Seorang anak kecil perempuan dengan rambut di kuncir dua berjalan sambil di gandeng oleh ibunya melewati sebuah jalan aspal di hiasi halaman hijau sangat luas di kanan kirinya, anak kecil itu memandang jauh di penghujung jalan sebuah rumah yang sangat besar
"Ma, itu rumah siapa?" tanya nya dengan mendongakkan kepalanya melihat sang ibu
"Rumah papa mu" jawab sang Ibu tanpa melihat sang anak
"Papa?" jawabnya dengan gembira
Sesampainya di depan rumah besar itu keduanya di cegat oleh salah satu penjaga yang memang berjaga di area depan pintu
"Maaf, anda siapa? kenapa anda bisa masuk ke dalam sini?" tanya petugas itu heran, kenapa satpam di depan tidak mencegat
"Saya memanjat pagar"
Petugas itu langsung menghubungi rekannya dengan Handy Talky miliknya, karena menurutnya perempuan ini tidak di kenal, tapi tampak tidak asing juga
"Saya Dayandra Wisersa"
Tampak raut wajah petugas itu sangat kaget dan langsung menurunkan Handy Talky nya dari depan wajahnya
"Dan anak kecil ini Hanna Paramastri Lubis"
Petugas itu langsung mengarahkan arah pandangan nya pada anak kecil yang di gandeng oleh perempuan di depannya, anak kecil bernama Hanna itu menatap petugas itu dengan mata polos
"Maaf Bu Dayandra—"
"Iskandar masih tidak mau menemui saya?"
"Bukan begitu Bu, Pak Iskandar sedang tidak bisa di ganggu"
"Tidak mau di ganggu selama 5 tahun? Bajingan" di akhiri dengan seringai an, setelahnya Dayandra menerobos masuk
"Bu! anda tidak bisa masuk!"
"Kenapa saya tidak bisa masuk?!! ini rumah suami saya!"
"Mama," Hanna menggoyangkan tangan ibu nya karena takut melihat sang ibu marah
Tapi pada akhirnya Dayandra bisa menerobos masuk, sedangkan petugas tadi langsung menghubungi para rekannya
"Iskandar!!" teriak perempuan itu di tengah rumah yang besar itu
Dayandra terus menyeret anaknya menyelusuri rumah itu sampai akhirnya ia menemukan keluarga yang sangat bahagia sedang duduk di meja makan menikmati hidangan yang sangat lezat
Seperti kesurupan Dayandra meninggalkan anaknya dan berjalan ke arah meja makan melempar semua makanan di atas sana. Tangannya menggusur semua piring piring di atas sana
"Biadab kalian!!" teriak Dayandra
"Dayandra?" gumam Iskandar tidak percaya
"Bagaimana bisa kamu disini?!"
Dayandra terkekeh tidak percaya, ia mengambil sebuah pecahan gelas di lantai tidak perduli tangannya sudah berdarah, perempuan itu mengarah pecahan itu ke arah Iskandar
Semua orang berteriak di ruangan itu melihat suami, ayah, dan paman mereka di ancam
"Itu pertanyaan mu saat aku datang kemari bajingan?! kamu buang saya seperti sampah! kamu membiarkan anak mu seperti bangkai!!"
Iskandar terdiam mematung, lalu pandangannya beralih pada Hanna kecil yang juga ikut memandangnya dengan polos
"Dayandra! kamu sangat memalukan, singkirkan itu dari hadapan suami saya!!" perintah Mifta Ahyowaryono istri Iskandar Lubis
"Diam kamu Mifta!! kamu mana tau di posisi saya, coba kamu rasakan posisi saya bersama anak anak kamu!"
"Tante memang sangat memalukan, anda yang merusak rumah tangga orang tua saya! setelah mendapatkan penderitaan seperti itu, anda menyalahkan papa saya?!" sahut seorang gadis remaja Alyodhya Nangraini anak pertama dari Iskandar dan Mifta
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
Ficción GeneralBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
