1 Minggu yang lalu Laras dan Hanna resmi di jadikan petugas di klinik karena mereka berdua lah yang selalu kesiangan, karena klinik buka pada pukul 6 pagi. Maka Dokter Santi menugaskan mereka di klinik agar bisa bangun pagi
Pukul setengah 6 setelah sholat subuh dan bersiap siap. Laras dan Hanna menuju klinik, Hanna yang berdiri di belakang Laras yang sedang membuka pintu klinik
"Dingin banget ajegile" Ujar Hanna sambil memeluk dirinya sendiri
"Namanya juga tengah laut coy. Udah nih masuk" Pintu terbuka, Laras menyuruh Hanna terlebih dahulu untuk masuk
"Ck. Males banget kalau pagi gini, harus cek persatu bahan bahan"
"Udah kerjain, banyak ngeluh tu hati. Elu di ajak tadi malem cek nya ga mau biar pagi nya bisa santai"
"Malem tadi gue capek. Pengen cepet cepet ke mess" Jawab Hanna. Biarpun mulutnya terus menerus mengoceh tapi tangannya tetap bekerja
Hampir 30 menit lebih mereka bolak balik ke gudang obat obatan untuk mengambil barang yang habis dan kurang. Akhirnya pukul 7 kurang mereka bisa duduk
Hanna melepaskan jubah dokternya, menyisakan kaos panjang berwarna purple
"Gila tadi pagi aja dingin banget, sekarang gerah" Keluh Laras sambil mengipaskan tangannya pada wajah "Lo ga panas apa han? udah gerah masih aja lo pake baju lengan panjang"
"Gapapa menjaga aurat"
"Rambut lo rambut yang harus di jaga" Hanna hanya tertawa kecil
"Udah deh ya kita gausah ikut apel. Nanti kalau ada yang cek kita pura pura beres beres aja"
"Betul juga idean lo" Hanna tersenyum sambil menaikkan alisnya setuju terhadap ide Laras
••••••
puk
Pria yang di tepuk pundak nya itu menoleh ke belakang, lalu kembali menghadap ke depan. Yang menepuk pun langsung mengambil posisi duduk di samping pria itu
"Satu Minggu yang lalu katanya lo pengen gue benerin hp? Terus mana hp nya?"
"Ga sempet gue ambil hp nya"
"Ambil hp? Emang hp siapa?"
Zeka memicingkan matanya pada Reza yang ingin tau. Reza pun terkekeh "Gue cuma nanya, kalo lo ga mau ngasih tau juga gapapa"
Zeka kembali memasang sepatu pada kakinya "Cewe yaaa?" Goda Reza lagi
"Tugas yang gue kasih udah selesai emang?"
"Udah dong kapten! Yakali gue belum selesai terus keluyuran, yang ada gua di suruh nyelam 5 jam di bawah laut sama lo"
"Pertanyaan gue belum di jawab nih kapten! Cewe ya?"
"Udah gue duga, kata kata kalau lo ga mau ngasih tau gapapa itu emang mitos"
"Mitos apaan? beneran lah kalau Lo ga mau ngasih tau gue ya gapapa. Tapi gue nanya cewe ya?"
Zeka menggelengkan kepalanya "Gajelas"
"Dih malah dikatain gajelas" Ucap Reza tidak terima "Yaudah gapapa si kalau ga mau ngasih tau" Akhirnya terima
"Siap siap kita berangkat sebentar lagi" Kata Zeka tegas yang sudah memasang kedua sepatunya
"Iya yang lain juga udah pada tau. Udah pada siap juga" Reza ikut berdiri "Gue tau ka. Lo lagi deket sama tu dokter"
"Sok tau"
"Lah emang gue tau" Ujarnya dengan tengil "Pinter juga lu liat cewe. Bening kali tu dokter ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
General FictionBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
