Chapter 4.0 - Children of The Moon

113 22 17
                                        

Hutan Eorwood, 30 km Selatan Verbena Blossom.

Schifar sudah sampai di titik yang telah disepakati dengan Gunther sebelum mereka memasuki Hutan Eorwood bersama-sama. Sambil menunggu pria yang tidak pernah tepat waktu itu, pikirannya melayang pada percakapan tadi siang dengan May mengenai Anak-anak Bulan—istilah untuk para makhluk yang mendapatkan kekuatan dari bulan purnama seperti para Vyraswulf dan dua klan Vampire  yang terus berseteru—Merx dan Verx. Namun, sekarang sebutan tersebut hanya melekat kuat pada bangsa Vyraswulf dan para Verxian.

Melalui proses evolusi, para Merxian selangkah lebih maju sehingga tidak memiliki ketergantungan pada bulan purnama hingga dikeluarkan dari klasifikasi Anak-Anak Bulan dan masuk dalam kategori abu-abu. Anak-anak Senja adalah ejekan yang ditujukan untuk mereka.

Karena evolusi juga, penggolongan Anak-anak Bulan menjadi rumit. Sebagai contoh dalam dunia Vyraswulf ditemukan istilah Frenayan, kelompok yang  kehilangan kemampuan untuk berubah menjadi serigala. Mereka dianggap sebagai 'produk cacat' sehingga keberadaannya tidak pernah diakui oleh aliran utama. Tersingkir, tapi tidak ingin kehilangan jati diri, tercetuslah nama Frenayan untuk mengingatkan bahwa mereka bukan hanya keturunan, tapi juga tetap pengikut setia Freynir.

Salah satu yang menyebabkan mereka kehilangan kemampuan untuk berubah menjadi serigala adalah praktek kawin campur antar ras, dalam hal ini para Vyraswulf dan Aetherian, yang umum dikenal sebagai manusia. Semakin banyak gen Aetherian dalam garis keturunan mereka, semakin lemahlah mereka. Maka, tidak heran bila kemudian para Vyraswulf melarang perkawinan campur antar ras dan akan memberikan sanksi yang sangat berat hingga hukuman mati kepada anggota mereka yang melanggar, semua atas dasar menjaga kelestarian ras dan juga untuk mempertahankan kemurnian darah mereka.

Vargil, salah satu dari Enam Pendiri klan Vyraswulf, mendirikan agama Frenayan untuk menghormati dewi mereka, Freynir. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila Frenayan merujuk pada dua hal. Selain agama para Vyraswulf juga merujuk pada mereka yang tersingkir tapi memandang dirinya sebagai keturunan dan pengikut Freynir sejati. Sekarang mereka lebih dikenal sebagai Vyraswulf Abu-abu untuk mengatasi kerancuan pada istilah Frenayan sendiri.

Pada mulanya, tidak ada penggolongan dalam salah satu klan terbesar Bangsa Darat. Semua mengenal kelompok ras berwujud manusia dan bisa berubah menjadi serigala sesuka hati mereka dengan sebutan Vyraswulf. Istilah Vargulf dan Virwulf digunakan sebagai pembeda antara laki-laki dan perempuan.

Seiring berjalannya waktu, muncullah istilah Vyraswulf Putih. Mereka adalah golongan berdarah murni yang dikhususkan untuk menjalani kegiatan keagamaan. Hanya dari golongan mereka dipilih seorang Vesta Prestia dan Vasto Guardia.

Singkatnya, Vesta Prestia adalah Virwulf perawan yang bertindak sebagai Oracle, juru bicara atau penghubung antar dua dunia—Atas dan Bawah—dalam kuil tempat penyembahan mereka. Vasto Guardia adalah empat Vargulf yang bertugas menjadi penjaga atau pengawal pribadi para Vesta Prestia. Karena tugas khusus mereka, kelima Vyraswulf  tidak menikah seumur hidup mereka.

Selain karena pengkhususan tugas dan menjaga kelestarian ras, para Vyraswulf Putih sangat tidak ingin kutukan Remus aktif dalam diri mereka. Vyraswulf yang tidak bisa berubah menjadi serigala adalah sebuah kenajisan dan tragedi yang harus diratapi. Jadi, kutukan yang tidak pernah aktif sudah cukup, tidak perlu makin mencemarkan darah mereka hingga kehilangan jati diri. Namun, sekokoh apa pun tradisi ini dijaga, tetap saja ada yang menjadi pembuka jalan bagi kenajisan yang lain—Vyraswulf Hitam.

Bila pandangan para Vyraswulf Putih untuk selalu menjaga kemurnian darah Vyraswulf demi kelestarian ras mereka dianggap kolot. Maka ada yang jauh lebih kolot, para Vyraswulf Hitam.

Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang