Nyaris 15 menit dihabiskan Lysandra dalam suasana mengheningkan cipta setelah Alfred kembali meninggalkan mereka. Jika diteruskan, matahari akan semakin tenggelam dan ia tidak mendapatkan apa-apa setelah segala kerepotan yang dilalui hingga ke titik ini.
"Aku Hazel Lysandra Zeafer. Terserah mau dipanggil Hazel, Lysandra, Lysa atau Lys." Lysandra berdiri dan mengulurkan tangan dari tepi meja, tapi karena masih jauh dari jangkauan lelaki di seberang, ia berinisiatif menganjur tubuhnya di atas meja sambil bertumpu pada satu tangan lain. "Kau siapa?"
"Wyfrien."
Kedongkolan menohok hati Lysandra karena uluran tangannya tidak disambut, padahal dirinya sudah berbuat lebih demi memundahkan mereka berjabat tangan. Cukup lama ia menatap telapak tangannya, bahkan sempat diendus untuk mengantisipasi bau yang membuat Wyfrien enggan bersalaman dengannya. Tidak ada yang aneh, masih ada wangi samar sabun Lavender. Daripada semakin malu, Lysandra menepuk telapak tangan sendiri hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. "Salam kenal."
Ia kembali mendudukkan diri di sofa berbalut beludru merah darah setelah uluran persahabatan yang ditawarkan ditolak mentah-mentah. Seburuk-buruknya sikap Schifar, spesies yang ini jauh lebih buruk.
"Apa yang kau cari?" Ekspresi wajah dan intonasi suara Wyfrien tidak berubah.
"Heh?" Menurut Lysandra, lelaki kaku yang duduk di seberang sana mungkin terkena suatu penyakit yang menyebabkan otot-otot di wajahnya mati rasa karena selalu mendapatkan suguhan ekspresi yang sama.
"Aku tidak akan bertanya untuk ketiga kalinya." Lawan bicara Lysandra mempertegas bahwa kesabarannya hanya setipis kertas.
"Aku ingin tahu tentang ... Vyras ... wulf ...?" Lysandra tidak bermaksud bertanya, tapi sekarang menjadi tidak yakin bisa mendapatkan informasi dari sosok seperti Wyfrien. Entahlah, dia defensif sekaligus ofensif di saat yang bersamaan.
"Di halaman situs sudah ada." Wyfrien berdiri dan berjalan mendekati jendela. Ia menyibak tirai hingga cahaya matahari yang semakin lembut menerobos masuk.
"Kalau informasi di halaman situs itu lengkap, aku pasti tidak akan kemari." Lysandra menahan diri supaya tidak mendengus seperti banteng mengamuk yang diprovokasi oleh seorang matador dan berlari untuk menanduk Wyfrien.
Keheningan kembali melanda karena sosok jangkung yang tengah bersandar sambil bersedekap di jendela, tidak menanggapi dan malah menikmati cahaya matahari yang masuk ke dalam matanya, persis yang dilakukan oleh Excelsis di pagi hari.
Sikap dan cara berdiri Wyfrien terkesan tegas dan dominan, sangat berbeda dengan Schifar yang cenderung galak dan mengintimidasi. Yang membuat kedua makhluk yang seperti saling berlomba untuk menyamai tinggi tiang listrik ini, hanyalah aura acuh tak acuh mereka. Selebihnya, Wyfrien hanya akan memperhatikan sesuatu yang menarik perhatian, sisanya ia akan berada di dunianya sendiri.
"Bukannya cahaya matahari tidak bagus dipandang langsung? Bisa merusak retina." Lysandra berusaha mengusir kesunyian demi membuyarkan ketidaknyamanan yang tak kunjung pergi akibat lelaki anti sosial seperti Wyfrien.
Ia sulit mendeskripsikan perasaan campuk aduk yang memeluknya. Kesal? Sudah pasti, tidak ada yang suka disamakan dengan sekarung kentang. Menyesal? Ada, walau sedikit. Terancam? Sejak memasuki museum hidupnya sudah terancam. Yang paling mengganggu tentu saja yang terakhir karena semakin memperparah keinginan untuk buang air kecil. Namun, sejeli apa pun matanya memindai setiap pintu di ruang penyiksa batin ini, tak ada satu pun yang memiliki tanda bertulisan toilet.
"Keluar dari sini lalu belok kanan. Lihat tanda di pintunya." Wyfrien sama sekali tidak menoleh.
Lysandra sampai tidak bisa berkata-kata selain membelalak sambil menutupi dahi dengan dua telapak tangan, seolah bisa membentuk tameng pikiran. Ia sibuk bertanya dalam hati apakah memang semudah itu isi pikirannya terbaca. Sayang, tidak ada jawaban yang mengalir keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]
Fantasy[Pemenang Wattys 2022 Kategori Fantasi] [Reading List WIA Periode ke-2] Kehidupan Trio SEL (Schifar, Excelsis, Lysandra) berubah drastis setelah mereka menjadi magnet dari segala kejadian-kejadian di luar nalar, terutama Lysandra, gadis keras kepala...
![Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]](https://img.wattpad.com/cover/314800084-64-k593850.jpg)