Excelsis bermalas-malasan di ranjang sambil membaca komik terbitan terbaru. "Kau tidak jadi ke sekolah?"
"Aku baru selesai mengirim surat izin ke sekolah."
"Oh." Excelsis mengulurkan tangan dan meraih telepon. "Kau mau dibawakan apa?"
"Keluarkan semua yang ada di kulkas untuk tamu terhormat ini, Nona Pemalas."
"Baiklah, bila kau ingin makan seember daging beku." Excelsis menelepon bagian dapur untuk dibawakan makanan kecil ke kamarnya. Telepon belum diangkat, tapi ia pura-pura berbicara dengan sosok di seberang sana. "Halo dapur, bisa bawakan seember makanan kucing dan daging beku?"
"EG!"
"Apa?"
"Puding karamel dan Tiramisu kalau ada."
Excelsis pura-pura berbicara di telepon lagi. "Oh, kucingnya sudah dilatih jadi manusia. Dia tidak mau makanan kucing katanya."
***
Lysandra kembali berkelana di dunia maya setelah mengirim surat elektronik ke sekolah mereka. Ia sangat butuh asupan yang banyak mengenai berbagai hal, terutama bangsa Vyraswulf. Belum sampai 24 jam, ia sudah bertemu dua perwakilan dari dunia yang selama ini dianggapnya fiktif.
Sebentar ... kalau Tante Aithne Vyraswulf, berarti ....
Kepala Lysandra berputar hingga bisa melihat Excelsis. Bila wanita bermata tajam itu Vyraswulf, berarti keturunannya juga membawa gen ras berbulu tersebut. Gadis yang tengah relaks membaca dan tampak sangat jinak bagian dari kaum berbulu dari ujung rambut sampai kaki? Mulut mungil yang sesekali melengkungkan senyum manis bisa memanjang seperti moncong serigala dan dipenuhi deretan geligi tajam untuk mencabik sesuatu, seseorang, dirinya?
Argh! Stop, stop! Lysandra, berhenti berpikir aneh! Mereka hanya liar, tapi bukan monster karnivora!
Excelsis menoleh karena merasa sepasang mata tengah mengawasinya. "Ada apa di wajahku?" tanyanya sambil berguling untuk berkaca pada kaca duduk di atas nakas.
"Tidak. Tidak apa-apa. Hanya berpikir bila kau memakai topeng kontak."
"Topeng kontak?"
"Ada lensa kontak untuk mata, berarti ada topeng kontak untuk dipakai di muka."
"Masuk akal, tapi setahuku orang hanya menyebut topeng saja tanpa embel-embel kontak."
"Coba tunjukkan muka aslimu."
"Ergh. Lanjutkan saja apa yang sedang kau lakukan di sana." Excelsis mengibas-ngibas pelan dan membuka plastik dari buku komik lain.
Benar. Memangnya kenapa kalau dia bukan manusia normal. Sampai kapan pun kau tetap sahabat baikku.
Tetikus tidak sengaja tertekan oleh Lysandra dan membuka laman berisi berita lawas. Berita tersebut langsung menarik perhatiannya. Belasan tahun lalu, pemerintah pernah membekukan sebuah proyek penelitian yang dibiayai pihak swasta. Dalam halaman singkat tersebut, terpampang hasil unggahan potongan koran dari zaman itu mengenai dua peneliti yang berhasil selamat dari sebuah bencana besar di sebuah laboratorium.
Dua peneliti yang dimaksud bernama Ben T. Sterling dan Alamea Sterling. Menurut laporan sang reporter di kliping koran, mereka berdua adalah peneliti ambisius yang dijerat tuduhan melakukan penelitian ilegal dan membahayakan. Vonis bersalah dijatuhkan dan mereka dikirim ke penjara super ketat selama 17 tahun di sebuah pulau yang tidak pernah disebut lokasinya.
Di dalam artikel nyaris tidak memuat informasi yang dijadikan tajuk berita. Satu-satunya kata Vyraswulf hanya mengutip teriakan histeris Bent Sterling supaya menemukan Vyraswulf yang melarikan diri. Tidak ada penjelasan sama sekali mengenai Vyraswulf, bahkan di bagian akhir laporan si penulis justru mempertanyakan kewarasan generasi ketiga dari keluarga Sterling yang memang terkenal kontroversial.
KAMU SEDANG MEMBACA
Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]
Fantasy[Pemenang Wattys 2022 Kategori Fantasi] [Reading List WIA Periode ke-2] Kehidupan Trio SEL (Schifar, Excelsis, Lysandra) berubah drastis setelah mereka menjadi magnet dari segala kejadian-kejadian di luar nalar, terutama Lysandra, gadis keras kepala...
![Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]](https://img.wattpad.com/cover/314800084-64-k593850.jpg)