Entahlah. Aku tidak mau memikirkan hal itu. Akan tetapi, sebenarnya aku terngiang-ngiang perkataan Nata, yang menyebut Hirana obsesi pada Ashtara, sampai-sampai berani mencelakakan orang lain.
Aku masih terdiam di tempatku sampai ibu-ibu yang menjual seblak memanggil namaku.
“Neng, seblaknya udah jadi nih”
“.......”
“Neng, kok diem aja. Ini seblaknya udah jadi” ucap ibu-ibu penjual seblak tadi.
Namun, aku masih terdiam dan tidak menjawab apapun. Melihat aku yang hanya terdiam, ia pun menoel lenganku.
“Neng” panggilnya lagi.
“Eh…. anu.. iiya bu, maaf tadi bengong sedikit” Akhirnya, aku tersadar dari lamunanku. Kemudian, aku tersenyum sambil mengambil mangkuk seblak dengan isi yang terlihat sangat menggiurkan.
Aku mencari meja kosong yang ada di dekatku. Untungnya terdapat meja yang tidak ditempati sama sekali. Aku pun duduk di meja itu, bersiap menyantap seblak yang baru saja kubeli. Aku berusaha mengusir pikiran-pikiran yang membebaniku itu agar dapat menyantap seblak dengan nyaman.
Sambil memakan seblak, aku melihat-lihat keadaan di sekelilingku. Seperti yang sudah aku gambarkan. Kantin di sini terlihat sangat mewah dibanding universitas tempatku semasa kuliah di duniaku yang dulu. Suasananya juga nyaman. Aku melihat ke arah meja-meja lainnya. Ada yang sedang sendirian mengerjakan tugas sambil membuka laptopnya. Ada yang berkumpul secara berkelompok dengan berbagai buku di sekelilingnya, aku duga mereka mungkin sedang kerja kelompok. Ada yang hanya berbincang-bincang ria sambil tertawa-tawa. Di meja yang ada di bagian ujung malah terdengar suara yang sangat berisik dan berisi banyak laki-laki. Entah apa yang mereka bicarakan.
Aku menikmati suasana ini. Kepalaku semakin pusing setelah masuk ke dunia ini, setidaknya aku butuh healing-healing yang sering dibicarakan oleh orang-orang itu. Makan seblak menjadi salah satu healingku semenjak di duniaku dulu. Saat aku lagi santai-santai makan seblak, tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampiriku.
“Boleh gabung?” tanyanya.
Aku melihat ke arah pria itu. Lesung pipi manis yang dimilikinya langsung menarik perhatianku. Wajahnya tampan dengan rambut sedikit kecokelatan. Hushh, yang dipikirin orang cakep mulu. Pikir dong, ini orang siapa lagi. Kenapa banyak banget orang yang kenal sama Hirana. Aku sudah keburu lelah untuk berpikir. Tolong, biarkan aku menikmati seblakku dengan tenang.
Tadi, waktu seblaknya belum jadi, aku udah ketemu sama Ash, nanti pun aku harus ketemu sama Rena karena aku berencana meminta maaf. Tidak hanya Rena, aku akan menemui Tere dan Nata juga untuk meminta maaf. Aku ingin segera cepat-cepat menyelesaikan masalah ini. Kemudian, aku akan menjauh dari mereka dan hidup dengan tenang tanpa membuat masalah dengan para pemeran-pemeran ini.
Yah, setidaknya aku mau mikirin itu nanti. Yang penting aku mau makan dulu sekarang. Tapi kenapa? Kenapa kalian-kalian ini para tokoh nggak bisa biarin aku tenang sebentar aja.
Kalo aku nggak salah, ada salah satu tokoh yang memiliki lesung pipi yang sangat manis yang dijelaskan memiliki rambut berwarna cokelat. Ia bernama Zeron. Apakah dia bisa dibilang second lead? Aku juga tidak tahu. Kemunculannya lumayan, dan ia dijelaskan memiliki ketertarikan dengan Tere. Namun, jumlah kemunculannya berbanding jauh dengan Ash dan tidak begitu banyak dijelaskan tentang romantisasi antara Zeron dan Tere.
