Suatu tempat di perbatasan Arlukha-Thursally. Sepuluh tahun lalu.
Sekumpulan lima orang berjalan tertatih-tatih melewati jalan setapak berlumpur. Tangan dan kaki mereka dicengkeram rantai besar berkarat yang saling terhubung. Seragam berwarna oranye menyala, menjadi penanda identitas mereka sebagai narapidana—atau dibuat terlihat seperti itu. Pada pergelangan tangan mereka terlingkar sebuah gelang berwarna. Sepasang wanita dan pria bergelang biru, dua pria lain serta seorang remaja masing-masing bergelang biru dan hijau. Mereka menggigil akibat angin malam yang terus berembus dan merasuk hingga ke tulang.
Cahaya bulan purnama tidak sanggup menembus celah-celah dedaunan dari pohon-pohon besar yang berdiri angkuh di sekitar mereka. Sumber penerangan berasal dari dua obor. Satu dibawa oleh pengawas paling depan, satu lagi oleh salah satu pengawal di belakang. Seorang pengawal lain menjinjing jerigen minyak tanah. Aroma pekatnya serasa menempel di pangkal tenggorokan.
Arak-arakan seperti kawanan ternak ini, tidaklah memasuki kandang terkunci, melainkan menembus sebuah hutan berkabut dan berhenti pada sepetak lahan gambut bertanah hitam. Tempat yang akan menjadi saksi bisu perenggutan nyawa secara paksa. Orang normal mana pun pasti akan menghindari tempat yang terkenal angker dan menebar aura kematian.
"Cepat, cepat! Siput sekali kalian!" Anjing Gila, nama kode yang serasi dengan sifatnya, kembali menggonggong galak karena ingin segera menunaikan tugas. Kawasan hutan di wilayah perbatasan Provinsi Amaria selalu membuat perasaannya tidak nyaman.
"Berteriak untuk diri sendiri, hah? Kau yang memimpin di depan, bodoh!" umpat Buldoser—nama kode pria plontos, tinggi, dan berbahu lebar—yang mengawal di belakang. Ia mendapat pelampiasan yang bagus sewaktu remaja bergelang hijau kedapatan tengah menatapnya. "Jangan pernah menatapku dengan mata terkutukmu itu!"
Si remaja bertubuh kurus justru menyeringai senang. "Kau akan mendapatkan balasannya. Kau tahu itu." Hardikan kasar tidak lagi menciutkan nyalinya.
Meski Buldoser terlihat galak dan mengintimidasi, seringai dan balasan dari tawanan termuda mereka berhasil meremangkan bulu kuduk. "Jangan banyak omong, bocah sialan!" Ia merebut jeringen minyak tanah dari rekan di samping untuk dihantamkan ke kepala remaja yang seluruh dahinya tertutup rambut hitam. Entah kapan terakhir kali rambut kusut tersebut dikeramas.
Terjangan jerigen yang berpotensi merenggut nyawa sosok yang dianggap kurang ajar dan tidak tahu diri oleh si pria kalap, berhasil dihindari dengan mudah. "Hanya itu yang kau punya?" Seringai si remaja semakin lebar hingga menyembulkan taring runcing dari balik bibir yang pecah-pecah akibat hantaman benda keras serta terlalu lama tidak tersentuh air.
Kejengkelan petugas yang sedari dulu sulit mengontrol emosi, sudah melambung hingga ke ubun-ubun. Jerigen kembali terayun, tapi tidak pernah menghantam siapa pun karena ditahan oleh rekan bertubuh bungkuk. Elang Terkutuk adalah kode nama untuknya.
"Hentikan! Jangan main-main dengan makhluk terkutuk atau jiwamu akan dimangsa!" Dengan satu tarikan kuat, jerigen sudah kembali kepada Elang Terkutuk. Ia pria yang selalu menutup salah satu matanya dengan penutup berwarna hitam.
"Kau pikir aku percaya kata-katamu, orang aneh! Berikan jerigen itu!" Buldoser menunduk sembari melotot galak pada rekan barunya, sama sekali tidak menunjukkan respek terhadap orang yang jauh lebih tua.
Habis sudah kesabaran Anjing Gila. Ia kembali menyalak karena para tahanan berhenti akibat pertengkaran sepele dua rekannya. "Sedang apa kalian? Cepat jalan!" bentaknya sambil menghentak kasar ujung rantai di tangan hingga tawanan terdepan ikut tertarik ke depan.
Tidak ada kata protes yang meluncur dari mulut pria tinggi bermata satu selain melangkah maju dan diikuti tawanan lain, termasuk si remaja berwajah tirus jika tidak ingin terjerembab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]
Fantasi[Pemenang Wattys 2022 Kategori Fantasi] [Reading List WIA Periode ke-2] Kehidupan Trio SEL (Schifar, Excelsis, Lysandra) berubah drastis setelah mereka menjadi magnet dari segala kejadian-kejadian di luar nalar, terutama Lysandra, gadis keras kepala...
![Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]](https://img.wattpad.com/cover/314800084-64-k593850.jpg)