Selepas Maghrib tadi Mbok Mimin baru saja pulang dengan membawa beberapa lauk, Mbok Mimin sengaja masak di rumah nya takut tidak terkejar jika masak di rumah Zeka dan kelewat jam makan malam
Tapi di meja makan hanya ada Hanna yang makan, Zeka tidak kunjung turun saat terakhir kali Hanna lihat tadi saat menaiki tangga
Mbok Mimin sudah kembali ke kamarnya karena Hanna menyuruhnya untuk istirahat dan Hanna lah nanti yang akan beres beres. Padahal Mbok Mimin menolak karena ini sudah pekerjaannya, tapi Hanna sangat keras kepala
Dan kini ia sendiri sambil mengaduk makanannya tidak selera untuk makan karena merasa bersalah. Tapi kalau tidak di makan tidak enak dengan Mbok Mimin yang sudah capek capek masak
Karena merasa bersalah sudah marah marah dengan Zeka padahal pria itu tidak ada salah, Hanna akan membujuknya entahlah seperti apa Zeka kalau sedang ngambek seperti ini, apa akan berkepanjangan atau tidak
Hanna beranjak dari duduknya mengambil kebab yang sudah ia panaskan di Microwave tak lupa juga ia sajikan nasi dan lauk yang ada di meja makan, dan membawanya ke atas
Kebab yang ia kepit kan di lengan yang sedang memegang piring dan tangan yang kosong ia gunakan untuk membunyikan pintu kamar Zeka
Tidak ada sahutan bahkan pintu terbuka saat ia sudah beberapa kali mengetok. Apa Zeka tertidur? tidak dengar? tidak mungkin tidak dengar, atau Zeka mengabaikannya
Hanna langsung geleng geleng tidak mungkin Zeka kalau ngambek seperti itu, dan terakhir Hanna mencoba membuka pintu itu
"Ga terkunci" gumamnya lalu pala nya menongol
"Yhaa ga ada" Hanna segera menutup kembali dan pergi dari sana pasti Zeka ada di sekitar rumah kalaupun pergi ia sama sekali tidak melihat pria itu turun tadi
Langkah kaki Hanna berhenti saat mendengar suara keyboard laptop yang di ketik, akhirnya Hanna memundurkan langkahnya dan menuju balkon rumah yang cukup luas
Betul saja Zeka sedang duduk dengan laptop di depannya, sangat serius
"Ekhem" Zeka sama sekali tidak menoleh ia tetap fokus melihat laptop di depannya
Hanna jadi bingung harus bagaimana sekarang, berdiri sambil menenteng piring dan kebab di dua dua tangannya
"Gue duduk sini ya" tidak ada jawaban dari Zeka, tapi Hanna tetap duduk di sebelah nya dan meletakkan kedua benda di tangannya di meja
"Makan dulu ka"
"Hmm"
"Lo belum makan dari pulang tadi, ini Mbok Mimin masak banyak banget kasian kalau gak di makan"
"Nanti saya makan"
"Ya—yaudah gue ke dapur dulu" Hanna meringis padahal tadi ia kesini untuk membujuk dan meminta maaf
"Zeka?"
"Hmm"
"Zeka ih gue mau minta maaf, jangan ngambek lagi dong"
Pria itu hanya diam dan membuat Hanna kesal. Ia jadi menyesal kesini, karena tak kunjung di gubris Hanna memutuskan untuk pergi dari sana
•••••
Dapur sudah bersih bahkan lauk lauk yang ada di meja makan sudah habis semua, piring piring kotor sudah di bawa ke wastafel
Hanna memakai celemek sebelum ia memulai untuk mencuci piring
"Kamu duduk aja, biar saya yang cuci"
Zeka muncul yang langsung menaruh piring kotornya di wastafel
"Gakpapa biar gue yang cuci, udah pake celemek juga"
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
Fiction généraleBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
