⚠️ Hati-hati ⚠️
Jangan ditiru. Part ini mengandung unsur kekerasan. Harap ketika membaca ambil yang baik dan buang yang buruknya.
Selamat membaca semua
~~~~~~~
Langit sudah mulai berwarna jingga. Angin sore sudah berhembus semakin kencang. Akan tetapi, suasana di dalam kampus bukannya semakin sepi, malah semakin ramai. Aku pikir itu karena malam nanti akan diadakan konser besar-besaran. Aku sangat menikmati festival ini, tetapi aku sudah cukup lelah dan ingin segera istirahat di rumah. Meski begitu, rasanya aku tidak mau pulang ke rumah. Aku…. takut…. Aku ingin berada disini saja. Aku tidak mau bertemu orang itu. Meski mungkin ditujukan untuk Hirana, tapi saat ini akulah Hirana itu. Aku ingin menghindar. Aku benar-benar senang karena hari ini ada festival seperti ini. Aku benar-benar menyukainya. Aku tidak mau pulang, tidak mau kembali ke rumah itu, aku takut bertemu orang itu. Sebenarnya, ada hal yang belum kuceritakan ke kalian. Kejadian yang aku alami bersama kak Arfi dan Ayah dari Hirana.
Flashback
.
.
.
.
Beberapa hari sebelum festival kampus, aku yang sama sekali belum pernah melihat orang tua dari Hirana akhirnya melihat salah satu orang tua Hirana. Orang itu adalah ayah dari Hirana. Waktu itu aku rasa, hari sudah menjelang malam. Aku baru saja pulang kuliah. Ketika aku membuka pintu dan masuk, tiba-tiba sebuah botol kaca terbang tepat ke arah kepalaku dengan sangat kencang.
PRANGG
“Akh”
Botol itu pecah mengenai kepalaku yang menyebabkan kepalaku terluka dan berdarah. Aku tersentak tak sanggup berkata apa-apa, otakku tidak bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Saat aku melihat ke arah asal dari tempat botol kaca tersebut dilempar, aku melihat seorang laki-laki dengan wajah yang sudah cukup berumur. Ia menyalang, menatap marah ke arahku. Aku memperhatikan laki-laki itu, wajahnya sedikit mirip dengan Hirana, entah kenapa tidak terlihat seperti Arfi, sepertinya kak Arfi lebih mirip dengan ibunya. Laki-laki dihadapanku ini, aku rasa aku tahu siapa itu. Sepertinya itu adalah ayah dari Hirana. Siapa lagi yang bisa masuk ke rumah ini kalau bukan Hirana dan keluarganya.
Masih sibuk dengan pikiranku, aku tidak menyadari bahwa laki-laki itu sudah mendekat ke arahku. Aku ingin menggerakkan badanku, tetapi tidak bisa. Sepertinya aku terlalu takut hingga tidak bisa mengontrol tubuhku sendiri. Aku yang sempat terbengong sambil memegang kepalaku yang berdarah, tiba-tiba dijambak begitu saja olehnya. Aku tidak tahu ada masalah apa, tapi dia benar-benar menarikku sekencang mungkin. Sakitt. Dadaku sakitt. Jangan-jangan Hirana juga mengalami kekerasan semacam ini. Dulu...duluu sekali, saat aku masih kecil di duniaku yang dulu, hal seperti ini memang sudah menjadi makananku sehari-hari. Aku tidak menyangka bahwa aku harus mengalami kejadian seperti ini lagi. Aku juga tidak menyangka jika ternyata Hirana mengalami hal yang mirip sepertiku.
Pria dihadapanku ini berteriak kencang tanpa melepaskan jambakannya dari rambutku. Ia menarik rambutku dengan keras, hingga kepalaku mendongak ke atas. Rasanya benar-benar menyakitkan. Harus berapa lama lagi aku mengalami hal seperti ini, kejadian di duniaku dulu, kejadian penculikan itu, dan sekarang ini.
Aku sudah berusaha keras untuk tidak mempedulikan dan melupakannya begitu saja karena mau bagaimana pun, tidak ada yang berada dipihakku dan menolongku baik dulu, maupun sekarang. Tapi kenapa… kenapa… kenapa aku harus mengalami kejadian-kejadian mengerikan ini lagi di sini. Ini bahkan bukan duniaku yang dulu. Aku berusaha untuk tidak ikut campur, tapi entah kenapa aku terus terlibat di dalamnya. Bahkan ketika aku sudah berhasil tidak terlibat dengan mereka untuk beberapa hari, kenapa aku malah mendapatkan hal seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Handsome Ashtara [END]
Teen Fiction[Belum Revisi] Ana ternyata benar-benar masuk ke dalam dunia novel yang ia pernah baca. Novel romantis yang menceritakan tentang perjalanan sang pemeran utama dan lika-liku kehidupannya. Sayangnya, bukan menjadi pemeran utama, ia malah menjadi figu...
![My Handsome Ashtara [END]](https://img.wattpad.com/cover/326850194-64-k231626.jpg)