Ini hari ke empat, empat hari yang sangat melelahkan. Harus bolak balik rumah kantor rumah kantor, dan hari ke empat ini rasanya benar benar sangat lelah dan ingin menyerah
Hanna sudah sangat lelah dengan urusan berkas berkas, hafalan, dan pertanyaan yang membuatnya sangat pusing
Siang ini di kantor Zeka, Hanna sudah tidak mood untuk mengurus pengajuan nikah nya
"Capek ka! capek! aku tu pusing hafalin ini itu" oceh Hanna sambil berjalan sedangkan Zeka berjalan di belakang sambil mendengar ocehan Hanna
"Denger gak sih aku ngomong?!" Hanna mendadak berhenti dan membalikkan badannya ke Zeka
"Denger"
"Terus kenapa diem?!"
"Terus aku harus bilang apa?"
Hanna menjambak rambutnya mengeluarkan keluhannya
"Gak bisa langsung nikah aja gitu?"
"Gak bisa lah"
"Yaudah bayar aja pake duit"
Zeka tertawa singkat "Yaa ga bisa lah Hanna"
Zeka maju untuk lebih dekat lalu mengangkat tangannya untuk mengusap lembut pipi Hanna
"Cape ya?"
"Iyaa" jawab Hanna dengan bibir mengerucut
"Ini udah mau selesai kok" Zeka juga tidak bisa menyuruh untuk Hanna sabar, ia pun juga lelah dengan persyaratan yang ada
"Mau apa?"
"Gak mau apa apa. Mau tidur"
"Mau tidur?" Zeka terkekeh dengan masih mengusap pipi Hanna
"Kita bentar lagi pulang, kita ke kantin aja mana tau kamu mau ngemil"
"Yaa?" Hanna mengangguk pelan, lalu tangannya di genggam oleh Zeka untuk menuju kantin
Sesampainya di kantin Hanna sudah sangat lemas energi nya sudah 0, saat di meja pun ia tumpukan kepalanya di tangan sambil menunggu Zeka memesan
"Mau tidur di mobil?"
"Engga usah, disini aja"
"Nanti ketiduran disini, gimana?"
"Yaa pindahin dong nanti ke mobil"
Zeka tersenyum tipis "Aku udah pesan kopi"
"Ehemm"
Rasanya tidak tega melihat Hanna sampai kelelahan seperti ini
•••••
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, mereka sampai dirumah dua jam yang lalu. Dan sekarang Hanna bersantai di kamarnya sambil memainkan ponsel
Sedangkan Zeka beberapa menit yang lalu keluar karena ada urusan di kantor tapi sebentar lagi mungkin pulang
ting
Hanna mengerutkan dahi nya ada notif email-nya masuk. Ia segera memencet pesan tersebut
Genggaman pada ponselnya mengerat saat pesan email itu berisikan pesan yang membuatnya marah
Keluar dari rumah itu, temui papa di luar komplek
"Kurang ajar banget tua Bangka!"
Sebelum tua peyot itu membuat onar sebaiknya Hanna menuruti untuk bertemu, karena orang itu bisa saja membuat hal hal di luar nalar hanya demi keinginannya
Hanna segera menggapai Hoodie nya dan memakai sambil membuka pintu
"Mba Hanna mau kemana mba?"
"Saya mau ke supermarket, Mbok mau nitip?"
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
General FictionBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
