"Sttt---jangan berisik!"

"Kira-kira mereka ngapain ya didalam?" bisik Riyan pada Mita yang berada di sampingnya.

"Ck. Nggak usah kepo!" decak Mita.

"Lo juga kepo! Ngapain ikut nguping segala." balas Riyan sewot.

NATASYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang