60. Acara donor darah

1.9K 84 9
                                        


Keesokannya seperti biasa Zeka dan Hanna menjalani aktifitas masing masing, Zeka yang sibuk bersiap di kamar dan Hanna yang berkutik di dapur nya. Setelah sarapan telah beres semua, Zeka pun juga keluar dari kamar. Pria itu langsung mengambil alih piring yang ada pada tangan Hanna, istrinya itu hendak mengambilkan nasi untuknya

"Kamu duduk aja, biar aku yang ambilkan. Kan kamu sudah masak" tutur lembut zeka sambil tersenyum pada istrinya, tentunya Hanna dengan senang hati duduk manis

"Manis banget habis dapat jatah tadi malam" ketawa renyah dari Zeka lepas mendengar penuturan Hanna, ia meletakkan piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk nya di hadapan Hanna

"Kamu seneng kalau aku manis gini?" tanya Zeka yang sedang mengisi piring nya

"Iyaa"

"Kalau gitu jatah terus"

"Mesum ih!"

"Ga boleh mesum sama istri sendiri?" Zeka membawa piringnya dan berdiri memutari meja makan, ia menarik kursi tepat di sebelah istrinya dan duduk

"Nanti istrinya banyak lho pindah pindah"

"Mana ada gitu" sangkal Zeka, ia mengambil tangan istrinya untuk ia genggam lalu mulai menyendok kan nasi ke dalam mulutnya

Karena Zeka tak hanya menggenggam, sesekali Hanna merasakan suaminya mengelus lembut jari jarinya dan itu membuat Hanna ingin terbang saja, ia terpaksa menahan senyum nya sambil memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya. Sedangkan Zeka hanya santai sambil makan, apa ia tidak tau kalau Hanna sedang menjerit jerit dalam hatinya

Selesai sarapan Zeka ikut membantu Hanna membereskan bekas makan mereka, setelah semuanya selesai Hanna ikut mengantar suaminya ke depan

"Ada kegiatan apa aja hari ini?" tanya Zeka sambil memasang kaos kaki

"Nanti ada gotong royong di aula"

"Memangnya akan ada acara?"

Hanna berdecak "Masa mas gak tau? nanti akan ada pergelaran pendonoran darah menyambut ulang tahun para Jalasenastri"

Mulut Zeka berbentuk lingkar menandakan ia mengerti, setelah sepatu sudah terpasang di kedua kakinya. Zeka berdiri dan menjulurkan kedua tangannya pada Hanna

"Kalau ada apa apa langsung kabari ya" beritahu Zeka, pasalnya ia masih khawatir tentang ibu ibu yang pernah menjahati istri nya dengan kata kata, walaupun sudah meminta maaf tetap saja Zeka tidak mau Hanna kembali merasa sedih

"Iya"

"Jangan iya iya aja, nanti kamu malah sembunyikan apa yang terjadi"

Hanna tertawa kecil lalu memasang senyum di saat Zeka memasang wajah cemberut. Suaminya yang sekarang ini lebih mudah mengekspresikan wajahnya

"Iyaa mas"

Menjelang pukul 10 untuk gotong royong, Hanna mengisi waktunya untuk beres beres rumah apalagi kamarnya sangat berantakan setelah kegiatan tadi malam. Setelah semuanya rapih dan tidak ada lagi pasir pasir yang menempel di telapak kakinya barulah Hanna mandi dan segera bersiap siap

Dengan memakai baju training Jalasenastri, Hanna keluar dari rumah dan tak lupa mengunci pintu. Saat berbalik sudah ada Sela dengan sepeda listrik warna kuning nya

"Halooo mba Hanna" sapa Sela dengan cengiran nya

"Sela? sejak kapan kamu punya ini?"

"Hehe baru di beliin tau mba sama suami tercinta" jawaban sela membuat Hanna memutar bola matanya sambil geleng geleng

"Yaudah ayo mba naik"

"Kamu beneran bisa ga bawa nya? saya gak mau jatuh ya nanti saya lecet"

Terdengar decakan dari sela "Aman mba"

KOPASKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang