29. Mantan

2.1K 80 2
                                        






Kini Laras, Tama, Arya, Zeka dan Ratna menunggu di luar ruangan. Kelimanya sama sama sunyi menunggu Juan yang sedang berbicara dengan Hanna di dalam

Laras dari tadi terus melirik sinis Ratna, pasalnya tadi wanita itu memaksa dan menerobos masuk untuk melihat Hanna, padahal Laras ingin memberi ruang untuk Zeka dan Hanna. Padahal di awal Ratna terlihat sopan

Sedangkan yang di lirik hanya memainkan kuku kuku cantiknya. Ratna sadar kalau dia sedang di lirik tapi ia acuhkan

"Ngomongin apasi. Lama banget" gerutu Laras

"Wajar aja, namanya juga lagi ngobrol sama atasan" sahut Ratna

"Dih nyambung aja lo"

"Pantes aja di jadiin relawan" gumam Ratna yang masih di dengar Laras

"Maksud lo apa ha?" Laras hendak maju tapi tangannya langsung di tahan oleh Tama

"Dokter Laras" tegur Zeka menyuruhnya tetap diam

"Oh yaa, Lo bukannya cowo yang punya sikap Bad tadi ya?" celetuk Ratna pada Zeka

Membuat Arya dan Tama saling tatap. Bisa bisa nya kapten nya itu di katai seperti itu

"He! maksud lo apa bilangin Zeka kayak gitu?!"

"Husst ras" tegur Tama kembali sambil menahan lengan wanita itu

"Yaiyalah, temen lo ini gue minta bantuan buat nolongin anterin gue ke bangku buat duduk karna kaki gue keseleo, tapi dia tolak dengan sangat tidak sopan"

"Gak sopan dimana nya ha?"

"Dia malah nyuruh suster buat bantuin gue"

"Itu mah elo yang ganjen. Betul dong dia nyuruh suster buat bantuin lo, emang harusnya suster kan? suster yang lebih tau"

"Ck. Gue udah ada pacar, gak mungkin lah gue ganjen"

"Alasan!"

"Dokter Laras cukup" tegur Zeka dengan pelan

Zeka sangat pusing dengan perdebatan kedua orang ini. Ia dari tadi hanya memikirkan Hanna di dalam

"Pak Juan harusnya gak perlu repot repot liatin saya disini. Cukup Ratna aja" ucap Hanna tanpa melirik lawan bicaranya

"Aku atasan kamu, dan aku yang bertanggung jawab pengiriman kamu di sana"

"Iya terimakasih"

"Hanna.."

Gadis itu langsung menarik tangannya saat Juan ingin menggapainya

"Ingat istri pak"

"Aku sudah bercerai"

Hanna langsung menolehkan kepalanya

"Cerai?!"

"Iya, seminggu setelah kamu pergi"

"Pak?"

Juan tersenyum tipis sambil menggeleng pelan "Bukan gara gara kamu Hanna. Ini sudah kesepakatan kami berdua"

"Hanna kamu mau ya di rujuk ke Jayakarsa "

"Engga!" tolak nya mentah mentah

"Di sana kamu dapet perawatan terbaik"

"Bapak pikir rumah sakit angkatan laut ini tidak baik?"

"Bukan gitu Hanna"

"Saya sudah memutuskan untuk berhenti dari Jayakarsa"

"Hanna.."

"Kita gak bisa ketemu terus menerus. Saya sudah tau kemana pikiran bapak sekarang ini"

"Kamu gak bisa berhenti gitu aja, aku gak akan biarin gitu aja"

KOPASKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang