Setelah pemeriksaan tadi para taruna langsung di suguhkan cemilan cemilan kecil. Latihan mereka akan di istirahat kan sampai sore nanti, dan akan di lanjutkan pada malam hari
Para dokter dan taruna termasuk beberapa tentara lainnya bergabung di luar kapal, menikmati angin laut yang segar pagi ini
Laras membawa sekardus minuman dan keliling untuk membagikannya. Padahal itu bukan tugasnya, Laras hanya sengaja caper ke taruna taruna. Aturannya tadi ia mengajak Hanna tapi gadis itu tidak mau dan memilih untuk duduk menyendiri
Hanna yang sedang duduk sendiri meneguk minuman kaleng nya dan menatap lurus ke arah laut
"Dokter Hanna bukan?" Merasa di sebut nama nya, Hanna mendongak terlihat seorang tentara di hadapannya
"Iya. Ada apa ya?"
"Boleh saya duduk?"
"Boleh" Hanna mengangguk
"Oiya nama lo siapa?" Tanya Hanna
Pria itu terkekeh "Orang zaman sekarang bicara pakai embel embel lo-gue ya"
"Emangnya kenapa?"
"Engga. Nama saya Teja"
"Oke Teja" Balas Hanna sambil tersenyum ceria
"Tadi pagi saya memperhatikan kamu dan teman kamu"
"Aahh yang telat itu yaa? Malu banget tauu" Teja hanya tertawa kecil
"Kenapa bisa telat?"
"Tidurnya kemaleman jadi kesiangan"
"Jam tidur disini sudah di jadwalkan. Kenapa melanggar?"
Hanna berdehem tidak mungkinkan ia jujur soal tadi malam "Biasalah imsonia"
Teja mengangguk mengerti "Sepertinya saya harus pamit. Terimakasih ngobrol ngobrolnya, saya suka" Ujar Teja tersenyum di akhir kalimatnya
Hanna tidak membalas ia hanya menyelipkan anak rambutnya sambil menatap kepergian Teja
"Eh Hanna! ngobrol sama siapa lo" Laras tiba tiba muncul
"Ituu orang"
"Yaa gue tauu. Lo kenal?"
"Engga. Dia tiba tiba ngajak kenalan terus ngobrol"
"Cieee. Udah ada aja yang deketin lo"
"Apasi. Nggala. Dia cuma mau kenalan aja mungkin, karna nunggu tugas jadi dia gabut ngajak gue ngobrol"
"Ah yang benerrr"
Hanna menyenggol lengan Laras "Udah sana aja lo tebar pesona sambil bagiin minuman. Sekalian aja lo jualan ga usah jadi dokter" Kesal Hanna lalu beranjak dari sana
"Dih ngambek" Laras mendengus "Hanna! tungguin gue!!" Teriaknya lalu mengejar temannya itu
••••••
"Ras! cepetan sini bawak kotak perbannya"
"Sabar napa Han?" Keduanya sedang memisahkan beberapa barang yang ada di klinik. Ga berdua aja ada yang lainnya juga
"Ga bisa. Harus cepet selesai ini, gue udah ngantuk banget pengen tidur"
"Hanna Hanna. Masih jam 11 lho ini"
"Bodo. Poko nya gue pengen rebahan sekarang, ayo rass cepet" Ujarnya dengan semangat
"Han. Kek nya ini ada yang kurang deh"
"Apa?" Hanna menolehkan kepalanya kepada Laras
"Hecting set nya kurang tiga ini. Nanti dokter Santi marah kalau kurang"
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
Ficción GeneralBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
