Chapter 13.1 - Frozen

64 12 0
                                        

Ornamen kerang-kerangan dan bintang laut kecil tergantung di antara alis wanita berambut panjang berombak dengan gradasi biru tua dan semakin terang menjelang ujungnya. Bagian dada ditutupi sepasang cangkang kerang kipas dan dari pinggang ke bawah berbentuk ekor ikan. Tampilannya mengingatkan seseorang pada sosok putri duyung. Sebagai pelengkap, ia memegang sebuah tongkat pendek bertakhta simbol Aquarius.

"Siapa dia?" Quentine berusaha tenang, meski matanya semakin terbuka lebar.

"Aquarius."

Tubuh transparan Aquarius jelas menunjukkan dirinya adalah roh tanpa tubuh. Saat bergerak maju, bagian berbentuk ekor ikan perlahan membentuk sepasang kaki yang ditutupi oleh selembar rok pendek berbentuk kerang. Ia menatap Quentine dan si bocah kecil bergantian, lalu berpikir sejenak. "Nehkiru ...!" teriaknya antusias sambil berlari dan merentangkan tangan lebar-lebar dengan maksud memeluk si bocah.

"Jangan coba-coba, kau tidak punya tubuh sepertiku!"

Terlambat. Aquarius menembusi Nehkiru dan tertanam di lantai. Tidak lama ia terduduk dan menangis dengan suara melengking ala nyanyian Siren hingga Nehkiru dan Quentine harus menutup telinga mereka.

"Diamlah!" bentak Nehkiru sambil merentangkan tangan dan mengepalkan tangan kecilnya. Ampuh, mulut Aquarius langsung terkatup rapat. Ia berpaling pada Quentine. "Pernah dengar tentang dua belas Zodiak Saga?"

"Aku hanya tahu mereka berjumlah 12. Kau, apa kau salah satunya?"

"Bukan, tapi aku bisa mendeteksi keberadaan mereka. Yang di sana itu, Aquarius."

"Nehkiru, itu namamu, bukan? Sekarang bisa jelaskan padaku semua ini?"

"Tunggu. Aku harus mengurus dia dulu." Jari Nehkiru menunjuk Aquarius. "Apa kau melihat ada amphora di sini?"

"Amphora?" Quentine mengedarkan pandangan ke sekeliling museum untuk mencari sesuatu yang sesuai dengan bentuk sebuah guci bermulut sempit. Setidaknya inilah yang ia tahu mengenai definisi benda yang ditanyai oleh Nehkiru. Telunjuknya mengarah pada lukisan. "Apakah itu yang kau maksud?"

"Benar." Nehkiru melambaikan tangan dan seketika amphora di dalam lukisan melayang keluar dari lukisan. "Aquarius. Kemarilah," perintahnya sambil mengarahkan mulut guci pada sosok yang mengubah tubuhnya menjadi sekumpulan air yang bergulung-gulung.

Quentine tidak bisa membaca gerak bibir Nehkiru. Yang pasti, amphora besar dalam pelukan anak itu mengecil dan merasuk begitu saja ke tubuhnya. Tidak lama, sebuah simbol Aquarius muncul di atas mata kaki kanan. Hidup mereka memang berbeda dari para manusia. Mengeluarkan suatu objek dari lukisan dan menyegelnya ke dalam tubuh membuat ia terlihat seperti Pixie, tapi bukan. Ia sangat yakin Aquarius bukanlah Rǜę. "Sudah bisa bicara sekarang?"

"Nanti. Waktuku tidak banyak. Aku harus mencari dan mengumpulkan mereka." Nehkiru berbalik dan berjalan santai ke arah pintu keluar museum.

"Bagaimana dengan orang-orang di sini?"

"Kau tahu caranya membalik mantra penghenti waktu, bukan? Satu lagi, sebaiknya hapus sedikit memori mereka."

Quentine segera menyusul Nehkiru lalu berhenti di ambang pintu. "Kau benar—Frenarum Erasa!" Yang diucapkan olehnya merupakan dua mantra yang dijadikan satu. Karena terdiri dari dua suku kata, Frenara—mantra pembatal untuk Frenum—melebur menjadi Frenarum. Erasa sendiri adalah mantra penghapusan memori kepada target.

Semua orang yang mematung kembali bergerak. Mereka bersikap biasa, seolah tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

"Maaf, di mana arah toilet? Sepertinya ada yang salah dengan lensa kontakkku," tanya Excelsis pada Mark yang bingung dengan nyeri di ulu hatinya.

Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang