Hanna berjaga semalaman di UGD lalu saat jam subuh dirinya pulang sholat subuh dan sekalian mandi. Laras pun masih di UGD tapi hari ini gadis itu sudah di perbolehkan pulang atau keluar dari UGD
Pukul setengah 6 pagi Hanna sudah keluar dari Mess ia akan pergi menuju terlebih dahulu ke ICU
Di hari kedua ini masih ada pasien yang harus mendapatkan perawatan khusus. Dan nanti pukul 8 akan ada jadwal operasi Hanna bersama Dokter Santi
Di ICU pun para Dokter dan perawat sudah sibuk mondar mandir
"Pagi Hanna"
"Pagi Dokter Santi" Jawab Hanna tersenyum
"Ini catatan pasien nanti ya"
Hanna membaca catatan itu, ia menautkan alisnya lalu menatap Dokter Santi
"Kok Dokter yang jadi asisten saya?"
Santi tersenyum lalu memegang bahu Hanna "Gakpapalah, manfaatin sisa kamu disini dengan belajar"
"Tapi dok saya—"
"Hanna kamu harus percaya diri. Lagian kan ada saya nanti yang ikut bantu kamu"
Hanna menggigit bibirnya khawatir "Yaudah kamu baca baca aja dulu ya. Saya mau ke Klinik dulu"
Kepergian Santi, Hanna langsung duduk dan menghela nafas nya. Baru pagi aja udah ada yang buat dirinya cemas, ia harap hari ini akan menjadi hari baik baginya
tringg
Hanna mengangkat telepon kabel yang berbunyi tersebut
"Hallo?"
"Duh untung nya langsung ke lo ya yang ngangkat"
"Laras? Kenapa sih gak ada kerjaan banget nelpon lewat telepon kabel"
"Sensi banget deh. Han boleh minta tolong ngga? Kesini ke UGD bantuin gue dong"
"Minta sama perawat lainnya ras"
"Plis deh. Lo mah gitu jadi temen gak mau bantu membantu"
Hanna menghela nafas sabar "Iya iya bentar"
Hanna langsung menutup telpon itu, ia melihat jam tangannya. Masih lama juga waktu operasi, sebaiknya dia menghampiri gadis itu
Keluar dari ICU membuat Hanna menggigil karena udara dingin. Hanna merapatkan snelli nya untuk menghangatkan tubuh
Baru beberapa langkah mata Hanna sudah bertemu dengan mata elang di depan sana. Hanna menggigit bibirnya, dan memilih untuk terus berjalan
Zeka menautkan alisnya melihat Hanna yang pergi begitu saja saat melihat dirinya. Wajah Hanna juga terlihat datar tidak seperti biasa
Baru saja ingin mengejar Hanna, sudah ada saja orang yang memanggil Zeka, alhasil dirinya tidak jadi mengejar gadis itu
•••••
Arel yang sedang berada di klinik duduk tenang sambil memperhatikan Laura yang sedang sibuk. Dari tadi malam hingga sekarang saat mereka bertemu Laura sama sekali tidak mengajaknya ngobrol
Lelaki itu mengusap dagu nya. Lagian kenapa juga ia perduli dengan sikap Laura yang seperti itu? Malahan bagus bukan tidak ada yang mengganggu dirinya
Tapi..
Arel langsung berdiri menghampiri Laura dan menarik kasar lengan Laura untuk menghadap dirinya
"Aww sakit! Kenapa sih?" Kesal Laura dan langsung menyentakkan tangannya agar lepas
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
Ficción GeneralBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
