Chapter 5.1 - Complicated

96 19 28
                                        

Schifar sangat berharap ada obor yang bisa melenyapkan ribuan semut tak kasatmata yang menggelitik wajahnya saat ini.

Lysandra berdeham lalu melirik pada jam digital di dasbor. "Wah, sudah malam."

"Benar, kita membuang banyak waktu di sini. Pasang sabuk, aku akan mengantarmu pulang." Schifar menyalakan mesin mobil.

"I—iya." Lysandra juga terserang virus kikuk. Baru kali ini ia bertatapan mata dengan lelaki dan menemukan aura maskulitas yang dipancarkan mereka begitu memesona.

Bila harus memberikan penilaian, Lysandra dan Excelsis sepakat dengan angka '1A++' atau dalam bahasa yang mudah dicerna berarti ketampanan akut, meski sepanjang mengenal Schifar, mereka hanya disuguhi separuh wajahnya yang bebas dari juntaian poni panjang.

Beberapa menit dilewatkan dalam keadaan mengheningkan cipta. Baik Schifar maupun Lysandra berenang dalam samudra pikiran masing-masing.

***

Schifar mencoba menghubung-hubungkan semua kejadian yang dimulai dari pertarungan di Hutan Morgult, Lysandra yang dirasuki makhluk air, hingga pertarungan dengan Magnolia yang berakhir dengan ikatan kontrak aneh di antara mereka. Ia berpaling sebentar pada penumpangnya malam ini, lalu fokus melalui jalan tanah berbatu yang mereka lalui.

Satu hal yang paling membuat penasaran adalah kemunculan tiba-tiba Lysandra di dekatnya, lalu bagaimana cara mereka berpindah tempat. Apakah mungkin si mungil itu kuat membopong sekaligus bertarung dengan Magnolia?

"Lys, bisa ceritakan apa yang terjadi sewaktu aku pingsan?"

"Pingsan? Kapan, karena apa dan di mana?" Lysandra takjub mengetahui pahlawannya pernah ambruk.

"Sewaktu aku berhadapan dengan ular putih." Schifar menyentuh dada kiri dan merasakan dua denyutan yang bersaing satu sama lain—denyutan jantungnya dan Magnolia.

Lysandra mencoba mengingat-ingat, tapi langsung menggeleng pelan. "Tidak tahu." Ada sedikit rasa penyesalan dalam suaranya karena tidak bisa memberi informasi berguna bagi Schifar.

"Begitu."

"Gondrong, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kau bilang tadi aku memukul EG, tapi kenapa aku bisa ada di sini? Kita di mana sekarang?"

Schifar sadar akan sulit mendapatkan jawaban atas apa yang terjadi sewaktu dirinya pingsan. Praktis hanya Magnolia satu-satunya narasumber yang ia punya. "Lys, apa ada kejadian aneh di sekolah?"

"Ck. Pertanyaan dibalas pertanyaan."

"Ada tidak?"

"Iya ada, ketemu hantu toilet. Kalau ketemu lagi akan kuikat dan kugantung dia!" Meski Lysandra mengatakan akan mengikat dan menggantung si hantu toilet, tangannya justru membuat gerakan mencekik.

"Bagaimana rupanya?"

"Jelek, bertentakel, berlendir dan ... menjijikkan."

"Kau ingat ke mana saja dia membawamu sebelum ke hutan ini?"

"Tidak tahu. Yang pasti, aku sangat haus sampai rasa-rasanya hibernasi." Mata Lysandra tidak lepas dari jalan kecil yang hanya diterangi lampu mobil Schifar saja, selebihnya ia tidak bisa melihat apa-apa.

"Dehidrasi."

"Iya, degradasi."

"De ... hi ... dra ... si."

"Ya, terserah. Pokoknya belakangnya seperti itu."

Schifar menahan semburan napasnya, mencoba bersabar dan menggeleng pelan. "Berarti dugaanku benar bila dia memanfaatkan cairan tubuhmu."

Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang