Pukul 9 pagi ini Dokter yang merawat Hanna datang ke ruangan meriksa pasiennya apakah pantas pulang atau tidak. Karena Hanna sudah sangat sehat Dokter itu akhirnya benar benar mengizinkan pasiennya pulang
Infus yang ada di telapak tangannya pun sudah di buka, begitu dengan peralatan yang sudah semua di kemas
"Dokter mau pakai kursi roda?" tawar Arya
"Lebay banget lo, gue udah sehat banget. Gak liat lo gue menerobos hujan malam kemarin, masa jalan aja gak kuat"
"Tapi tepar juga" gumam Arya masih di dengar lainnya
"Kurang ajar lo" Tama dan Laras hanya tertawa mendengar nya
cklek
"Sudah siap?" Zeka muncul di balik pintu
"Udah gak nih?" tanya Hanna pada lainnya
"Udah udah"
"Yuk"
Hanna yang hendak turun dari ranjang membuat Zeka yang berada di pintu panik, ia berlari lalu memegangi kedua bahu Hanna
"Kenapa sih ka?"
"Kamu gak pakai kursi roda?"
"Ck. Ngapain si? gue itu gak lumpuh"
Gadis itu dengan pelan melepaskan kedua tangan Zeka, ia berjalan meyakinkan kalau ia sehat sehat saja
"Ayok, ngapain bengong sih semuanya" Hanna terlebih dahulu keluar dengan di ikuti keempatnya dari belakang
Sesampainya di mobil Arya dan Tama membantu mengangkat tas yang berisikan baju baju milik Hanna
"Lo mau kemana?"
"Hmm kemana ya? gue mau cari kost an aja deh"
"Serius? gak mau ikut gue ke Bandung?"
"Engga ras, kan gue udah bilang gue mau netep disini"
"Yaudah deh, nanti gue hubungin Lo"
"Hp gue ilang ras"
"Lo ribet Han, bukan cuma hp doang yang bisa buat berkabar"
"Iya iya ras"
"Yaudah gue pamit yaa sahabat. Mudah mudahan kita bisa cepat ketemu lagi"
"Hati hati ya ras, senang bertemu kamu" ucap Zeka
"Iya kapten Zeka. Sahabat saya di jagain" Zeka hanya tersenyum sambil mengangguk tipis
Keduanya berpeluang sebagai tanda perpisahan. Laras memutuskan untuk kembali ke Bandung menemui orang tua nya, ia tidak tau harus ke Jogja kapan lagi
"Kami pergi nganter Laras dulu ya dok" pamit Arya dan Tama
Hanna melambaikan tangannya saat mobil yang membawa Laras melaju, begitu juga dengan Laras yang sampai sampai menongolkan kepalanya di balik jendela mobil
Zeka membukakan pintu mobil untuk Hanna, gadis itu menyambut dengan senyuman hangat
"Dokter Hanna!"
Niatnya tadi ingin masuk ke dalam mobil batal saat ada yang meneriakinya
"Arel?"
"Untung aja belum pergi dok"
"Kenapa rel?"
"Makasih ya dok untuk semua"
"Santai aja kali rel, kayak dengan siapa aja"
Arel tersenyum sambil menggaruk tengkuk lehernya "Oh ya, saya mau pamit dok"
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
General FictionBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
