Keesokannya Laras, Arya dan Tama mengantar pasutri baru ini ke bandara untuk berangkat ke Bandung pagi ini setelah apa yang di rencanakan
Laras sebenarnya sedikit sedih karena Hanna malah pergi dari Jogja padahal kan ia ingin main dengan temannya itu. Ingin ikut ke Bandung juga tidak mungkin, pasutri itu niatnya ingin liburan masa iya Laras ikut juga
"Semoga cepet cepet dah ada bocil" kata Laras
Hanna memutar jengah matanya "Mauan lo"
"Jadi lo ga mau?"
"Yaa mau lah, tapi gue kan mau nikmatin masa masa berdua dulu. Yakan Mas?" Laras bosan melihat kemanjaan Hanna pada suaminya, mentang mentang pasutri baru
"Iya dah yang baru nikah serasa bandara milik berdua gandengan di depan bujangan" celetuk Arya
"Makanya jangan jadi bujangan" jawab Zeka
"Nanti kalau gak jadi bujangan siapa dong kapt yang nemenin sahabat saya ini?" Tama mendorong kepala Arya yang menyender di bahu nya
"Ogah di temenin lo, gakpapa lo nikah duluan aja"
"Yee sekali nya lo yang diam diam langsung sebar undangan"
Pengumuman keberangkatan mereka terdengar membuat keduanya bergegas dengan koper
"Yaudah saya berangkat dulu"
"Siap! hati hati kapt!" serentak keduanya
"Hati hati yaa kalian berdua"
Hanna melambaikan tangannya ke belakang sebelum menghadap ke depan
"Udah yuk pulang" ajak Arya
"Kok pulang?!"
"Jadi kau kemana lagi?" tanya Arya
"Ajak dong gue jalan jalan disini!"
"Yaa ayo" kata Tama mengiyakan
"Serius lo mau?"
"Nanti kalau gak mau, ngambek"
"Lho berarti lo terpaksa dong tam?"
"Engga ras"
"Tapi lo ada rasa terpaksa"
"Engga, Masya Allah Laras. Saya ikhlas mau ngajak kamu keliling Jogja"
"Yaelah! ribut kalian berdua! yaudah ayok jalan ini" kesal Arya melihat perdebatan kecil keduanya
"Yeay" sorak samar Laras mengikuti langkah Arya di depan dan Tama yang berada di belakangnya
•••
Sesampainya di hotel keduanya langsung bersih bersih dan memakai baju yang nyaman untuk tidur
Hanna yang bersama laptopnya mengetuk sebuah berkas yang akan di ajukan untuk Jayakarsa besok, dan Zeka yang berbaring santai menonton tv
Tapi fokus nya menonton teralihkan dengan Hanna yang berada di sampingnya bersandar sambil mengetik
"Masih banyak ya?"
"Masih" jawab Hanna yang masih menatap layar laptop
"Kenapa gak besok aja lanjutin?"
"Gak sempet kalau pagi"
Zeka mengangguk patuh, tapi setelahnya ia langsung memeluk pinggang Hanna membuat perempuan itu terganggu
"Mas, aku belum selesai"
Zeka menongolkan kepalanya "Mau peluk, gak boleh?"
"Boleh, tapi nanti ya tunggu aku selesai"
KAMU SEDANG MEMBACA
KOPASKA
General FictionBerjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
