Excelsis menginjak kepala ular terakhir hingga meja batu tempatnya berpijak terbelah dua. "Uwah!" Ia sempat berayun kala berusaha menyeimbangkan diri.
Aithne menoleh akibat suara yang familiar dari arah belakang. Ia sampai membuka mata lebar-lebar, seakan takut indra visualnya sedang menipu. "EG? Kenapa kau ada di sini?"
"Ha—hai, Ma." Seulas senyum timbul dan hilang dari wajah Excelsis. "A—aku ... bersama dia dan Lysa."
Aithne mengikuti arah jari Excelsis menunjuk. "Siapa?"
"Dia." Excelsis memutar kepala dan melihat ujung jari sendiri untuk memastikan arahnya menunjuk pada Wyfrien. Akan tetapi, tidak ada siapa-siapa. "Ke mana dia?" gumamnya pelan.
"Siapa, EG?" ulang Aithne.
"Maksudku ... aku bersama Lysa." Excelsis segera menggeser jari ke arah Lysandra yang nyaris tidak bisa berdiri tegak akibat raungan nyeri di kakinya yang terkilir.
"Pertanyaannya, kenapa kalian bisa ada di sini?"
"Diajak Lysa."
Lysandra buru-buru menyanggah, "Bukan aku, tapi Nona Gale!"
"I—iya benar, Nona Gale di sa—" Excelsis membeku selama dua detik dalam posenya. "Di sana. Tadi. Sekarang aku tidak tahu mereka di mana ...." Suara Excelsis semakin turun hingga tidak terdengar sama sekali.
Wyfrien, Zev, dan Gale menghilang! Lalu, bagaimana ia harus menjelaskan semuanya?
"Kalian! Kalian siapa, hah!" Nams dengan sayap kusutnya berkacak pinggang di atas kepala Taras. "Lihat yang telah kalian lakukan! Kalian merusak semua tanaman ranjau yang kutanam dan hampir membakar rumahku!"
Suara mirip dengingan nyamuk membuat Quentine dan Myristica sampai harus mencari-cari sebelum akhirnya merunduk hingga mata mereka setinggi Nams.
"Apa? Kenapa melihatku seperti itu? Tidak pernah lihat liliput, hah!"
"Puha~ Akhirnya kau mengakui dirimu itu liliput!"
Quentine menjeling marah pada putrinya. "Hazel, diam!"
"Iya, Pops ...."
Mata Myristica segera menangkap bentuk meliuk tidak wajar dari sayap milik Nams. "Sayapmu patah. Biar kuobati."
"Ini gara-gara bocah pendek, rabun, brutal, dan penakut itu!" Jari Nams teracung pada Lysandra. "Bisa-bisa dia tidak melihat dan menabrakku."
"Jangan menudingku!" protes Lysandra. "Aku tidak—" Kata-kata yang ingin dilontarkan langsung tertahan akibat pelototan Quentine terhadapnya.
Myristica menengadahkan tangan dan komat-kamit tanpa suara hingga cahaya biru terang muncul dari telapak tangan. Botol kecil langsing transparan adalah bentuk solid yang tertinggal setelah cahayanya menghilang. "Berbaliklah," pintanya pada Nams.
Nams menurut dan membiarkan Myristica meneteskan isi dari botol kecil tersebut. Dalam sekejap kondisi sayapnya kembali melengkung normal. "Terima kasih, Pixie."
Melihat kondisi sayap Nams yang sembuh akibat ramuan ajaib Myristica, Lysandra segera bertanya, "Moms, aku akan disembuhkan juga, kan?"
Sebelum sang istri bisa menjawab, Quentine langsung menyahut, "Kau tanggung sendiri sampai sembuh! Itu hukuman untukmu."
"Pops ...!"
"Jangan harap kau bisa tidur tenang malam ini, Hazel!"
Quentine tidak peduli dengan wajah merajuk putrinya. Lagipula, ia merasa mendapat dukungan dari Myristica yang tidak berkomentar apa-apa. Tentu wanita ini memiliki cara sendiri untuk menolong si anak gadis tanpa sepengetahuan sang suami. Memang mulutnya tidak bergerak untuk meminta bantuan, tapi komunikasi melalui tatapan mata terbukti efektif untuk menganggukkan kepala Aithne yang langsung menoleh pada Maeveen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]
Fantasi[Pemenang Wattys 2022 Kategori Fantasi] [Reading List WIA Periode ke-2] Kehidupan Trio SEL (Schifar, Excelsis, Lysandra) berubah drastis setelah mereka menjadi magnet dari segala kejadian-kejadian di luar nalar, terutama Lysandra, gadis keras kepala...
![Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]](https://img.wattpad.com/cover/314800084-64-k593850.jpg)