Kedua orang tuanya tak menginginkan kehadirannya. Dia hanyalah alat bagi kedua orangtuanya tuk mendapat harta warisan dari kakeknya.
"Cuman benda kecil ini yang bisa bikin hidup ini tenang, aman dan damai." Ucap Reykhansa. Sudah menjadi kebiasaannya...
Jangan lupa Vote, komen dan juga Follow akun wp ku ya❤
Happy reading guys❤
•
•
•
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CUPP!!!
Bibir Leon bertemu dengan bibir Chery milik Alisya.
Hanya sebuah kecupan, tetapi Alisya terpaku dibuat nya, dia merasa sangat kaget.
Tak hanya Alisya yang kaget, justru Leon pun sangat kaget dengan tindakan Refleks nya barusan, tetapi Leon bisa mengatur ekspresi nya supaya tidak terlihat gugup.
"Bibirmu manis, Aku menyukainya" ucap Leon dengan wajah menyebalkan nya.
"Hey! Itu Ciuman Pertama ku!" Ucap ku sambil menggeplak kepala Leon, aku terlalu kaget dengan apa yang dilakukan Leon, dia menciumku??? Sangat kurang ajar.
"Aw! Ini sakit Lisya" Aku tahu dia hanya berpura pura kesakitan, Hey! Mana ada seorang Jendral nomer satu dikerajaan ini merasakan sakit hanya karna digeplak saja?
"Berhenti melakukan Drama Leon, dan turunkan aku, kita sudah sampai" Pipi ku kini terasa panas.
Leon menurunkan ku dengan berhati hati, saat aku ingin memasuki gerbang Mansion tangan ku dicekal oleh Leon.
"Ada apa lagi?" Ucap ku sedikit gugup.
"Aku serius, kamu telah menjadi bagian dari hidupku Lisya" Ucapnya serius menatapku, jangan tatap mataku lekat.
"Yang mana?" Pura pura Lupa.
"Mari wujudkan keinginanmu, Aku tahu kau lelah dan kini aku pun mulai menyadari bahwa perlakuanmu selama ini terhadapku murni karna cinta, oleh karna itu biarkan lah aku yang berjuang sekarang." Tegas Leon.
"Sayangnya aku tidak terlalu tertarik untuk saat ini." Ucapku melenggang pergi masuk ke halaman Mansion.
"Aku bersungguh sungguh atas ucapanku Lisya! Aku takan menyerah. Tunggu aku pulang dari perbatasan dan akan kubuktikan semua ucapanku" Teriak Leon.
🌷🌷🌷
Pov Leon.
Entahlah, tetapi dia sangat nyaman berada didekat wanita itu, Leon merasa sikap Alisya begitu menarik dimatanya.
Dan jangan lupakan jantungnya yang berdetak sangat kencang saat ia berdekatan dengan Alisya.
Leon akui bahwa dirinya tak terlalu mengerti akan cinta, tetapi ia tak bodoh bahwa sekarang ia telah tertarik pada Alisya, tunangannya sendiri.