Part 24

44.1K 2.3K 9
                                        

⚠️ Hati-hati ⚠️

Jangan ditiru. Harap ketika membaca ambil yang baik dan buang yang buruknya.

Selamat membaca semua

~~~~~~~

Setelah usaha yang cukup keras dengan menahan segala rasa sakit yang muncul di tubuhku, aku sampai di kamar. Aku langsung pergi ke arah kasur dan tak sampai satu menit sepertinya aku sudah tertidur. Hmm atau mungkin lebih tepatnya pingsan. Entahlah yang jelas aku sudah tidak bisa mempertahankan tubuhku dalam kondisi sadar.

Dalam tidurku, aku juga tidak bisa tenang. Aku bermimpi. Aku memimpikan hal yang cukup menyeramkan. Dalam mimpi itu, aku ditusuk oleh seseorang. Disana aku juga melihat orang lain dengan kondisi yang terlihat buruk. Namun, aku tidak tahu siapa itu. Orang di hadapanku ini masih terus saja menusukku. Pada awalnya aku hanya diam saja dan tidak merasakan apapun. Akan tetapi semakin lama, semakin terasa sakit. Rasanya organ-organku tertarik, seluruh tubuhku terasa remuk.  Entah kenapa rasa sakitnya terasa nyata dan kejadian ini juga entah kenapa sepertinya sudah pernah terjadi.

Entah sudah beberapa kali aku melihat adegan ini. Apa sebenarnya ada yang salah dengan ingatanku? Setauku aku tidak pernah mengalami hal seperti itu di duniaku yang dulu. Setelah berpindah ke dunia yang ini juga seingatku aku tidak pernah ada di kejadian itu. Jadi sebenarnya apa ini, kenapa hal itu selalu membayang-bayangiku.

Kemudian, sekali lagi untuk terakhir kalinya, ia menusukku sangat dalam hingga terasa benar-benar menyakitkan hingga akhirnya aku terbangun dan membuka mataku secara paksa.

Aku terbangun dengan keringat membasahi wajahku. Kepalaku pusing, sangat pusing. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi. Seluruh tubuhku juga masih terasa sakit. Sampai akhirnya rasa sakit kepala mendera begitu saja diselingi dengan sebuah potongan ingatan.

Akhh.

Ini ingatan yang berbeda. Bukan ingatan tentang mimpi yang baru saja aku alami, bukan pula ingatan tentang kehidupanku yang dulu sebagai Ana. Ini adalah ingatan yang baru aku tahu. Ingatan sebagai Hirana. Sebuah peristiwa yang tidak dijelaskan dan diceritakan dimanapun, termasuk di dalam novel “I’m Yours”. Potongan ingatan milik Hirana asli, tentang dirinya dan tentang keluarganya.

Ingatan ini sebenarnya mirip dengan kejadian yang pernah aku alami semasa hidup sebagai Ana di duniaku dulu. Entah kenapa, rasanya aku seperti melihat Hirana dalam diriku. Kasihan sekali. Ingatan yang ingin aku tutup rapat-rapat dan aku lupakan, ternyata dialami juga oleh orang lain yaitu Hirana.

Ada satu ingatan yang melekat erat hingga membuatku terasa merinding. Dalam ingatan itu, aku melihat Hirana, kepalanya dicelupkan oleh sang ayah ke dalam air. Sang ayah berteriak-teriak. Penyebab dari kejadian itu adalah Hirana, sang anak, tidak sengaja menumpahkan kopi panas ke ayahnya itu. Disitu, kepalanya beberapa kali dicelupkan ke dalam air. Hirana terlihat tidak bisa bernafas. Nafasnya tersendat-sendat sambil berusaha membuka mulutnya beberapa kali dan berusaha meminta tolong. Hal buruknya adalah aku bisa merasakan rasa sakit yang dialami Hirana ini. Dadaku sakit, aku tidak bisa bernafas seperti sedang dicelupkan ke air. Rasa sakitnya menjalar hingga posisiku yang sekarang. Aku kembali pusing dan salah satu tanganku secara otomatis langsung memegang dadaku berusaha mencari udara. Aku benar-benar sesak nafas.

Saat aku merasa sudah di ujung tanduk dan sepertinya nafasku sudah hampir berada dalam batasnya, tiba-tiba beberapa ingatan-ingatan lainnya muncul. Ingatan-ingatan itu tumpang tindih dan hampir semuanya berhubungan dengan rasa sakit yang dialami Hirana. Ingatan tentang Hirana yang dipukul habis-habisan dengan berbagai alasan dan perilaku-perilaku kejam lainnya. Aku memejamkan mataku berusaha menahan rasa sakit yang timbul dari kejadian itu. Setelah berhasil menenangkan diriku selama beberapa saat, barulah aku bisa kembali berpikr dengan lebih baik.

Aku… baru sadar bahwa di badan milik Hirana ini ada beberapa bekas luka yang tidak wajar. Aku kira luka-luka dan lebam ini timbul akibat Hirana terjatuh saat mendorong Rena, tetapi ada luka-luka yang sepertinya sudah lama terjadi. Dulu waktu pertama kali aku masuk ke dalam tubuh ini, aku hanya mengabaikannya. Akan tetapi, sekarang aku tahu bahwa sepertinya tidak sesimpel itu. Beberapa luka-luka ini ternyata bukan hanya luka terjatuh atau luka-luka akibat penculikan yang lalu, tetapi juga luka-luka akibat penganiayaan.

Kemudian, beberapa ingatan lainnya mulai masuk kembali. Saat ini, bukan ingatan mengenai Hirana yang terluka, melainkan ingatan saat pertama kali Hirana melihat Ashtara dan bagaimana ia bisa tertarik pada Ash.

Suatu ketika Hirana terjatuh di tengah jalan saat menyebrang, itu karena kakinya terasa sakit akibat penganiayaan yang dilakukan oleh orang tuanya.

Kemudian, ada kendaraan yang bergerak menuju ke arahnya. Hirana ingin langsung bangun, tetapi tidak bisa. Di saat itulah, ia tiba-tiba ditarik bangun oleh seseorang dengan kencang untuk segera menepi ke pinggir jalan. Klise sekali memang. Akan tetapi, disinilah ia mulai jatuh cinta kepada satu-satunya orang yang menolongnya. Orang itu adalah Ashtara.

Semenjak saat itulah ia menjadi orang yang mulai terobsesi dengan apapun yang Ash lakukan. Padahal, aku yakin, kejadian saat itu hanyalah sebuah bentuk perilaku baik oleh Ashtara yang dilakukan pada siapapun.

Mungkin saja jika yang jatuh saat itu bukanlah Hirana, Ash tetap akan menolongnya. Begitu juga jika yang ada di situasi itu adalah orang lain dan mereka melihat Hirana yang terjatuh di tengah jalan, mereka juga pasti akan berusaha menolong Hirana. Namun, Hirana tidak peduli tentang itu. Ini adalah pertama kalinya ia menerima kebaikan dari seseorang. Ini juga adalah pertama kalinya ia mendapat pertolongan dari seseorang. Hirana yang tadinya hanya merasa tertarik, akhirnya mulai jatuh cinta, dan menjadi obsesi akan sang penolong itu.

Lalu, mulai masuk lagi beberapa potongan ingatan-ingatan kecil seperti saat Hirana mulai mengejar-ngejar Ashtara, saat Kiran menghasut dan mengompor-ngompori Hirana, saat Hirana mengikuti Ash ke banyak tempat, dan lain sebagainya. Ia juga melihat Ash yang suka membantu dan terkadang perhatian dengan orang lain. Hal itu membuat rasa cintanya semakin tumbuh. Namun, di sisi lain itu juga membuat Hirana semakin sedih, Ash bisa berbuat begitu kepada orang lain, kenapa…kenapa Ash tidak pernah melihat ke arahnya. Hirana mau Ashtara memberi perhatian padanya. Di saat semua orang tidak memberi perhatian pada Hirana, setidaknya ia mau Ash memberi rasa peduli padanya. Namun, sepertinya hal yang dilakukan Hirana malah membuat risih banyak orang sehingga membuat dirinya terlihat jahat dan menyebalkan.

Lalu, sekarang aku harus gimana? Apakah Hirana mengejar-ngejar Ash buat mendapatkan perhatian yang nggak pernah dia dapatkan sebelumnya bahkan dari keluarganya. Ternyata kamu cukup kasihan Hirana, tapi sayangnya Ash itu presma dan salah satu orang yang tampak luarnya perlu dicontoh oleh orang-orang, makanya dia pun juga membantu banyak orang. Tapi kamu malah jatuh cinta cuma gara-gara dia nolongin kamu dalam hal kecil yang dilakukan sebagai bentuk kebaikan manusia, bukan karena ia suka kamu. Aku tahu sih wajahnya emang tampan tidak manusiawi. Tapi bukan berarti kamu bisa menghalalkan segala cara buat bisa dapetin dia. Kasian bangett, aku nggak tau Hirana sampe segitunya, soalnya semua ini sebenarnya tidak pernah diceritakan di dalam novel.




















~~~~~








Halooww




Makasih buat yang udah baca dan dukung aku.


Maaf ya nggak jadi panjang ceritanya

Tapiiiii...

Silakan langsung baca ke part selanjutnya karena double up yeayy



Jangan lupa komen dan votenya




Love youuu ~~~









To be continued.


My Handsome Ashtara [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang