13. Ribut

2.4K 87 0
                                        

"Kurang istirahat ini mah mas" Beritau Laras saat sedang memperiksa seorang tentara yang mengeluh kepalanya pusing

"Banyakin tidurnya"

"Gak bisa dok, soalnya harus standby kalau terjadi sesuatu sama anggota yang lagi tugas "

"Iya juga ya" Gumam Laras "Yaudah pola makannya di atur, nanti saya kasih vitamin buat mas nya"

"Iya makasih dok"

Laras menjawab dengan senyuman ia mencatat di sebuah kertas dan membawanya kepada Arel

"Nih rel catatannya, siapin obat nya ya"

"Siap dok!" Arel memberikan hormat membuat Laras tertawa kecil

Sedangkan di sebelah sana ada Hanna yang sedang menjahit luka tentara di temani oleh Laura

"Ini beneran kena besi bang?" Tanya Laura

"Iya"

"Kok bisa bang? "

"Yaa bisa lah kan saya lagi kerja" Jawab tentara itu yang sudah pasrah melihat sikap Laura

Hanna hanya menggelengkan kepalanya. Para tentara dan dokter di kapal ini sudah mengenal satu sama lain, beberapa bulan disini Hanna sudah hafal dengan orang orang yang berada disini, dan para tentara juga sudah mengenal dokter dokter yang ada di sana

"Pasti perih banget ya bang"

"Yaiya perih laura. Coba kamu aja"

"Engga lah bang! Abang aja" Tolak Laura

"Ra tolong ambil perban yang baru ya"

"Oke dok" Laura beranjak dari sana melaksanakan tugas Hanna

"Belum ada kabar han dari mereka" Cetus tiba tiba Arya, tentara yang sedang Hanna obati

Tangan Hanna yang sedang bergerak berhenti, ia mendongakkan kepalanya dan tersenyum "Mungkin mereka gak sempet ngabarin kali ya?"

"Tapi sudah dua Minggu lebih tidak ada kabar harus di tindak lanjuti, tapi dari atasan belum ada perintah"

"Gue percaya kapten mereka. Kapten Zeka bakal bawa balik semuanya dengan selamat"

Arya tersenyum tipis "Saya juga percaya dengan kapten saya"

"Ini dok" Hanna menyambut perban yang di berikan Laura

"Terimakasih Laura"

"Sama sama dokter Hanna cantik"

"Yaelah mana lagi nih perban gue astaga!!" Pekik Arel dengan wajah tertekan dan terlihat sangat lelah

"Laura?" Hanna melirik Laura dengan tatapan selidik

Laura menyengir "Hehe maaf ya dok. Soalnya tadi—"

"Cepat minta maaf sama Arel sana. Terus kasih perban baru ke dia" Potong Hanna tidak mau tau

"Iya dok" Laura pergi menuju Arel

"Kayak lagi ngasuh anak anak yaa" Celetuk Arya, Hanna hanya membalas menggelengkan kepalanya

"Laura? Kamu yang ambil perban disini?" Tanya Laras saat Laura sudah ada di sana

"Iya nih lo kan yang ambil ngaku?" Arel menyambung

"Iya maaf ya dokter Laras, maaf juga ya Arel. Soalnya tadi gue ambil yang ada di mata gue aja"

"Ck. Males banget si lo jadi orang, tinggal cari kek perban nya jangan ambil punya orang"

"Maaf ya Arel. Gue ambil yang baru lagi deh"

"Iya sana sana ambil!" Jutek Arel

Laras hanya geleng geleng "Jangan keras keras sama laura ya rel. Ngasih tau nya pelan pelan aja" Kata Laras

KOPASKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang