16. Pelukan

2.8K 98 1
                                        


Pagi ini pada pukul 7 pagi semua tentara, dokter, perawat, bahkan sekalipun OB dan juru masak pun ikut berkumpul upacara penghormatan terakhir Serda Farel yang baru berumur 22 tahun

Jenazah Farel akan di bawa ke Bali tempat kelahirannya dan serta kediaman keluarganya

Upacara sangat khusyu, semuanya diam menunduk hanya para tentara yang tegap memberi hormat pada peti jenazah Farel yang akan di masukkan ke dalam helikopter

Termasuk Hanna yang menunduk menghormati, Hanna di temani Laura dan Nana di sebelah kanan dan kiri nya. Sedangkan Dokter Santi setia di dekat peti Farel sampai Farel pun masuk ke dalam helikopter

Untungnya juga cuaca sudah di prediksi membaik hanya langit saja yang mendung ikut serta atas kehilangan tentara terbaik yang berkorban dengan keamanan negaranya

Farel seorang tentara yang tidak memperdulikan nyawanya, ada ayah, ibu, adik, kakak, beserta keluarga besarnya yang menunggu dirumah. Tapi demi abdi nya Farel berani meninggalkan itu semua

"HORMAT SENJATA! GRAK!"

"HORMAT! GRAK!"

Dorr

Suara senjata berbunyi, jenazah Farel telah di masukkan ke dalam helikopter. Hanna mendongakkan kepalanya saat helikopter itu sudah di atas. Semuanya masih dalam keadaan hormat sampai helikopter itu telah pergi

Hanna tidak bisa membayangkan jika di posisi orang orang terdekat Farel. Orang terdekatnya melepaskan kepergian Farel saat bertugas di saat itu juga mereka pasrah. Pulang dengan hidup atau peti mati, siap tidak siap mereka harus siap

Sampai akhirnya hormat selesai, saat itu air mata Hanna menetes

"Dok? ayo kita balik" Ajak Laura

"Ha?" Hanna langsung menghapus air matanya "Duluan aja ra. Saya mau ke mess dulu, oh ya tolong liat kondisi Dokter Laras ya"

"Iya pasti kok dok" Jawab Laura

"Kalau gitu Laura sama Nana balik ya" Hanna mengangguk sambil tersenyum tipis

•••••

Hanna menghela nafas nya, ia masih merasakan sedih melihat kepergian Farel tadi. Ia sempat beberapa kali mengobrol dan bergurau dengan Farel saat pemuda itu masih hidup

Lorong loby kapal ini pun terlihat sangat sepi, sangat terasa duka di kapal ini

Di lamunannya sambil berjalan langkah Hanna terhenti, jantungnya berdegup kencang saat melihat sosok di depan sana

Sosok tegap dengan seragam PDL lengkap memandang Hanna di depan sana

Hanna mulai melangkah kan kakinya pelan,  termasuk sosok itu juga ikut berjalan ke arah Hanna

Zeka yang awal langkahnya pelan berubah menjadi cepat untuk bisa menuju Hanna. Sampai akhirnya Zeka berlari menuju Hanna sambil melepaskan baretnya

greb

Zeka memeluk sangat erat dan erat tubuh Hanna. Hanna diam dirinya masih belum membalas pelukan Zeka

Sadar kalau Zeka sekarang yang lebih berduka atas gugur Farel rekannya termasuk juniornya

Hanna membalas pelukan Zeka dan mengusap punggung Zeka. Di saat Hanna membalas saat itu juga Zeka menambah erat memeluk Hanna

Gadis bersnelli itu juga mengusap rambut Zeka dengan sayang, bahkan Hanna juga menepuk pelan punggung Zeka menyalurkan sekedar energi

KOPASKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang