Chapter 2.2 - The Hungry Damsel

193 49 111
                                        

Kejadin di toilet cukup rusuh, tapi tidak ada satu pun penghuni sekolah yang mendengar karena jam pelajaran masih berlangsung di kelas masing-masing. Di tengah pelajaran, kegelisahan seorang murid yang sesedikit melirik jam tangan segera mengundang perhatian Nona Milton, guru Matematika yang selalu sensitif seperti perempuan datang bulan.

"Vladimatvei, kerjakan nomor lima."

"Baik."

Gelagat Excelsis memang terlihat seperti seorang kriminal yang menunggu waktu untuk beraksi karena tidak sabar menunggu jam istirahat yang tidak kunjung datang. Ia hanya ingin menyerbu kantin dan melahap makanan favoritnya yang bernama Deep Blue Cheese. Bila perlu secara barbar karena pagi ini ia tidak sempat sarapan. Semua memang murni kesalahan sendiri karena berlama-lama berendam air hangat dan tertidur hingga harus dibangunkan oleh Siera, si asisten pribadi di kediaman Vladimatevei. Namun, bagi si Nona Angka, ia dianggap tidak memperhatikan pelajaran.

Deretan-deretan angka terproyeksi ke papan besar di depan kelas. Nona Milton terus mengawasi layar sentuh yang sejajar dengan permukaan meja. Ia harus mengakui tulisan tangan Excelsis tampak rapi dan elegan, seolah menjadi cermin dari kepribadian anak itu. Namun, setetes kekaguman akan luruh dan tak bersisa jika harus berhadapan dengan hati yang mendengki.

Satu hal yang menjadi sasaran dengkinya adalah warna Aquamarine pada kedua iris si anak didik. Warna milik lautan tersebut memang membuat Excelsis semakin bersemarak dan menonjol di antara teman-teman sekelas. Sengaja memakai warna lensa kontak yang tidak biasa adalah hal pertama yang terpikir olehnya.

Pihak sekolah memang tidak melarang para pelajar untuk memakai lensa kontak berwarna. Syarat utamanya adalah tidak boleh memilih warna dan bentuk yang terlalu ekstrim. Warna merah dan putih serta bentuk iris cembung seperti ular atau datar persegi seperti kambing termasuk dalam daftar larangan. Tentu dengan ketentuan itu, tidak ada yang dilanggar oleh Excelsis dan Nona Milton tidak memiliki alasan untuk menyalurkan jiwa penindasnya.
Pemikiran sang guru salah besar karena Excelsis menggunakan lensa kontak yang didesain khusus hingga menyamai warna iris kirinya—Aquamarine. Ia justru ingin menyembunyikan warna perak cair pada iris kanan.

Hal yang sama terjadi pada Schifar. Ia memilih lensa kontak berwarna biru gelap untuk menutupi warna perak cair pada iris kanan dan kuning emas di iris kiri. Keunikan yang dikenal sebagai heterochromia justru dianggap sebagai penyakit oleh mereka berdua hingga harus ditutupi. Excelsis tidak ingin gelar 'langka' tersemat bersama namanya akibat kelangkaan warna mata di iris kanan yang mengingatkan seseorang pada bulan purnama.

Meski baru akan menginjak usia enam belas tahun, tubuh yang semampai dan kurva 'S' yang membentuk pinggang dan pinggul, membuat banyak orang menyangka ia adalah seorang model remaja.

Meski tidak terang-terangan, banyak yang berharap Excelsis bersedia menjadi pendamping mereka di pesta kelulusan sekolah. Sebuah fakta lain yang semakin membesarkan api cemburu Nona Milton. Padahal, semenarik apa pun tampilan seseorang, semua akan menjadi sama saja di matanya. Tidak ada yang benar-benar menjadi kandidat kuat untuk masuk dan menetap dalam hati. Lagipula, kebanyakan dari mereka mundur sebelum sampai pada 'tahap ketiga'.

Tahap yang dimaksud adalah, berkenalan, basa-basi, dan melewati Kirin Kembar. Kirin jantan bernama Schifar dan Kirin betina bernama Lysandra. Duo Kirin ini sering mengintimidasi kandidat-kandidat bernyali supaya menjauhi 'tuan putri' mereka, tentu tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Usaha ekstra tanpa bayaran mereka sebenarnya percuma karena hingga detik ini belum ada lawan jenis yang menarik perhatian Excelsis. Baginya hal yang paling seksi dan indah adalah makanan.

Di matanya makanan lebih multifungsi, seperti mengenyangkan, menutrisi, dan membuat ketagihan. Bandingkan dengan kaum berjakun yang dianggap hanya berfungsi sebagai teman hidup saja.

Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang