Zeka menarik selimut sampai di dada Hanna. Setelah menangis di pelukannya sambil terus mengatakan maaf, Zeka juga ikut terus menenangkannya sampai akhirnya ia tertidur dengan bekas air mata di wajahnya
Kepala Hanna bergerak ke samping dengan mata tertutup mencari tempat ternyaman, Zeka mengelus lembut surai panjang Hanna. Entah apa yang terjadi pada istrinya hingga menangis sesegukan tidak berhenti
Lelaki yang masih memakai baju dinasnya itu melirik jam dinding yang menunjukkan pukul setengah 3 subuh, ada waktu tidur menjelang sholat subuh dan besok ia akan kembali bekerja
Zeka beranjak dari ranjang untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur
Terangnya sinar menembus gorden membuat mata berbulu mata lentik itu s
pelan pelan terbuka sambil mengusal matanya
Tubuh nya terasa pegas pegas semua, sekujur tubuhnya terasa sakit, membuat Hanna bergolek golek di atas ranjangnya sambil memejamkan mata nya lagi
Hitungan detik matanya langsung terbuka, Hanna langsung loncat dari ranjang nya dan keluar dari kamar
Saat sudah menuruni anak tangga terlihat Mbo Mimin yang sedang menyapu. Mata Hanna melirik satu piring nasi goreng di atas meja makan
"Eh Mba kaget saya" Mbo Mimin kembali melanjut nyapu
"Mas Zeka udah pergi?" tanya Hanna sambil menarik kursi untuk ia duduki
"Iya Mba tadi jam 7 udah berangkat. Itu juga Nak Zeka yang buat Nasi goreng nya"
Hanna tersenyum malu menatap nasi goreng yang ada di depannya, lalu ia segera memasukkan satu sendok penuh dalam mulutnya. Rasanya sangat enak, berbeda dengan buatannya yang hanya ada rasa Masako
"Mas ada nitip pesan gitu ga Mbo?"
"Gak ada sih Mba, cuma nyuruh saya sajikan di atas meja aja nasi goreng nya"
"Mas Zeka marah ga ya?" gumam nya sambil menyuap
Raut wajah seketika berubah menjadi rasa bersalah. Dia jadi ingin meminta maaf cepat cepat, padahal dirinya sudah pasti membuat suaminya itu kecewa tapi masih saja bisa bersikap hangat seperti ini, membuatkannya sarapan
Suara bel berbunyi di pagi pagi begini, Hanna hendak berdiri untuk membukanya tapi Mbok Mimin sudah terlebih dahulu berjalan ke depan
"Hanna!!!!"
Laras berlari dan langsung memeluk Hanna yang sedang duduk dengan wajah kebingungan
"Tau dari mana lo gue udah pulang?" tanya Hanna selepas Laras melepaskan pelukannya
"Dari suami lo la. Zeka bilang ke Tama tolong sampaikan ke gue buat nemenin lo di rumah"
Hanna langsung memanyunkan bibir nya dengan wajah hendak menangis
"Kenapa lo?"
"Gue tambah ngerasa bersalah sama suami gue ras"
"Lah kenapa? lo nikah baru seumur toge ya, jangan bilang lo udah buat masalah"
Hanna mengigit bibir nya sambil mengangguk pelan
"Lo ngapain anjir"
"Gue—"
"Lo pergi sama cowo?!"
"Engga! sembarangan lo, gue bohong sama dia"
"Bohong kenapa?"
"Kemarin tiba tiba waktu lagi di Bandung, Mas Zeka ada tugas dengan berat hati gue izinin dia pergi dan dia bilang ke gue sorenya udah harus pulang" Hanna menggantung kalimatnya
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
Ficção GeralBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
