Berdiri di antara beberapa dokter lainnya yang sedang berbaris untuk mengikuti instruksi selanjutnya. Hanna malah memandang sedih ponsel nya yang tidak bisa hidup lagi
Dia tidak bisa mengabari Ratna, padahal tadi dirinya sudah sangat senang bisa mengabari Ratna menggunakan telepon kabel, baru saja ingin memencet tombol ia baru ingat kalau dirinya tidak hapal nomor temannya itu
"Arghh!!!" Kesalnya berteriak. Ia terdiam sejenak lalu melihat sekelilingnya yang sudah memperhatikan nya
Hanna malu setengah mati, ia tersenyum kaku sambil menundukkan kepalanya mengucapkan maaf
Tidak lama perhatian nya tertuju ke depan. Dimana ada beberapa prajurit yang sedang memperhatikan pemimpin di depannya. Tentara itu menggunakan pakaian yang sangat keren di mata Hanna, sayang nya wajah itu tertutupi masker bergambarkan tengkorak
"Gila keren banget ya kaptennya"
Hanna menoleh ke samping saat ada orang yang mengajaknya berbicara "Emang itu kapten nya?" sambung nya begitu saja
"Iyaa, denger denger nya sih kaptennya ganteng"
"Denger denger nya aja kan. Ga liat langsung"
"Tapi dari aura aura nya memang beneran ganteng. Andai aja gua jadi ibu persit dari salah satu mereka"
Hanna mengerucut kan bibirnya. Selama ini ia tau banyak dari beberapa wanita ingin menjadi ibu persit istri dari seorang tentara, termasuk Ratna. Tapi Hanna sama sekali tidak perduli itu
Ia pikir kenapa wanita wanita yang menginginkan itu? Apa mereka tidak memikirkan jangka panjang kedepannya? Yang harus di tinggal suami bertugas, apalagi kalau sama tidak ada kabar, lalu istrinya hamil dan melahirkan tanpa suami disisinya. Dan satu lagi yang paling mengerikan, ketika tentara itu gugur dalam tugasnya
Membayangkannya saja membuat bulu kuduk Hanna merinding
"Perhatian! Buat semua dokter silahkan ikuti arahan saya!!" Ucap lantang seorang tentara tanpa menutupi wajahnya
"Eh btw kok yang itu gak pakai masker juga ya kaya si kapten?" tanya Hanna
"Yang pakai masker itu anggota Kopaska. Wajib menutupi wajahnya"
"Kenapa gitu?"
"Rahasia" Hanna hanya membulatkan mulutnya
"Nama lo siapa?" Tanya Hanna
"Laras nama gue. Nama lo?"
"Hanna" Jawab nya sambil tersenyum
"Gila ada ya senyum cewe semanis lo" Puji Laras jujur
"Ah bisa aje lo" Canda Hanna sambil mendorong pelan bahu Laras
Mereka mengikuti arahan petugas, mereka di bawa untuk dikenali satu satu bagian dari kapal besar tersebut. Kapal milik TNI angkatan laut
"Laras? Lo tau gaksih sebenarnya kenapa kita disini?"
"Serius lo gatau?" Hanna hanya mengangguk saja
"Jadi itu ada pelatihan taruna disini. Karena latihan mereka tergolong keras untuk menjadi Kopaska, jadi di panggil lah dokter dokter untuk ikut membantu. Dokter dokter yang di panggil itu berkebutuhan khusus"
"Berkebutuhan khusus maksud lo?"
"Yaa contohnya kaya gue. Dokter dengan kinerja paling buruk dan gak bisa apa apa. Jadi dokter dokter seperti gue di panggil kesini biar bisa dapat pengalaman dan bisa disiplin"
"Njirrr?! Serius?! Sama dong!!" Heboh Hanna "Gue juga kaya gitu"
"Gak kaget sih kalo Lo begitu"
Hanna berdecak "Dasar lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
General FictionBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