Eyy. Tapi mana mungkin kan dia Zeron. Dari sekian banyaknya orang di dunia ini, kan bukan cuma dia yang memiliki lesung pipi. Bisa aja dia orang lain yang kenal sama Hirana atau malah mungkin hanya orang asing yang mau numpang duduk bersama karena meja lainnya udah lumayan penuh dan hanya mejaku sendiri yang hanya ada satu orang dengan satu seblaknya. Iya, pasti begitu. Please, kumohon. Aku terlalu lelah menghadapi para tokoh-tokoh ini.
“Na, kok diem aja? Boleh gabung nggak?” tanyanya lagi membuyarkan lamunanku.
“Eh iya. Duduk aja” ucapku. Aku berpikir, haruskah aku menggunakan senjata andalanku yaitu pura-pura lupa ingatan. Lagipula, aku kan memang tidak tahu siapa dia.
Ia pun duduk dihadapanku.
“Gue denger-denger lo masuk rumah sakit. Sekarang udah sehat?” tanyanya.
Aku yang mendengar itu mulai berpikir lagi. Berarti orang dihadapanku ini ternyata benar-benar kenalannya Hirana.
“Iya, lumayanlah, sekarang udah bisa makan seblak,” ucapku sambil mengeluarkan senyum-senyum ramah ala-ala mba-mba yang biasa kita temui di pinggiran jalan, “tapi kamu siapa ya?” lanjutku lagi sambil bertanya dengan muka-muka sok polos, yang pada kenyataannya aku memang masih menerka-nerka siapa orang ini.
Aku melihat sedikit perubahan ekspresi di wajahnya.
“Hmm? Lo nggak inget gue?” tanyanya.
Aku mengangguk, “iya, sorry. Kata dokter, amnesia” ucapku.
Dia pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
“Emangnya jatuh gitu, bisa bikin lupa ingatan ya?” tanyanya yang lebih ke arah bertanya pada diri sendiri.
“Eh iya, btw nama gue Zeron. Kita aslinya udah kenal kok. Kalo ada apa-apa chat gue aja. Kita bukan orang asing” ucapnya. Aku mengangguk, lalu melanjutkan makan seblak milikku.
‘Zeron ya? HEHHHHHH Zeron??’ ucapku dalam hati yang tentu saja tidak akan terdengar oleh Zeron di hadapanku ini.
Tuh kann Zeronn. Beneran Zeron yang itu, Zeron yang punya lesung pipi. Perasaan aku nggak pernah baca bagian dimana Zeron kenal sama Hirana. Au ah kepalaku pusing. Nanti aja kita pikirin lagi. Aku mau makan seblak tanpa mikir yang bikin pusing.
“Oh iya Hirana, gue mau pesen makanan dulu ya. Lu jangan kemana-mana. Jagain ni tempat. Awas ya kalau ada yang nempatin” ucapnya dengan serius. Aku melihatnya dengan aneh. Kemudian, ia mengubah ekspresinya menjadi tersenyum dengan sangat manis yang menampilkan lesung pipinya, “bercanda Hirana, jangan gitu dong ngeliatinnya” ucapnya yang kemudian berlalu pergi ke arah salah satu stan makanan disana.
~~~~~
To be continued.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Handsome Ashtara [END]
Genç Kurgu[Belum Revisi] Ana ternyata benar-benar masuk ke dalam dunia novel yang ia pernah baca. Novel romantis yang menceritakan tentang perjalanan sang pemeran utama dan lika-liku kehidupannya. Sayangnya, bukan menjadi pemeran utama, ia malah menjadi figu...
![My Handsome Ashtara [END]](https://img.wattpad.com/cover/326850194-64-k231626.jpg)